Kalah 0-1 dari Arsenal, Unai Emery Sebut Aston Villa Ambil Langkah Maju

Tetap Optimistis – Pelatih Aston Villa, Unai Emery, memberikan keterangan dalam sesi wawancara setelah timnya kalah 0-1 dari Arsenal pada pekan kedua Premier League 2026/2027, di Stadion Villa Park, Birmingham, Inggris, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. Meski The Lions kembali kehilangan poin dan belum mencetak gol dalam dua pertandingan awal, Emery menilai timnya menunjukkan perkembangan dan telah mengambil langkah maju. (Sumber foto: Screenshot/Tangkapan layar/@AstonVilla/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Manajer Unai Emery tetap melihat sisi positif dari kekalahan Aston Villa saat menjamu Arsenal pada pekan kedua Premier League 2026/2027. The Villans memang kembali gagal meraih poin, tetapi Emery menilai timnya menunjukkan perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Aston Villa kalah tipis 0-1 dari Arsenal, di Stadion Villa Park, Birmingham, Inggris, Selasa (1/9/2026) dini hari WIB. Gol Bukayo Saka pada menit ke-59 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Hasil itu membuat Aston Villa menelan dua kekalahan beruntun pada awal musim. John McGinn dan kawan-kawan juga belum mencetak gol dan belum mengoleksi satu pun poin.

Namun, pelatih asa Spanyol tersebut tidak melihat hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran. Ia menilai Aston Villa tampil lebih kompetitif setelah sebelumnya kalah telak 0-4 dari Brighton & Hove Albion.

Emery Melihat Langkah Maju

The Villans memang belum mampu memberikan ancaman besar kepada David Raya. Tendangan Emiliano Buendia pada menit ke-12 yang membentur bagian atas mistar menjadi peluang terbaik tuan rumah.

Selain peluang tersebut, tujuh tembakan Aston Villa lainnya tidak mengarah ke gawang. The Claret & Blue Army masih julukan Aston Villa, bahkan kembali gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran untuk pertandingan kedua secara beruntun.

The Villa hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,31. Sebaliknya, Arsenal mencatatkan xG 1,05 dengan 0,57 di antaranya berasal dari peluang yang menghasilkan gol Saka.

Catatan tersebut membuat The Lions masuk dalam sejarah Premier League. Mereka menjadi tim kedua sejak musim 2003/2004 yang tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dalam dua pertandingan pertama musim.

Swansea City lebih dulu mengalami catatan serupa pada musim 2017/2018. Pada akhir musim tersebut, Swansea terdegradasi. Meski statistik tersebut kurang menggembirakan, Emery tetap menemukan perkembangan dalam permainan timnya.

“Kami kalah, tetapi menurut saya kami mampu bersaing dengan baik. Kami sedang berusaha membangun kembali tim, namun ada banyak hal positif setelah hasil pertandingan ini”, ujar Emery kepada Sky Sports dilansir Mataredaksi.

Villa Belum Tajam di Depan Gawang

Emery mengakui The Villa belum mampu menciptakan peluang emas. Namun, pelatih berusia 54 tahun tersebut juga menilai Arsenal tidak memperoleh banyak kesempatan bersih selama pertandingan.

“Kami tidak menciptakan peluang emas, tetapi kami juga tidak membiarkan lawan menciptakan peluang emas. Pertandingan berjalan sangat seimbang”, katanya.

Pelatih yang sudah memasuki musim keempatnya bersama Aston Villa itu juga memberikan perhatian kepada sejumlah pemain yang menjalani debut bersama The Villa. Zion Suzuki dan Nicolas Jackson menjadi dua pemain yang mendapat apresiasi khusus.

“Beberapa pemain menjalani debut mereka dan tampil fantastis. (Zion) Suzuki dan (Nicolas) Jackson sama-sama menunjukkan performa yang sangat bagus. Ini adalah langkah maju pertama”, ujar Emery.

Emery Tetap Optimistis

Menurut Emery, kekalahan tersebut tetap memberikan modal bagi Villa untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Ia meminta para pemain mengambil pelajaran dari hasil negatif tersebut tanpa kehilangan kepercayaan diri.

“Kalah dalam pertandingan memang menyakitkan, tetapi setelahnya, kita harus berusaha mengambil sisi positifnya. Itulah sebabnya saya tetap optimistis”, katanya.

Aston Villa selanjutnya akan menghadapi Hull City Association Football Club pada Sabtu. Emery menyadari timnya membutuhkan hasil positif setelah kehilangan enam poin dari dua pertandingan pertama.

“Ada 38 pertandingan; kami sudah memainkan dua laga tanpa meraih poin, namun semoga kami bisa tampil lebih baik ke depannya”, ujarnya.

Dua Pemain Dekat ke Villa

Selain membahas pertandingan, Emery juga mendapat pertanyaan mengenai aktivitas Aston Villa menjelang penutupan bursa transfer.

Penyerang Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye, dan bek tengah Southampton, Taylor Harwood-Bellis, menyaksikan pertandingan melawan Arsenal dari tribune penonton. Kehadiran keduanya memperkuat kabar bahwa Villa berusaha menyelesaikan perekrutan sebelum jendela transfer ditutup.

Emery belum memberikan kepastian mengenai proses tersebut. Ia berharap klub dapat segera merampungkan urusan kedua pemain. “Saya tidak tahu apakah sudah resmi, semoga kami bisa merampungkan semuanya”, kata Emery.

Aston Villa memang sedang memasuki fase perubahan skuad. Emery menyebut klub telah melakukan pekerjaan besar dalam tiga tahun terakhir dan kini bersiap memasuki babak baru.

“Kami telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam tiga tahun terakhir. Kini, memasuki babak baru, kami akan berusaha membangun kembali tim secepat mungkin”, ujarnya.

Jackson dan Abraham Jadi Pilihan

Perubahan skuad juga terlihat di lini depan Aston Villa. Setelah Ollie Watkins bergabung dengan Al-Hilal Saudi Football Club pada pekan sebelumnya, Emery langsung memberikan kesempatan kepada Nicolas Jackson untuk menjalani debut.

Jackson baru tiba dari Chelsea dan langsung mendapat kepercayaan tampil melawan Arsenal. Tammy Abraham kemudian masuk dari bangku cadangan ketika Villa berusaha mencari gol penyama kedudukan.

Emery juga mengungkapkan keputusan Abraham untuk tetap memperjuangkan tempatnya di Villa Park meski mendapat minat dari klub lain.

“Kami memiliki satu penyerang, Nicolas Jackson—kami sangat senang dengannya—dan seorang penyerang muda, Brian Madjo; dia sedang cedera, tetapi kami berharap dia bisa berkontribusi”, kata Emery.

Mengenai Abraham, Emery menyebut sang pemain telah menentukan pilihan untuk melanjutkan karier bersama Villa.

“Lalu ada Tammy Abraham; keputusannya adalah untuk tetap di sini. Tentu saja, ada dua kemungkinan baginya: bertahan atau pergi. Kami membuka pintu baginya, namun dia memutuskan untuk bertahan”, ujarnya. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *