“Yang paling dekat ada RT dan RW, kemudian kepala desa hingga instansi terkait. Semua harus bergerak agar kejadian ini tak terulang”
Mataredaksi.com, CIANJUR – Duel maut yang menyebabkan satu pelajar tewas, di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini, terus menuai sorotan.
Bahkan, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe ikut angkat suara terkait kejadian yang terjadi di Kecamatan Leles ini. “Kalau sudah ada yang meninggal, serahkan pada kepolisian prosesnya. Siapapun dia dan berapapun usianya”, tutur Ramzi, Kamis (24/7/2025).
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, akan berupaya untuk mencegah kejadian serupa dengan meningkatkan peran dari semua pihak, mulai dari tingkatan kabupaten hingga ke desa-desa.
“Yang paling dekat ada RT dan RW, kemudian kepala desa hingga instansi terkait. Semua harus bergerak agar kejadian ini tak terulang”, ujarnya dilansir Mataredaksi.com, Jumat (25/7/2025).
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, memastikan memanggil kepala sekolah terkait masalah ini. “Kami sudah terima laporan adanya kejadian yang menyebabkan seorang siswa meninggal dunia. Rencananya akan dipanggil kepala sekolahnya”, ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli.
Menurut dia, pihak sekolah akan dimintai penjelasan terkait siswanya yang masih keluyuran saat malam hari sehingga terjadi aksi tersebut. “Apalagi informasinya kan pada siswa beralasan ke orangtuanya ada kegiatan di sekolah. Kami ingin pastikan apakah memang saat itu ada kegiatan sekolah atau hanya jadi alasan siswa untuk keluar malam”, kata dia.
Amankan 15 Pelaku
Dilain pihak, Kepala Polsek Agrabinta, AKP Nanda Riharja mengatakan, dari hasil penyelidikan, ada 16 pelajar yang diduga terlibat dalam duel maut, pada Jumat (18/7/2025) malam itu.
Sebanyak empat siswa terlibat dalam perkelahian, 10 siswa berperan untuk memastikan duel digelar, dan dua orang lainnya turut meramaikan. “Termasuk dengan korban, total ada 16 orang yang terlibat dalam aksi duel tersebut dengan peran yang berbeda”, kata AKP Nanda Riharja.
Menurutnya, saat ini 15 orang anak yang merupakan siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Leles sudah diamankan dan dibawa ke Polres Cianjur untuk dimintai keterangan. “Sudah kami amankan di rumahnya masing-masing, tadi sore sudah sampai ke Mapolres Cianjur. Dengan didampingi oleh orangtuanya, siswa ini diperiksa oleh petugas PPA Satreskrim Polres Cianjur”, kata dia.
AKP Nanda Riharja menyebut, jika belum ada tersangka dalam kasus duel maut tersebut. “Semuanya masih berstatus saksi, belum ada yang ditetapkan tersangka”, lanjut dia. “Kami masih cari tahu motif sesungguhnya apa”, ujar Kapolsek, seraya menandasi. (MR-4)






