Mataredaksi.com, BOGOR – Football Club Internazionale Milano (Inter Milan) kembali meraih kemenangan dalam pramusim. Nerazzurri menundukkan Juventus 2-1 pada laga di Optus Stadium, Burswood, Perth, Australia, Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Federico Dimarco dan Andy Diouf mencetak gol kemenangan Inter Milan. Sementara itu, Francisco Conceição mencetak gol balasan Juventus pada akhir laga.
Hasil ini menjaga rekor sempurna Inter dalam empat pertandingan pramusim. Pelatih Cristian Chivu kini menyiapkan tim menghadapi satu laga sisa sebelum melakoni musim 2026-2027.
Dimarco Buka Keunggulan Inter
Kedua tim bermain hati-hati pada awal pertandingan. Juventus dan Inter belum mampu menciptakan peluang matang untuk mengancam gawang lawan.
Nicolò Barella sempat memanfaatkan sepak pojok Dimarco melalui tendangan voli. Namun, bola melaju tanpa menyulitkan kiper Michele Di Gregorio.
Tekanan Inter kemudian melahirkan peluang yang lebih berbahaya. Edon Zhegrova melepaskan tembakan memantul yang memaksa Ivan Provedel melakukan penyelamatan gemilang.
Inter akhirnya memecah kebuntuan melalui Dimarco. Bek kiri ini menyambar umpan silang Ange-Yoan Bonny dari dalam kotak penalti. Ia langsung mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang Juventus.
Keunggulan ini membuat Inter makin percaya diri. Hakan Çalhanoğlu hampir menggandakan skor melalui tendangan bebas melengkung.
Namun, kiper Juventus Michele Di Gregorio menepis bola tersebut. Kiper 29 tahun tersebut kembali menunjukkan refleks bagus saat menepis tembakan jarak jauh Henrikh Mkhitaryan.
Andy Tambah Keunggulan Inter
Cristian Chivu dan Luciano Spalletti mengubah komposisi pemain pada babak kedua. Pergantian ini langsung memberikan dampak positif bagi Inter Milan.
Andy Diouf masuk sebagai pemain pengganti Alessandro Bastoni. Ia hanya membutuhkan beberapa menit untuk membuktikan ketajamannya. Pada menit ke-62, ia melepaskan tembakan ke tiang dekat dan menaklukkan kiper lawan.
Gol ini membawa juara Serie A Italia musim 2025-2026 tersebut unggul 2-0 sekaligus menekan posisi Juventus. Pemain Bianconeri kemudian meningkatkan gempuran demi memburu gol balasan.
Upaya Manuel Locatelli dan kawan-kawan akhirnya membuahkan hasil pada lima menit penutup. Francisco Conceição menuntaskan kerja sama apik rekan-rekannya melalui tembakan tenang yang menembus gawang Josep Martínez.
Kerim Alajbegović hampir mencetak gol pada akhir pertandingan setelah menerima bola di dalam kotak penalti. Namun, tembakannya mengarah tepat ke pelukan kiper pengganti Ivan Provedel tersebuy.
Inter juga menghadapi situasi menegangkan pada menit-menit penutup. Pelanggaran Leonardo Noah Bovio atas Randal Kolo Muani sempat membuka peluang penalti bagi Juventus. Namun, pemain Nerazzurri mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Performa Pemain Makin Tajam
Federico Dimarco kembali menunjukkan ketajamannya, setelah musim lalu tampil produktif. Ia mencetak 17 assist di Serie A Italia 2025-2026, melampaui raihan pemain lain.
Tambahan tujuh gol membuat Dimarco mengumpulkan 24 kontribusi gol sepanjang musim lalu. Angka ini menjadi rekor paling tinggi bagi seorang bek dalam satu musim di lima liga top Eropa selama 20 tahun terakhir.
Kini, Dimarco berhasil mencetak gol dalam dua pertandingan pramusim secara beruntun. Ia juga melepaskan tiga tembakan saat menghadapi Juventus, paling banyak di antara pemain Inter Milan.
Andy pun mencuri perhatian setelah kembali mencetak gol. Sebelumnya, ia memborong dua gol saat Inter menang 2-1 atas Karlsruher SC pada laga pramusim pertama.
Musim lalu, Andy hanya mencatatkan 480 menit tampil dalam 19 laga liga. Kini, ia mulai membuktikan kapasitasnya sebagai opsi pelapis yang memberi kepastian bagi Chivu.
Modal Berharga Menuju Musim Baru
Konsistensi permainan memberi Cristian Chivu gambaran positif menjelang kompetisi resmi. Selain mempertahankan produktivitas, Inter mampu merespons tekanan Juventus ketika lawan meningkatkan serangan.
Performa para pemain pelapis memperlihatkan kedalaman skuad yang menjadi modal penting sepanjang musim. Inter kini mengemas empat kemenangan pramusim.
Skuad Inter melakoni satu pertandingan penutup melawan Real Betis Balompié sebelum memulai upaya mempertahankan gelar Scudetto pada 15 Agustus mendatang.
Performa ini makin memperkuat keyakinan Chivu bahwa Inter Milan siap menjadi kekuatan utama di Serie A musim 2026-2027. (MR-02)






