Mataredaksi.com, BOGOR – Manuel Akanji menjelaskan keputusan hengkang dari Manchester City ke Inter Milan pada akhir bursa transfer musim panas 2025. Bek asal Swiss itu menegaskan, Liga Champions menjadi alasan terbesar dirinya menerima pinjaman satu musim dengan opsi beli senilai €15 juta (£13 juta).
Akanji sempat dikaitkan dengan AC Milan. Namun, karena Rossoneri gagal lolos ke kompetisi Eropa, ia akhirnya menjatuhkan pilihan ke rival sekota mereka.
“Ada beberapa opsi lain. Agen saya bekerja keras, tapi sejak awal saya sudah jelas ingin terus bermain di level tertinggi Eropa. Bersama Inter, saya bisa melakukannya”, kata Akanji, Rabu (3/9/2025) malam WIB.
Tolak Milan, Pilih Rivalnya
Akanji sempat didekati AC Milan. Namun, absennya Rossoneri dari kompetisi Eropa musim ini membuatnya mengalihkan pilihan ke Inter. Ia juga menyimpan kenangan khusus dengan Nerazzurri.
“Jersey pertama yang saya miliki adalah milik Christian Vieri ketika bermain di Inter. Bahkan pacar saudara perempuan saya pendukung berat klub ini. Jadi saya sudah punya koneksi lama dengan Inter”, tambahnya.
Koneksi Lama dengan Inter
Pemain 30 tahun itu mengungkap koneksi personal yang membuat pilihannya kian mantap. Ia menyebut jersey pertamanya adalah milik Christian Vieri saat masih memperkuat Nerazzurri.
“Inter sudah mencoba mendatangkan saya tiga tahun lalu. Bahkan pacar saudara perempuan saya adalah fans berat klub ini. Jadi, saya memang sudah punya ikatan dengan Inter sejak lama”, tambahnya.
Waktu Bermain di City Jadi Masalah
Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2022, Akanji tampil 85 kali di Liga Primer. Dalam 75 laga sebagai starter, ia berkontribusi pada 22 clean sheet serta mencatat 67% keberhasilan tekel dan 52% duel.
Meski statistiknya solid, persaingan ketat membuat menit bermainnya terbatas. “Di skuad ada enam bek tengah. Pep (Guardiola) bahkan sudah menegaskan sejak awal bahwa tidak ada yang bisa dijamin bermain reguler. Itu bukan situasi ideal, tapi saya sangat paham persaingannya”, jelas Akanji.
Dengan Inter, ia berharap mendapat peran lebih besar sekaligus menjaga ambisinya untuk tetap bersaing di panggung tertinggi Eropa. (MR-02)






