Mataredaksi.com, BOGOR – Barcelona menunjukkan mental juara saat menundukkan Atlético Madrid dengan skor 2-1 pada pekan ke-28 La Liga EA Sports 2025/2026. Gol penentu Robert Lewandowski pada menit ke-87 memastikan kemenangan penting, di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB.
Hasil ini membawa Barcelona unggul tujuh poin atas Real Madrid di puncak klasemen. Dengan delapan laga tersisa, peluang mempertahankan gelar kini terbuka semakin lebar.
Atlético Tancap Gas, Barça Balas Cepat
Sejak menit awal, Atlético Madrid tampil agresif. Antoine Griezmann langsung mengancam pada menit ke-11 setelah melewati dua pemain, tetapi penyelesaiannya masih mengarah tepat ke pelukan Joan García.
Barcelona tidak tinggal diam. Pergerakan Lamine Yamal di sisi sayap kerap merepotkan pertahanan tuan rumah. Ia bahkan sempat mengirim umpan matang kepada Fermín López, meski peluang itu belum berbuah gol.
Gol pembuka akhirnya hadir pada menit ke-39. Giuliano Simeone menyambut umpan Clément Lenglet dan menuntaskannya dengan penyelesaian dingin ke sudut gawang.
Namun, Barcelona hanya butuh tiga menit untuk merespons. Marcus Rashford memanfaatkan kerja sama cepat dengan Dani Olmo sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Juan Musso.
Titik Balik Jelang Turun Minum
Laga berubah drastis menjelang akhir babak pertama. Nicolás González menjatuhkan Yamal saat mencoba menembus lini pertahanan. Wasit segera meninjau Video Assistant Referee atau VAR dan memastikan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti.
Keputusan itu berujung kartu merah karena González menjadi pemain terakhir. Atlético Madrid pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 orang sejak menit ke-45.
Keunggulan jumlah pemain memberi Barcelona momentum besar untuk menekan lebih intensif pada babak kedua.
VAR Kembali Jadi Sorotan
Drama berlanjut di awal babak kedua. Gerard Martín sempat menerima kartu merah setelah melanggar Thiago Almada.
Namun, setelah peninjauan ulang melalui VAR, wasit membatalkan keputusan tersebut. Situasi ini memicu reaksi keras dari kubu Atlético Madrid yang merasa dirugikan.
Dominasi Barcelona Berlanjut
Meski demikian, Barcelona tidak menyia-nyiakan situasi tersebut. Skuad asuhan Hansi Flick terus menguasai permainan dan menekan pertahanan Atlético Madrid dari berbagai sisi.
Tekanan Tanpa Henti
Barcelona meningkatkan intensitas serangan sepanjang babak kedua. Ferran Torres mendapat dua peluang emas, tetapi Juan Musso tampil sigap dengan penyelamatan krusial, termasuk satu refleks luar biasa dari jarak dekat.
Sementara itu, João Cancelo aktif membantu serangan dari sisi sayap. Kombinasi umpan silang dan penetrasi membuat lini belakang Atlético terus berada dalam tekanan.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Barcelona semakin dominan dalam penguasaan bola dan distribusi serangan.
Lewandowski Jadi Pembeda
Tekanan akhirnya berbuah hasil pada menit ke-87. Umpan dari Cancelo mengarah ke kotak penalti dan mengenai tubuh Robert Lewandowski. Bola berubah arah dan mengecoh Musso sebelum masuk ke gawang.
Gol itu langsung memicu selebrasi para pemain Barcelona. Lewandowski kembali menunjukkan insting tajamnya di momen krusial.
Di sisa waktu pertandingan, Barcelona menjaga keunggulan dan memastikan kemenangan penting di kandang lawan.
Statistik dan Sinyal Juara
Barcelona menutup laga dengan dominasi statistik. Mereka mencatat 22 tembakan dengan expected goals (xG) 2,22. Sebaliknya, Atlético Madrid hanya menghasilkan enam percobaan dengan xG 0,92.
Tim asuhan Hansi Flick juga menunjukkan karakter kuat. Ronald Araújo dan kolega telah mengoleksi 21 poin dari posisi tertinggal musim ini, sebuah catatan impresif di level Eropa.
Keunggulan tujuh poin di puncak klasemen menjadi modal besar. Secara historis, tim dengan margin tersebut pada fase akhir hampir selalu keluar sebagai juara.
Kemenangan ini juga menjadi peringatan bagi Real Madrid bahwa Barcelona tetap konsisten. Momentum positif ini menjadi bekal penting jelang pertemuan berikutnya di perempat final Liga Champions UEFA.
Kedalaman Skuad Jadi Kunci
Selain itu, kedalaman skuad Barcelona kembali terlihat dalam laga ini. Rotasi pemain menjaga intensitas permainan tanpa mengurangi kualitas serangan.
Fleksibilitas taktik yang diterapkan Flick membuat Barcelona mampu beradaptasi dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi tekanan tinggi dari Los Rojiblancos – julukan Atlético Madrid – sepanjang pertandingan. (MR-02)






