Gasperini Akui AS Roma Terpukul, Kekalahan 2-5 dari Inter Jadi Pukulan Moral

Memberi Isyarat – Pelatih kepala Gian Piero Gasperini memberi isyarat dari touchline saat AS Roma menghadapi Inter Milan pada pekan ke-31 Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (6/4/2026) dini hari WIB. Gasperini mengakui timnya mengalami pukulan moral besar setelah kalah telak 2-5. (Sumber foto: @footballitalia/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui timnya mengalami pukulan moral besar setelah kalah telak 2-5 dari Inter Milan dalam pertandinan pekan ke-31 lanjutan Serie A Italia 2025/2026, di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Senin (6/4/2026) dini hari WIB.

Gol Cepat Ubah Jalannya Laga

AS Roma langsung menghadapi tekanan sejak awal pertandingan. Lautaro Martínez membuka keunggulan Inter Milan hanya dalam waktu satu menit.

Meski tertinggal cepat, i Lupi (Serigala) – julukan AS Roma – sempat merespons dengan baik. Gianluca Mancini mencetak gol penyama kedudukan sebelum akhirnya mengalami cedera.

Namun, situasi berubah menjelang turun minum. Gol jarak jauh Hakan Çalhanoğlu membuat Serigala Ibukota kembali tertinggal dan kehilangan momentum.

Babak Kedua Jadi Titik Jatuh

Memasuki babak kedua, AS Roma gagal menjaga konsistensi permainan. Tuan rumah tampil lebih agresif dan memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Marcus Thuram, Lautaro, dan Nicolò Barella menambah gol untuk memperlebar keunggulan.

Roma hanya mampu membalas lewat Lorenzo Pellegrini di akhir laga. Namun gol tersebut tidak mengubah hasil akhir. “Gol ketiga benar-benar memukul mental kami. Setelah itu, kami kesulitan untuk bangkit”, ujar Gasperini.

Tekanan Inter tidak hanya datang dari lini depan, tetapi juga dari kontrol permainan di lini tengah. Inter Milan mampu mendominasi penguasaan bola dan memaksa AS Roma bermain lebih dalam.

Pergerakan tanpa bola para pemain Inter membuat lini pertahanan Roma kesulitan menjaga posisi. Transisi cepat dari bertahan ke menyerang juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan tim tamu sepanjang babak kedua.

Selain itu, AS Roma terlihat kehilangan organisasi permainan setelah kebobolan gol ketiga. Jarak antar lini mulai melebar dan koordinasi bertahan tidak berjalan optimal.

Kondisi tersebut dimanfaatkan I Nerazzurri untuk terus menekan. Serangan demi serangan membuat Bryan Cristante dan kawan-kawan kesulitan keluar dari tekanan dan akhirnya harus menerima kekalahan telak.

Meski demikian, Gasperini tetap melihat sisi positif dari performa timnya di babak pertama. Ia menilai skuad racikannya mampu bermain disiplin sebelum kehilangan momentum menjelang jeda.

Cedera Mancini Berpengaruh

Gian Piero Gasperini menilai cedera Gianluca Mancini ikut memengaruhi performa AS Roma. Ia menyebut bek tersebut sebagai sosok penting dalam menjaga stabilitas lini belakang. Absennya Mancini membuat koordinasi pertahanan tim tidak berjalan optimal.

Menurutnya, kondisi skuad yang belum lengkap juga berdampak langsung pada performa tim di lapangan. “Ketika kami bermain dengan kekuatan penuh, tim tampil lebih kompetitif. Saat ini kami kehilangan beberapa pemain penting”, jelasnya.

Persaingan Empat Besar Kian Ketat

Kekalahan ini membuat AS Roma tertinggal dalam perburuan tiket Liga Champions UEFA. Mereka kini bersaing ketat dengan Juventus dan Como 1907.

Meski demikian, Gasperini menegaskan timnya belum menyerah. Ia tetap optimistis AS Roma bisa bangkit di sisa musim. “Kami masih memiliki peluang. Kami akan berjuang untuk mengejar posisi yang hilang”, tegasnya.

AS Roma kini bersiap menghadapi dua laga kandang penting. Hasil dari dua pertandingan tersebut akan sangat menentukan langkah mereka dalam perebutan posisi empat besar Serie A musim ini. (MR-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *