Mataredaksi.com, BOGOR – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulu Tangkis PBSI Kabupaten Bogor 2026 menjadi panggung persaingan atlet-atlet muda dari berbagai klub.
Kompetisi yang berlangsung berlangsung di markas PB Sekolah Bulu Tangkis Asprosena (SBA) atau Asprosena Badminton Hall, Kampung Sawah Murti, Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada 19-21 Agustus 2026 itu melibatkan 35 klub anggota PBSI Kabupaten Bogor.
Persaingan berlangsung pada sejumlah nomor pertandingan kelompok usia. Para juara dari setiap nomor tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga memiliki peluang melanjutkan kiprah ke jenjang kompetisi tingkat Jawa Barat.
Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia Kabupaten Bogor, Dedi Budi Sumardi, menempatkan Kejurkab sebagai bagian penting dalam pembinaan atlet daerah.
Menurutnya, kompetisi antarklub memberikan ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan setelah menjalani latihan secara rutin.
Persaingan Antar Klub
Data hasil Kejurkab Bogor 2026 menunjukkan persaingan cukup merata. Sejumlah klub berhasil mengantarkan atletnya menjadi juara pada nomor berbeda.
Pada nomor Ganda Tempara Putra (GRA), pasangan Argo Amar Resqian dan Nazwan Ramadhan dari PB Jimmy Hantu/Pandawa keluar sebagai juara. Posisi kedua ditempati Muhamad Raffa Habibi Dzakhwan dan Prabu Dzaki Al Fatih dari ALFATANZA.
Pasangan Raffa Habibi Dzakhwan dan Prabu Dzaki Al Fatih juga tampil sebagai juara pada nomor Ganda Pemula Putra (GPA). Mereka mengungguli pasangan Abdu Azka Zamzami dan Hilmi Akhmad Al Franaja dari Auto Smash Badminton Club.
Sementara itu, Iqlima Syahilla Putri Ramadhani dari ALFATANZA menjadi pemenang nomor Tunggalkan Usia Dini Putri (UDPI). Ega Andhara Putri dari PB Bumen Jaya berada di posisi kedua.
Pada nomor Tunggal Remaja Putri (TRI) dan Tunggal Pemula Putri (TPI), Gillian Thiana Tjiptawan dari PB Glory Famindo Badminton Club tampil sebagai juara. Catatan tersebut menjadi salah satu hasil menarik karena Gillian berhasil meraih posisi teratas pada dua nomor.
Munculnya Juara dari Berbagai Klub
Persaingan Kejurkab juga melahirkan juara dari berbagai klub anggota PBSI Kabupaten Bogor. Nazera Hauda Kautsar dari PB Pala Badminton Klub menjadi pemenang nomor Tunggal Anak Putri (TAPI).
Kemudian, Ega Andhara Putri dari PB Bumen Jaya meraih juara pertama nomor Tunggal Pra Usia Dini Putri (PUDPI). Sementara itu, Kun Abdurrahman Aufar dari Bina Tangkas Vieherb menjadi juara nomor Usia Dini Tunggal Putra (UDPA).
Pada nomor Tunggal Taruna Putra (TTA), Ilham Aulya Rhamadhan dari Pandawa menempati posisi teratas. Berikutnya, Dzaky Bhadrika Pratama dari Bina Tangkas Vieherb keluar sebagai juara Tunggal Remaja Putra (TRA).
Persaingan nomor Tunggal Pemula Putra (TPA) juga menghasilkan Nazwan Ramadhan dari Pandawa sebagai juara. Muhamad Raffa Habibi Dzakhwan dari ALFATANZA berada di posisi kedua.
Sementara itu, Rangga Adhyastha Putra dari ALFATANZA menjadi juara Tunggal Anak-anak Putra (TAPA). Pada nomor Tunggal Pra Usia Dini Putra (PUDPA), Rajib Alfaris dari PB Jimmy Hantu menempati posisi pertama.
Bekal Menuju Kejurprov
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan potensi atlet dari berbagai klub anggota PBSI Kabupaten Bogor. Selain menentukan juara, Kejurkab menjadi ajang bagi pengurus untuk memantau perkembangan atlet melalui persaingan resmi.
Kang DeBus, sapaan akrab Ketua Umum PBSI Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa proses pembinaan tidak berhenti setelah kejuaraan tingkat kabupaten selesai.
Para atlet terbaik perlu mendapatkan kesempatan bertanding di level lebih tinggi agar pengalaman dan kemampuan mereka terus berkembang.
Karena itu, hasil Kejurkab 2026 menjadi bagian dari perjalanan menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Barat 2030. Para juara dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Dengan keterlibatan 35 klub, Kejurkab PBSI Kabupaten Bogor 2026 memperlihatkan kesinambungan pembinaan bulutangkis di tingkat lokal. Kompetisi ini sekaligus membuka ruang bagi atlet muda untuk berkembang dan mengejar prestasi di tingkat Jawa Barat. (MR-02)






