Hariff Defense Luncurkan Sisbak Mortir, Teknologi Presisi untuk TNI

PENGHARGAAN - Direktur Utama Hariff Defense Adi Nugroho menerima penghargaan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada 2021 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kamis (18/9/2025). (Sumber foto: Dok. Kemenperin-RI)

Mataredaksi.com, BOGOR – PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense) meluncurkan Sisbak Mortir (Sistem Penembakan Mortir berbasis Komputer). Produk ini meraih sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 2021 dari Kementerian Perindustrian dengan nilai 51,98%, melebihi ketentuan minimal.

Riset dan Produksi Selama Delapan Tahun
Direktur Utama Hariff Defense, Adi Nugroho, menyatakan bahwa inovasi ini lahir dari riset sejak 2015. Tim Hariff Defense bekerja sama dengan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) mengembangkan sistem tersebut.

“Kami menguji coba dan menjalani sertifikasi secara bertahap. Setelah itu, kami memproduksi Sisbak Mortir massal. Kini, Infanteri TNI AD dan Marinir TNI AL telah menggunakan unit ini”, ujar Adi Nugroho, Kamis (18/9/2025).

Kemampuan Sistem dan Keunggulan
Sisbak Mortir mempercepat sekaligus meningkatkan akurasi tembakan mortir. Sistem ini memiliki tiga unit utama:

  • Jaupan: Peninjau Depan

  • Pusturbak: Pusat Pengatur Tembakan

  • Pucuk: Pusat Kontrol/Firing Center

Selain itu, sistem menggunakan Infantry Targeting Device (ITD) karya Hariff Defense. Perangkat ini dilengkapi Laser Range Finder (LRF) yang menjangkau hingga 3 km. Dengan ITD, operator dapat mengunci target dengan presisi. Selanjutnya, data tembakan diproses cepat sehingga kalkulasi lebih efisien dibanding metode plotting board atau Morcos.

Penghargaan dan Pengenalan Publik
Sisbak Mortir tampil perdana pada Indonesia 4.0 Conference & Expo 2025 di Jakarta International Convention Center pada 17–18 September 2025. Produk ini langsung meraih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2025 dari Kemenperin.

Melalui inovasi ini, Hariff Defense membuktikan bahwa industri pertahanan nasional mampu menghadirkan teknologi modern dan mandiri. Sistem ini efisien, presisi, dan mendukung tugas TNI. Selain itu, pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia dalam mendorong kemandirian teknologi pertahanan. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *