Bangkit dari Tekanan Awal
Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Cristian Chivu menilai Inter Milan menunjukkan kedewasaan saat bangkit dari ketertinggalan dan menang 4-3 atas Como 1907 di Stadio Giuseppe Sinigaglia Djarum. Inter sempat tertinggal 0-2 sebelum membalikkan keadaan lewat Marcus Thuram dan Denzel Dumfries.
Álex Valle Gómez membuka keunggulan Como setelah memanfaatkan bola rebound di kotak penalti. Nicolás Paz Martínez kemudian menggandakan skor lewat serangan cepat yang membuat lini belakang Inter kewalahan.
“Kami tahu laga ini tidak akan mudah. Mereka bermain dengan intensitas tinggi sejak menit pertama”, kata Chivu kepada DAZN Italia dilansir Mataredaksi.
Ia mengakui Inter kesulitan mengontrol tempo di awal laga. Namun, ia tetap menilai timnya tidak kehilangan fokus meski tertinggal dua gol.
Momentum Berubah Lewat Gol Thuram
Inter mulai menemukan ritme di akhir babak pertama. Marcus Thuram memperkecil ketertinggalan lewat penyelesaian keras setelah duel dengan bek Como.
Gol itu mengubah dinamika pertandingan. Inter tampil lebih percaya diri saat memasuki babak kedua. “Kami sempat tertinggal 2-0, tetapi gol itu memberi kami keyakinan untuk kembali”, ujar Chivu.
Setelah jeda, Inter menaikkan intensitas tekanan. Mereka bermain lebih agresif dan memaksa Como bertahan lebih dalam.
Set-Piece dan Efektivitas Serangan
Chivu menegaskan bola mati menjadi faktor penting dalam kemenangan ini. Inter mempersiapkan skema set-piece secara khusus sebelum laga. “Kami hanya fokus pada set-piece pagi ini karena tahu itu bisa menjadi peluang penting”, katanya.
Hasilnya terlihat jelas. Denzel Dumfries mencetak gol penting lewat skema bola mati yang dirancang staf pelatih.
Inter juga mencatat produktivitas tinggi musim ini. Mereka sudah mencetak lebih dari 100 gol di semua kompetisi, menegaskan ketajaman lini serang.
Mentalitas Inter di Laga Sulit
Chivu menyebut kemenangan ini sebagai bukti perkembangan mental timnya. Ini menjadi kali kedua Inter menang setelah tertinggal dua gol musim ini. “Kami memahami momen pertandingan dengan lebih baik sekarang. Itu yang membuat perbedaan”, ucapnya.
Ia juga menilai pemain mulai lebih matang dalam membaca situasi di lapangan. Inter tidak panik meski berada dalam tekanan besar. “Sekarang tim lebih dewasa dalam mengelola emosi dan tempo”, tambahnya.
Persaingan Scudetto Makin Ketat
Kemenangan ini memperkuat posisi Inter di puncak klasemen Serie A. Napoli gagal menang, sementara AC Milan justru kalah pada pekan yang sama.
Inter kini unggul sembilan poin dengan enam pertandingan tersisa. Situasi itu membuat peluang Scudetto semakin terbuka, tetapi Chivu meminta tim tetap fokus.
“Dengan tujuh laga tersisa, kami harus tetap bermain dengan ambisi tinggi”, katanya. Ia menegaskan Inter tidak boleh terlena dengan keunggulan poin.
Dumfries dan Variasi Serangan Inter
Chivu juga memberi pujian khusus kepada Denzel Dumfries yang mencetak dua gol setelah kembali dari cedera panjang. Ia menilai Dumfries memberi dimensi berbeda dalam serangan Inter. “Dia memberi kekuatan di kotak penalti dan timing yang sangat tepat”, ujar Chivu.
Menurutnya, Luis Henrique memberi kontrol bola lebih baik, tetapi Dumfries memberi ancaman langsung di area berbahaya. Kombinasi keduanya membuat Inter memiliki variasi serangan yang lebih lengkap di fase krusial musim ini. (MR-03)






