Mataredaksi.com, BANDUNG – Tim pencak silat Kabupaten Bogor menunjukkan kebangkitannya pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Wilayah I Jawa Barat 2026.
Bertanding di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, pada 15-19 Juni 2026, kontingen Bumi Tegar Beriman berhasil membawa pulang lima medali emas, dua perak, dan delapan perunggu.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pencak silat Kabupaten Bogor. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, prestasi mereka sempat menurun di sejumlah kejuaraan. Kini, cabang olahraga bela diri tradisional itu kembali mampu bersaing di papan atas tingkat Jawa Barat.
Bina Prestasi (Binpres) IPSI Kabupaten Bogor, Yan Purnama, menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur. Menurutnya, prestasi yang para atlet raih merupakan buah dari proses pembinaan yang berjalan lebih terarah dan disiplin.
“Alhamdulillah, cabang olahraga pencak silat kembali bisa memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Bogor dalam Popwilda Jabar 2026”, kata Yan Purnama, Jumat (19/6/2026).
Seleksi Ketat dan Objektif Tanpa Intervensi
Yan yang juga bertindak sebagai pelatih kepala menilai keberhasilan tim tidak lepas dari sistem seleksi atlet yang objektif dan terbuka. IPSI Kabupaten Bogor, kata dia, berupaya mengedepankan kualitas atlet tanpa intervensi pihak mana pun.
Ia menjelaskan, seluruh atlet yang berangkat ke Bandung merupakan hasil seleksi yang ketat. Pendekatan tersebut membuat tim lebih efektif sekaligus mampu menghadirkan pesilat terbaik sesuai kebutuhan pertandingan.
“Kami sangat efisien dalam mengirimkan tim. Kami melakukan seleksi secara ketat tanpa ada titipan ataupun kepentingan tertentu. Hasil ini membuktikan pembinaan IPSI Kabupaten Bogor berjalan ke arah yang benar”, ujarnya.
Keputusan itu terbukti tepat. Para pesilat Kabupaten Bogor tampil konsisten sejak babak awal hingga final dan mampu mengumpulkan lima medali emas.
Daftar Pesilat Peraih Medali Emas
Abelia Natasha menyumbang emas pertama setelah tampil impresif di Kelas A Putri. Selanjutnya, Fathir Sheehan Rosadi menjadi yang terbaik di Kelas C Putra. Muhammad Guntur Samudera menyumbangkan emas dari Kelas E Putra, sementara Aldi menambah koleksi emas melalui Kelas G Putra.
Satu medali emas lainnya berasal dari nomor Seni Ganda Putra yang juga menyuguhkan cerita menarik sepanjang turnamen.
Sengitnya Duel “Derby Bogor Raya”
Salah satu pertandingan paling menyita perhatian publik terjadi pada final Kelas C Putra. Laga tersebut mempertemukan Fathir Sheehan Rosadi dari Kabupaten Bogor dengan Kautsar yang mewakili Kota Bogor.
Duel yang mendapat julukan “Derby Bogor Raya” itu berlangsung sengit sejak ronde pertama. Kedua pesilat saling melancarkan serangan, bantingan, dan tendangan yang memancing sorak penonton di arena.
Fathir akhirnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan mengamankan kemenangan penting bagi Kabupaten Bogor. Hasil tersebut sekaligus mengantarkannya meraih medali emas.
Drama Protes Tim Pelatih Berbuah Tiket Final
Drama juga terjadi pada nomor Seni Ganda Putra. Kontingen Kabupaten Bogor sempat menerima kerugian akibat keputusan penilaian juri pada babak semifinal saat menghadapi Kabupaten Sukabumi.
Awalnya, juri menyatakan pasangan Kabupaten Sukabumi lolos ke final. Namun, tim pelatih Kabupaten Bogor yang dipimpin Yan Purnama dan Sunaryo mengajukan protes resmi karena menemukan kejanggalan dalam proses penilaian.
Setelah melakukan peninjauan ulang, komisi pertandingan memutuskan membatalkan hasil sebelumnya. Komisi pertandingan kemudian menyatakan pasangan Kabupaten Bogor berhak melaju ke partai final.
Wakil Kabupaten Bogor tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka tampil meyakinkan pada laga puncak dan berhasil merebut medali emas.
Target Lebih Besar di Porprov dan Popda
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan tim pelatih.
“Saya mengucapkan terima kasih atas capaian prestasi tim pencak silat Kabupaten Bogor yang berhasil meraih lima emas, dua perak, dan delapan perunggu. Ini menjadi bukti kebangkitan pencak silat Kabupaten Bogor”, ujarnya.
Saepudin berharap, hasil tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berkembang. “Kami berharap hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan tren positif pencak silat Kabupaten Bogor”, pungkasnya.
Sementara itu, Yan Purnama menegaskan, bahwa Popwilda Jabar 2026 harus menjadi pijakan menuju target yang lebih besar, yakni Popda Jawa Barat 2027 dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 pada November mendatang. (MR-01)






