Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Walid Regragui menunjukkan rasa kagum dan haru setelah kemenangan Timnas Maroko atas Kamerun pada pertandingan perempat final Piala Afrika TotalEnergies (AFCON) 2025, di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, Sabtu (10/1/2026) dini hari WIB.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Regragui menekankan bahwa momen ini menandai momentum penting dalam perjalanan sepak bola Maroko. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penggemar yang mengisi stadion dengan energi luar biasa dan memberikan dorongan moral bagi tim.
“Anda harus menerima bahwa kami memiliki 40 juta pelatih, suka atau tidak”, ujarnya. “Saya tidak punya banyak yang bisa dikatakan. Beberapa ingin menurunkan tiga pemain, yang lain empat, atau melihat pemain favorit mereka di lapangan. Begitulah adanya”, jelasnya.
Regragui menekankan rasa hormatnya kepada para pendukung, yang menjadi kekuatan di balik performa Atlas Lions (Singa Atlas) sepanjang turnamen. Ia menyebut semangat fans sebagai “motor energi” yang memacu pemain tampil maksimal dan menjaga fokus tim di setiap momen pertandingan.
Maroko mengalahkan Kamerun 2-0 di laga mendebarkan ini. Brahim Díaz membuka gol pertama dengan penyelesaian tenang dari jarak dekat. Ismael Saibari menutup kemenangan dengan gol kedua dan dinobatkan sebagai Player of the Match. Selama pertandingan, penguasaan bola Maroko mencapai 58%, sementara serangan cepat tim berhasil menekan lini belakang Kamerun.
Kemenangan ini memicu perayaan di seluruh negeri. Warga Maroko memenuhi jalanan, menari, meneriakkan yel-yel, dan mengibarkan bendera. Di stadion, fans berdiri dan bersorak di setiap peluang tim tuan rumah, menciptakan atmosfer yang memacu pemain tampil lebih berani.
Sementara itu, Pelatih Tim Nasional Kamerun, David Pagou, memuji fans Maroko sebagai “pemain ke-12” yang memberi energi luar biasa. Ia menambahkan bahwa meski kadang terjadi perbedaan pandangan antara pemain dan wasit, para pejabat akhirnya membuat keputusan dengan profesional.
Teknisi berumur 56 tahun ini juga menyoroti suasana penuh gairah yang diciptakan pendukung Maroko, yang menurutnya menambah intensitas dan dramatisasi pertandingan. (MR-01)






