FPTI Kota Bogor Gelar Sirkuit Panjat Tebing Untuk Jaring Bibit Atlet Muda

Regenerasi Sejak Dini

FEDERASI Panjat Tebing Indonesia Kota Bogor mengabadikan foto bersama peserta Sirkuit Panjat Tebing 2025 yang diseelenggarakan di Boulder Climbing Gym Mall Boxies 123, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025). (Sumber Foto: Instagram|@ fptikotabogornew)

“Harapan kedepannya, jumlah peserta lomba semakin bertambah, dan olahraga panjat tebing semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya Kota Bogor”

Mataredaksi.com, BOGOR – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bogor menyelenggarakan kompetisi panjat tebing di Boulder Climbing Gym Mall Boxies 123, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/7/2025).

Kompetisi yang mengusung tema ‘Sirkuit Panjat Tebing Kota Bogor’ digelar selama dua hari, mulai 11-12 Juli 2025. Tujuannya, untuk menjaring bibit atlet panjat tebing dari kalangan anak-anak dan remaja.

Ketua Panitia, Sabastian Bahri Maulana Sianturi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan atlet sejak usia dini.

“Pembinaan memang harus dilakukan sejak awal agar tidak terlambat. Panjat tebing adalah olahraga yang menuntut kreativitas tinggi dan tergolong ekstrem, sehingga latihan sejak dini sangat penting”, katanya.

Ada sebanyak 35 peserta putra dan putri yang turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka terbagi dalam tiga kelompok umur. “Dari 7-10 tahun, kemudian 11 -14 tahun, dan 15-18 tahun”, jelas Sabastian Sianturi.

Menurutnya, antusiasme anak-anak dan remaja terhadap olahraga panjat tebing, di Kota Bogor, dinilai cukup tinggi, meskipun sebagian besar masih dalam tahap awal mengenal olahraga ini. Karena sarana dan prasarananya di Kota Bogor masih terbatas.

“Kami berharap lewat ajang ini bisa muncul bibit-bibit unggul yang kelak bisa mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional”, imbuh Sabastian.

Dalam sirkuit tahun ini, dipertandingkan dua kategori, yakni Lead climbing dan Speed Classic. Untuk nomor Lead climbing, peserta diberikan waktu lima menit untuk menyelesaikan rute panjatan.

Penilaian dilakukan berdasarkan seberapa tinggi peserta berhasil mencapai jalur tersebut sebelum waktu habis atau sebelum jatuh. “Semakin tinggi climber mencapai titik, semakin baik skor yang diperoleh”, sambung Tian – panggilan akrab sosok yang tercatat sebagai atlet panjat tebing Kota Bogor ini.

Kemudian, lanjut Sabastian, untuk nomor Speed Classic, peserta berlomba mencapai puncak dinding panjat secepat mungkin. “Pemenang dari kategori ini diambil dari peringkat 1 hingga 3 di setiap kelompok umur”, ujarnya.

Lebih lanjut, Tian mengatakan, bahwa Sirkuit Panjat Tebing 2025 ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh FPTI Kota Bogor sebagai bagian dari program regenerasi atlet.

“Harapan kedepannya, jumlah peserta lomba semakin bertambah, dan olahraga panjat tebing semakin dikenal luas oleh masyarakat, khususnya Kota Bogor”, pungkas Sabastian Sianturi. (MR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *