Mataredaksi.com, BOGOR – Chelsea mengawali era Xabi Alonso dengan dua kemenangan beruntun di Premier League 2026/2027. Namun, kemenangan 4-3 atas Brighton & Hove Albion, di Stamford Bridge, London, Minggu (30/8/2026) malam WIB, juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi.
Chelsea sempat tampil dominan dan unggul tiga gol dalam 32 menit. Namun, Brighton mampu bangkit dan mencetak tiga gol balasan sehingga pertandingan berlangsung menegangkan hingga peluit akhir.
Dalam dua pertandingan pertama bersama Alonso, Chelsea sudah mencetak tujuh gol, tetapi juga kebobolan lima kali. Catatan tersebut menunjukkan kekuatan lini serang sekaligus pekerjaan rumah di sektor pertahanan.
Alonso Minta Chelsea Lebih Stabil
Chelsea terlihat sangat berbahaya ketika melakukan transisi. Pada pertandingan sebelumnya melawan Fulham, mereka hanya menguasai 37 persen penguasaan bola. Saat menghadapi Brighton, angka tersebut bahkan turun menjadi 26 persen.
Meski demikian, Chelsea mampu memanfaatkan ruang dan menciptakan peluang. Alonso tentu menginginkan efektivitas tersebut tetap berjalan tanpa membuat tim kehilangan kendali setelah unggul.
Hal itu terlihat ketika Chelsea memimpin 3-0. Tuan rumah kemudian kehilangan konsentrasi dan memberi kesempatan kepada Brighton untuk memperkecil ketertinggalan.
Gol bunuh diri João Pedro membuat skor berubah menjadi 3-2. Situasi tersebut membuat Stamford Bridge mulai tegang sebelum Cole Palmer mengembalikan keunggulan dua gol Chelsea melalui gol pada menit ke-74.
Brighton masih sempat mencetak gol melalui Pascal Groß pada masa tambahan waktu. Chelsea akhirnya mempertahankan kemenangan, tetapi Alonso mendapatkan gambaran jelas mengenai aspek yang harus diperbaiki.
Martínez Jalani Debut
Pertandingan tersebut menjadi debut Emiliano Martínez bersama Chelsea setelah meninggalkan Aston Villa dengan nilai transfer £7,5 juta. Kiper asal Argentina itu langsung mendapat kepercayaan Xabi Alonso untuk mengawal gawang The Blues.
Emiliano Martínez baru bergabung pada Jumat dan belum menjalani latihan pertandingan bersama rekan-rekan barunya. Namun, Alonso tetap menempatkannya sebagai starter untuk menghadapi Brighton di Stamford Bridge.
Keputusan tersebut terbayar melalui penampilan Emiliano Martínez yang cukup tenang. Ia beberapa kali menggagalkan peluang Brighton dan menjaga Chelsea tetap unggul ketika tim tamu mulai meningkatkan tekanan.
Alonso memang tidak ragu menurunkan Emiliano Martínez sejak awal. Menurutnya, pengalaman dan karakter sang kiper dapat memberikan pengaruh besar terhadap permainan Chelsea.
Meski begitu, Emiliano Martínez harus tiga kali memungut bola dari dalam gawangnya. Situasi tersebut menunjukkan bahwa Chelsea tidak bisa hanya mengandalkan penjaga gawang untuk menyelesaikan persoalan pertahanan.
Lavia Jadi Sorotan
Selain Emiliano Martínez, Roméo Lavia juga menjadi perhatian setelah kembali mendapat kesempatan sebagai starter. Chelsea menggunakan formasi 3-4-2-1 dan menempatkan Lavia sebagai salah satu penghubung utama di lini tengah.
Lavia langsung memberikan kontribusi melalui gol pembuka pada menit keempat. Bart Verbruggen melakukan kesalahan saat mengantisipasi sepak pojok, sedangkan Mats Wieffer sempat menghalau sundulan João Pedro dari garis gawang.
Bola kemudian jatuh ke arah Roméo Lavia. Gelandang bertahan asal Belgia itu langsung menyambar bola dan membawa Chelsea unggul 1-0. Gol tersebut terasa istimewa bagi Lavia. Ia terakhir kali mencetak gol di Premier League empat tahun lalu saat masih memperkuat Southampton dan menghadapi Chelsea.
Roméo Lavia juga memegang peran penting di lini tengah sepanjang pertandingan. Moisés Caicedo masuk pada babak kedua, tetapi kemudian harus meninggalkan lapangan karena masalah kebugaran.
Reece James memulai pertandingan dari bangku cadangan. Sementara itu, Malo Gusto bergeser dari posisi bek sayap kanan untuk mendampingi Lavia di lini tengah.
Brighton Beri Perlawanan
Brighton datang ke Stamford Bridge dengan sejumlah pemain penting yang tidak tersedia. Jack Hinshelwood, Yasin Ayari, Georginio Rutter, Kaoru Mitoma, dan Yankuba Minteh absen dalam pertandingan tersebut.
Fabian Hürzeler tidak menjadikan kondisi itu sebagai alasan. Brighton tetap berusaha memberikan tekanan setelah Chelsea mencetak tiga gol lebih dahulu.
Chelsea memanfaatkan ruang yang terbuka. Morgan Rogers tampil agresif dan berperan penting dalam terciptanya gol kedua pada menit ke-14.
Rogers melakukan penetrasi melewati Luka Vušković sebelum mengirimkan umpan silang kepada Pedro Neto. Pemain asal Portugal itu kemudian menyelesaikan peluang dengan cepat dan membawa Chelsea unggul 2-0.
Neto juga memperlihatkan perkembangan menarik dalam sistem Alonso. Sang pelatih menempatkannya sebagai bek sayap, tetapi tetap memberikan kebebasan untuk membantu serangan.
Chelsea kembali mencetak gol pada menit ke-32. Rogers mengirimkan bola yang membuka ruang bagi Jorrel Hato di sisi kiri. Hato kemudian meneruskannya kepada João Pedro.
João Pedro menyelesaikan peluang tersebut dan mengubah skor menjadi 3-0. Gol itu terasa spesial karena ia menghadapi Brighton, klub yang pernah ia bela.
Chelsea Kehilangan Kendali
Keunggulan tiga gol membuat Chelsea terlihat berada dalam posisi nyaman. Namun, tuan rumah kemudian kehilangan sebagian kendali permainan dan memberikan kesempatan kepada Brighton untuk bangkit.
Brighton meningkatkan tekanan sebelum babak pertama berakhir. Malick Yalcouyé memanfaatkan bola hasil penyelamatan Emiliano Martínez dan langsung melepaskan tendangan voli.
Tembakan tersebut melewati Emiliano Martínez dan mengubah skor menjadi 3-1. Gol itu membuat Brighton semakin percaya diri memasuki babak kedua.
Setelah jeda, tim tamu tampil lebih berani. João Pedro bahkan ikut terlibat dalam gol kedua Brighton setelah bola hasil umpan silang Pascal Groß mengenai tubuhnya dan masuk ke gawang Chelsea.
Diego Gómez kemudian melepaskan tembakan yang melebar. Emiliano Martínez juga harus bekerja keras untuk menggagalkan peluang Olivier Boscagli yang berusaha menyamakan kedudukan.
Dalam situasi tersebut, Alonso membutuhkan pemain utamanya untuk kembali mengendalikan pertandingan. Palmer menjawab kebutuhan itu pada menit ke-74.
Memanfaatkan umpan João Pedro, Palmer melakukan pergerakan ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung yang melewati Verbruggen. Chelsea kembali unggul 4-2.
Brighton belum menyerah. Groß mencetak gol melalui sundulan pada masa tambahan waktu dan mengubah skor menjadi 4-3.
Chelsea akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Kemenangan tersebut menjaga start sempurna The Blues bersama Alonso.
Meski demikian, tujuh gol dalam dua pertandingan dan lima gol yang bersarang di gawang Chelsea menunjukkan bahwa Alonso masih harus meningkatkan keseimbangan permainan timnya jika ingin membawa The Blues bersaing lebih jauh pada musim ini. (MR-01)






