Angka Stunting di Tasikmalaya Naik, Pemkot Fokus pada Ibu Hamil dan 5.011 Sasaran

PENJELASAN - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya, Imin Muhaemin ketika memberi penjelasan, Kamis (11/12/2025). (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, TASIKMALAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya meningkatkan upaya penanganan stunting setelah angka kasus naik dari 10,85% menjadi 12,61%. Pemkot kini memprioritaskan intervensi untuk 5.011 anak dan ibu hamil agar tidak mengalami kekurangan gizi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya, Imin Muhaemin, mengatakan bahwa kenaikan angka stunting berhubungan dengan kondisi ibu hamil yang kekurangan gizi sejak masa kehamilan.

“Kasus baru yang ditemukan paling banyak terjadi akibat ibu hamil yang kekurangan gizi saat melahirkan”, ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan kasus tahun ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) serta pencatatan melalui PPGM atau pelaporan berbasis masyarakat. Temuan itu menjadi dasar pemerintah untuk memperkuat program penanganan.

Menurut Imin, pemerintah daerah menggenjot program unggulan yang menyasar ibu hamil agar mereka mendapat asupan gizi yang cukup sebelum melahirkan. Langkah ini bertujuan memastikan bayi lahir dengan berat badan normal dan berada dalam kondisi sehat.

“Saat melahirkan, biasanya berat badan mereka kurang. Upaya ini dilakukan agar anak yang dilahirkan tumbuh dalam kondisi normal”, tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa dua program utama untuk menekan angka stunting adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pemerintah juga mendistribusikan 90 tablet penambah darah kepada setiap ibu hamil untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

Petugas di lapangan, lanjut Imin, masih melakukan pendataan untuk mengendalikan dan menurunkan angka stunting dengan lebih akurat. Ia menegaskan bahwa semua program berjalan beriringan agar upaya pencegahan bisa mencapai sasaran. (MR-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *