Mataredaksi.com, BOGOR – Celtic Football Club gagal melaju ke fase utama Liga Champions 2025/2026 setelah kalah adu penalti 2-3 (0-0) dari Kairat Almaty di Stadion Ortalyq, Kazakhstan, Selasa (26/8/2025) malam WIB. Kemenangan ini menoreh sejarah bagi Kairat dan mengangkat nama kiper muda mereka, Temirlan Anarbekov, 21 tahun, sebagai pahlawan.
Anarbekov, Pahlawan Kiper Muda
Cedera kiper utama memaksa Anarbekov turun sebagai starter. Pemuda 21 tahun itu menahan tiga penalti, termasuk tendangan Shin Yamada, supersub Celtic, dan memastikan Kairat lolos ke fase utama Liga Champions untuk pertama kalinya. Leg pertama pun menjadi saksi kemampuan Anarbekov ketika menahan serangan Celtic di Celtic Park.
Kairat Tahan Dominasi Celtic
Selama 210 menit, Kairat disiplin menahan dominasi bola Celtic sebesar 67%. James Forrest, Yang Hyun-jun, dan Daizen Maeda kesulitan menembus pertahanan, sementara Adam Idah dan Arne Engels belum memberi kontribusi. Kesempatan emas Maeda di menit ke-85 meleset di atas mistar gawang.
Reaksi Brendan Rodgers dan Pemain
Brendan Rodgers mengaku kecewa: “Liga Champions adalah kompetisi luar biasa. Kami harus tetap bersatu sebagai tim, tapi kami belum tampil maksimal”, ujarnya.
Kapten Callum McGregor menambahkan, “Kami tidak pantas lolos dan harus bangkit untuk Old Firm melawan Rangers”.
Mantan pemain sayap Aiden McGeady menilai penampilan tim kurang memadai. Mantan gelandang John Collins menekankan kurangnya kreativitas di sepertiga akhir dan buruknya set-play, sementara Kairat tampil disiplin dan terorganisir.
Analisis Taktik
Meski mendominasi bola, Celtic gagal menciptakan peluang berarti. Lini depan yang terputus-putus dan koordinasi serangan yang kurang tajam membuat mereka tidak mampu menembus pertahanan Kairat. Strategi bertahan tuan rumah terbukti efektif hingga adu penalti.
Dampak Finansial Kekalahan Celtic
Kegagalan ini menekan keuangan Celtic. Klub kehilangan sekitar Rp 317 miliar (€18 juta) dari tiket, sponsor, dan merchandise. Lolos ke Liga Europa hanya memberi Rp 70 miliar (€4 juta), dan setiap kemenangan di Liga Champions bernilai Rp 35 miliar (€2 juta).
Tantangan Selanjutnya
Celtic memiliki waktu kurang dari seminggu sebelum menghadapi Old Firm melawan Rangers. Rodgers menekankan pentingnya fokus dan persatuan tim. Sementara itu, Kairat dan Anarbekov siap menghadapi fase grup Liga Champions dengan penuh percaya diri. (MR-02)






