Deschamps Pastikan Mbappé Siap Hadapi Inggris, Isyaratkan Rotasi Laga Terakhir

Siap Tampil – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps berbicara kepada awak media dalam konferensi pers jelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026 melawan Inggris, di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB. Deschamps memastikan Kylian Mbappé siap tampil, sekaligus mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain pada pertandingan terakhirnya bersama Les Bleus. (Sumber foto: @ActuFoot_/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Tim nasional Prancis, Didier Deschamps, memastikan Kylian Mbappé dalam kondisi siap dimainkan saat menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026. Meski demikian, sang pelatih mengisyaratkan akan melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain dalam pertandingan terakhirnya bersama Les Bleus.

Prancis akan menghadapi Inggris di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB. Duel ini menjadi penutup perjalanan Deschamps sebagai pelatih kepala setelah lebih dari satu dekade menangani tim nasional Prancis.

Selain memburu medali perunggu, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Mbappé untuk mengejar gelar top skor Piala Dunia 2026.

Hingga menjelang laga terakhir, kapten Les Bleus telah mengoleksi delapan gol, jumlah yang sama dengan Lionel Messi. Namun, megabintang Argentina itu masih unggul dalam persaingan Sepatu Emas setelah menambah satu assist pada semifinal melawan Inggris.

Karena gol pada pertandingan perebutan tempat ketiga tetap dihitung dalam klasemen pencetak gol terbanyak, Mbappé masih memiliki peluang besar untuk menutup turnamen sebagai peraih Golden Boot.

Deschamps Isyaratkan Rotasi Besar Skuad

Meskipun memastikan Kylian Mbappé tersedia, Didier Deschamps menegaskan dirinya tetap akan melakukan rotasi pemain. Langkah ini ia ambil demi menjaga keseimbangan tim sekaligus memberi kesempatan unjuk gigi kepada beberapa pilar lain.

Deschamps mendasarkan setiap keputusan pada kondisi fisik pemain serta kebutuhan taktis menjelang laga pamungkas. “Saya memiliki tanggung jawab sebagai pelatih untuk melakukan segala cara agar tim bisa mencapai target pada pertandingan besok”, ujar Deschamps.

Ia sangat berharap para pemain mampu mengakhiri turnamen dengan hasil positif. Walaupun, skuad Les Bleus sudah tidak mungkin mewujudkan target utama mereka untuk menjuarai Piala Dunia 2026.

Deschamps juga mengaku telah berdiskusi intensif dengan sejumlah pemain mengenai kesempatan tampil di lapangan. Karena itu, ia belum ingin mengungkap secara rinci siapa saja yang akan mengisi starting eleven Prancis.

“Saya memiliki beberapa pilihan pemain. Ada yang kemungkinan tampil sejak awal dan ada pula yang memiliki alasan pribadi untuk ingin bermain. Saya belum ingin membuka isi pembicaraan dengan para pemain, tetapi memang akan ada beberapa perubahan dalam tim”, katanya.

Laga Perpisahan Emosional sang Juru Taktik

Bentrokan melawan Inggris ini sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis. Federasi sepak bola mereka resmi memercayakan kursi pelatih kepada Deschamps sejak tahun 2012 silam.

Selama masa kepemimpinannya, Deschamps sukses mempersembahkan gelar bergengsi Piala Dunia 2018. Ia juga membawa Prancis menjadi runner-up Piala Dunia 2022, serta kembali mengantar Les Bleus melaju hingga babak semifinal pada edisi 2026 ini.

Dalam sesi konferensi pers terakhirnya, pelatih berusia 57 tahun itu mengaku emosional. Namun, ia memilih menikmati momen perpisahan ini tanpa kesedihan yang berlebihan.

“Saya tahu ini adalah pertandingan terakhir saya. Saya tidak ingin ada yang menangis dan saya rasa itu juga tidak akan terjadi”, ujar Deschamps sembari tersenyum.

Ia menambahkan bahwa selama menangani Prancis, dirinya telah melewati banyak momen indah maupun masa-masa sulit yang membentuk perjalanan kariernya.

“Saya beruntung bisa mengalami begitu banyak kenangan luar biasa. Memang semuanya akan segera berakhir, tetapi kehidupan akan terus berjalan. Saya tetap memandang masa depan dengan optimistis”, tuturnya.

Deschamps bahkan menyebut mandat melatih Timnas Prancis sebagai pengalaman paling berharga sepanjang karier profesionalnya. “Tim nasional Prancis adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam kehidupan profesional saya”, ucapnya bangga.

Komitmen Total Konaté Demi Lambang di Dada

Pada kesempatan yang sama, bek tengah Prancis Ibrahima Konaté turut mengakui bahwa perebutan tempat ketiga bukanlah pertandingan impian setiap pemain. Ia sependapat dengan arsitek Inggris, Thomas Tuchel.

Sebelumnya, di negara asalnya Jerman, “The Professor”, julukan Thomas Tuchel menyebut tidak ada satu pun tim yang benar-benar ingin memainkan laga perebutan medali perunggu karena seluruh peserta datang dengan target mengincar trofi juara.

Meski demikian, Konaté menegaskan seluruh pemain tetap memikul tanggung jawab besar untuk membela nama baik Prancis hingga menit akhir pertandingan. “Kami tentu ingin bermain di final. Itu target utama kami sejak awal turnamen”, kata Konaté.

“Tetapi kami tetap mewakili Prancis. Banyak pemain bermimpi mengenakan jersey tim nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan. Karena itu, kami harus menghormati lambang di dada dan memberikan performa terbaik pada pertandingan terakhir”, pungkas bek yang musim depan akan bergabung dengan Real Madrid tersebut. (MR-01)

Sumber: ESPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *