Mataredaksi.com, BOGOR – Unione Sportiva Cremonese melangkah ke babak berikutnya Coppa Italia 2026/2027, setelah menyingkirkan Parma Calcio 1913 dengan kemenangan 2-0 pada babak 32 besar, di Stadion Ennio Tardini, Selasa (1/9/2026) malam WIB.
Cremonese tampil efektif sejak awal pertandingan. Skuad racikan Marco Giampaolo mencetak dua gol melalui Simone Lottici Tessadri pada menit kelima dan Simone dan Adin Ličina pada menit ke-41.
Parma Calcio sebenarnya berusaha merespons setelah tertinggal. Namun, penyelesaian akhir anak asuhan Carlos Cuesta tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan Cremonese. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-2 tetap bertahan.
Cremonese Langsung Menekan
Cremonese membuka pertandingan dengan permainan agresif. Tekanan Alberto Grassi dan kawan-kawan membuahkan hasil ketika laga baru berjalan lima menit.
Marco Nasti mengirimkan umpan kepada Simone Lottici Tessadri yang berada di tengah kotak penalti. Gelandang produk asli akademi usia muda Cremonese itu kemudian melepaskan tendangan kaki kanan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang Giovanni Daffara.
Gol tersebut membuat Le Tigri (“Para Macan”), julukan Cremonese, semakin percaya diri. Adin Ličina kemudian kembali mengancam pertahanan Parma Calcio pada menit kedelapan melalui tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti. Namun, bola melebar ke kanan.
Tim tuan rumah mencoba membalas melalui Lautaro Rodrigo Valenti dan Matija Frigan. Lautaro Valenti melepaskan tembakan setelah situasi sepak pojok pada menit ketujuh, tetapi bola melambung. Sementara itu, tembakan Frigan pada menit ke-35 dari luar kotak penalti juga belum menemui sasaran.
Pertandingan sempat terhenti sejenak pada menit ke-25 untuk jeda minum. Setelah kembali berjalan, Parma mencoba membangun serangan dari sisi sayap, tetapi Cremonese tetap mampu menjaga keunggulan.
Sebelum gol kedua, Cremonese memiliki peluang melalui Simone Pontisso pada menit ke-21. Tendangannya dari luar kotak penalti masih diblok pemain Parma. Salvatore Elia juga mencoba memanfaatkan situasi sepak pojok pada menit kesembilan, tetapi tembakannya melambung.
Ličina Gandakan Keunggulan
Ketika Parma Calcio mulai menemukan ritme permainan dan berusaha membangun serangan, Cremonese justru kembali menciptakan pukulan. Adin Ličina menggandakan keunggulan pada menit ke-41. Gol tersebut berawal dari serangan balik cepat yang dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Cremonese.
Tommaso Berti mengirimkan umpan terobosan kepada Ličina. Penyerang sayap asal Jerman tersebut kemudian melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti kecil. Bola meluncur ke bagian tengah atas gawang dan membuat Federico Agazzi kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya.
Gol kedua itu semakin memperbesar tekanan bagi Parma Calcio. Cremonese pun mampu menjaga keunggulan hingga penghujung babak pertama. Parma Calcio sebenarnya memperoleh peluang pada menit ke-43 untuk memperkecil ketertinggalan.
Nesta Elphege menyambut umpan sundulan Matija Frigan dari jarak dekat. Namun, peluang tersebut belum berbuah gol karena Federico Agazzi mampu mengamankan bola. Hingga babak pertama berakhir, Cremonese tetap unggul 2-0 atas Parma Calcio.
Memasuki babak kedua, Parma Calcio langsung melakukan tiga pergantian pemain sekaligus untuk meningkatkan daya gedor. David Romero, Mandela Keita, dan El Bilal Touré masuk untuk memberikan tenaga baru bagi lini permainan Parma. Cremonese kemudian merespons dengan memasukkan Sebastiano Luperto dan Jari Vandeputte.
Parma Gagal Bangkit
Perubahan tersebut membuat Parma Calcio tampil lebih aktif menyerang setelah jeda. Tim tuan rumah berusaha meningkatkan intensitas permainan dan mencari celah di pertahanan Cremonese. Romero hampir memperkecil ketertinggalan pada menit ke-56.
Ia melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Mandela Keita. Namun, bola masih melebar tipis ke sisi kanan sehingga Parma kembali gagal memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan.
Skuat “Para Macan” kemudian mengandalkan serangan balik untuk meredam tekanan Parma. Adin Ličina dan Vandeputte memaksa Giovanni Daffara melakukan penyelamatan pada menit ke-60.
Penjaga gawang Parma Calcio 1913 berusia 21 tahun itu mampu mengamankan kedua percobaan tersebut sehingga gawangnya tetap terjaga dari kebobolan tambahan.
Tim tuan rumah yang dijuluki I Crociati (“Para Tentara Salib”) terus menekan melalui situasi bola mati. David Romero dan El Bilal Touré mendapatkan peluang lewat sundulan. Namun, kedua upaya tersebut belum mampu mengubah kedudukan yang masih menunjukkan keunggulan dua gol bagi Cremonese.
Pada menit ke-63, “Para Tentara Salib” kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Pontus Almqvist untuk Matija Frigan. Kehadiran Almqvist memberi opsi tambahan dari sisi kanan. Parma berharap perubahan tersebut dapat membantu mereka menciptakan tekanan yang lebih konsisten di area pertahanan Cremonese.
Namun, usaha Lautaro Valenti dan kawan-kawan tetap belum menghasilkan gol. Parma terus berusaha mencari ruang di antara pemain bertahan Cremonese, tetapi peluang yang mereka dapatkan belum mampu diselesaikan menjadi gol.
Pada menit ke-83, Almqvist mencoba mencetak gol dari sisi kanan kotak penalti. Tembakannya menggunakan kaki kiri masih dapat diblok pertahanan Cremonese. Upaya tersebut sekaligus menjadi salah satu kesempatan Parma pada fase akhir pertandingan untuk menghidupkan kembali peluang mereka.
Menjelang akhir laga, Cremonese melakukan beberapa pergantian untuk mempertahankan keunggulan. Parma memperoleh sejumlah sepak pojok dan terus mencoba memanfaatkan bola mati. Namun, pertahanan lawan mampu menghalau tekanan sehingga keunggulan Cremonese tetap bertahan.
Cremonese Amankan Tiket
Wasit memberikan tambahan waktu empat menit. Parma tetap mencoba memanfaatkan sisa waktu pertandingan untuk mencetak gol. Namun, beberapa serangan mereka terhenti karena offside dan rapatnya pertahanan Cremonese.
Alberto Grassi dan kolega akhirnya mengelola pertandingan dengan tenang hingga tambahan waktu. Cremonese tidak terburu-buru dalam menjaga keunggulan dua gol yang sudah mereka miliki sejak babak pertama.
Parma memang terus mencari celah, tetapi kesulitan menemukan ruang untuk menembus pertahanan lawan. Setiap upaya yang dibangun Parma kembali menemui jalan buntu sebelum menghasilkan peluang bersih di depan gawang.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Cremonese 2-0. Dua gol pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut sekaligus mengantarkan mereka melewati babak 32 besar Coppa Italia edisi ke-80.
Sebaliknya, Parma Calcio harus menerima kenyataan tersingkir setelah gagal memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan sepanjang pertandingan. Beberapa kesempatan yang diperoleh pada babak kedua belum cukup untuk mengubah keadaan.
Cremonese menunjukkan efektivitas lebih baik dengan memaksimalkan momen penting untuk mencetak gol. Mereka mampu mempertahankan keunggulan setelah unggul dua gol pada babak pertama dan memastikan hasil tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.
Dengan hasil tersebut, Cremonese melanjutkan perjalanan mereka di Coppa Italia 2026/2027, sedangkan Parma Calcio harus mengakhiri kiprahnya pada kompetisi musim ini. (MR-02)






