Borussia Dortmund Tertahan 2-2, Ricken dan Kovač Soroti Hilangnya Konsentrasi di Akhir Laga

Meninggalkan Lapangan - Direktur olahraga Lars Ricken (kanan) dan pelatih Niko Kovač (kiri) berjalan meninggalkan lapangan setelah Borussia Dortmund ditahan Werder Bremen 2-2 pada pekan kelima Bundesliga 2026/2027, di Signal Iduna Park, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB. Hasil imbang tersebut mengakhiri enam kemenangan beruntun Die Schwarzgelben di semua kompetisi. (Sumber foto: Alex Grimm/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Keunggulan dua gol yang sempat dimiliki Borussia Dortmund berubah menjadi hasil mengecewakan setelah Sportverein Werder Bremen bangkit pada penghujung laga.

Situasi tersebut membuat Direktur Olahraga Borussia Dortmund, Lars Ricken, dan pelatih Niko Kovač menyoroti hilangnya konsentrasi tim dalam delapan menit terakhir pertandingan Bundesliga 2026/2027 pekan kelima di Signal Iduna Park, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB.

Dortmund harus puas bermain imbang 2-2 setelah Werder Bremen mencetak dua gol pada menit-menit akhir. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian enam kemenangan beruntun Die Schwarzgelben di semua kompetisi.

Kehilangan poin di kandang sendiri menjadi pukulan bagi tuan rumah yang sebelumnya mampu menjaga tren positif. Padahal, mereka sempat mengendalikan jalannya pertandingan sebelum tim tamu menunjukkan keberanian untuk terus menekan hingga peluit akhir.

Lars Ricken Sebut Hasil Imbang sebagai Kekecewaan Murni

Lars Ricken tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah Borussia Dortmund gagal mempertahankan keunggulan. Berbicara di zona campuran seusai pertandingan, ia menggambarkan hasil tersebut sebagai kekecewaan besar bagi tim. “Ini murni kekecewaan”, kata Ricken setelah peluit akhir dibunyikan.

Menurutnya, Dortmund sebenarnya sudah mengantisipasi pertandingan yang sulit. Meski demikian, timnya mampu memulai laga dengan baik dan menguasai bola dalam porsi besar.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Meski demikian, kami memulai pertandingan dengan baik dan memiliki penguasaan bola yang sangat besar”, ujarnya.

Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk memastikan kemenangan. Werder Bremen asuhan Daniel Thioune justru menunjukkan keberanian ketika meningkatkan tekanan pada fase akhir pertandingan.

Ricken mengakui tim tamu mampu memanfaatkan momentum tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa Dortmund harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya, meskipun hasil imbang itu meninggalkan kekecewaan.

“Bremen kemudian menyerang dengan keberanian yang luar biasa dan melakukannya dengan baik. Pada akhirnya, kami harus menatap ke depan. Masih banyak tugas yang menanti kami”, tutur Ricken.

Kekecewaan itu tidak sepenuhnya menghapus keyakinannya terhadap awal musim Dortmund. Ricken menilai timnya tetap memiliki alasan untuk percaya diri setelah menunjukkan performa positif dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Sebesar apa pun kekecewaan kami sekarang, kami juga bisa tetap percaya diri melihat awal perjalanan kami di liga”, katanya.

Niko Kovač Akui Dortmund Kehilangan Konsentrasi

Pelatih kepala Borussia Dortmund, Niko Kovač, juga menyoroti kegagalan timnya menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Ia menilai anak asuhnya mampu mengendalikan permainan selama sebagian besar laga, tetapi tidak menuntaskan delapan menit terakhir dengan baik.

“Kami mendominasi lawan selama 88 menit sedemikian rupa sehingga kami benar-benar menempatkan mereka dalam tekanan”, ujar Kovač.

Sayangnya, kendali permainan tersebut tidak berlanjut sampai peluit akhir. Werder Bremen, yang dikenal dengan julukan Die Grün-Weißen, terus meningkatkan intensitas serangan hingga berhasil memaksakan hasil imbang.

Kovač menegaskan bahwa Dortmund harus bertanggung jawab atas kegagalan mempertahankan keunggulan. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya memiliki sejumlah peluang pada babak kedua, tetapi tidak mampu memastikan kemenangan.

“Kami harus menyalahkan diri sendiri atas hasil ini. Kami memiliki peluang pada babak kedua. Tentu saja, kami kecewa karena kehilangan dua poin”, katanya.

Pelatih asal Kroasia itu berharap para pemain mengambil pelajaran dari kegagalan mengendalikan pertandingan pada menit-menit akhir. Baginya, penampilan dominan selama sebagian besar laga tidak akan berarti maksimal apabila tim kehilangan fokus ketika pertandingan hampir selesai. “Semoga kami bisa belajar dari delapan menit terakhir tersebut”, ujar Kovač.

Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Dortmund, terlebih mereka akan segera menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya dalam jadwal yang padat. Kemampuan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir menjadi salah satu aspek yang perlu dibenahi.

Dortmund Alihkan Fokus ke Bodø/Glimt dan Union Berlin

Setelah kehilangan dua poin di Bundesliga, Borussia Dortmund harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi Eropa. Die Schwarzgelben dijadwalkan menghadapi FK Bodø/Glimt dalam ajang Liga Champions UEFA 2026/2027.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Dortmund untuk kembali membangun momentum setelah gagal mempertahankan keunggulan atas Werder Bremen. Konsistensi permainan dan ketajaman dalam memanfaatkan peluang akan menjadi perhatian penting dalam menghadapi wakil Norwegia tersebut.

Agenda berikutnya tidak kalah menantang. Borussia Dortmund akan bertandang ke markas 1. FC Union Berlin untuk menjalani pertandingan pekan keenam Bundesliga, menghadapi lawan yang juga membutuhkan hasil positif.

Dua pertandingan itu menuntut Borussia Dortmund segera memperbaiki kekurangan yang terlihat saat menghadapi Werder Bremen. Penguasaan bola dan dominasi permainan perlu diimbangi dengan kedisiplinan menjaga keunggulan, terutama ketika lawan meningkatkan tekanan menjelang akhir laga.

Bagi Ricken dan Kovač, hasil imbang 2-2 ini menjadi pengingat bahwa pertandingan belum benar-benar aman sebelum wasit meniup peluit panjang. Nico Cédric Schlotterbeck dan kawan-kawan kini dituntut merespons kekecewaan tersebut melalui penampilan yang lebih konsisten pada laga-laga berikutnya. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *