Kekeringan Melanda, Ribuan Warga Jonggol di Bogor Krisis Air Bersih

PETUGAS BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Jonggol, Kamis (31/7/2025). Warga tampak antre membawa jeriken dan galon untuk mengisi air. (Sumber Foto: Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

Mataredaksi.com, BOGOR – Ribuan warga di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, mengalami krisis air bersih akibat menurunnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berdampak langsung terhadap ketersediaan sumber mata air di sejumlah kampung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa kebutuhan air bersih masyarakat kian mendesak.

Berdasarkan data BPBD per Kamis (31/7/2025), sedikitnya 2.063 warga terdampak, tersebar di beberapa titik: 1.013 jiwa di Kampung Karni, 840 jiwa di Kampung Kujang, serta 210 jiwa di Kampung Kujang Babakan, seluruhnya berada di wilayah Desa Jonggol.

“Menurunnya intensitas hujan menyebabkan debit sumber mata air menyusut, sehingga warga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan harian”, ungkap Adam dalam keterangannya.

Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 15.000 liter air bersih ke lokasi terdampak. Namun, distribusi air ini dinilai masih belum mencukupi, mengingat krisis mulai dirasakan, sejak Selasa (29/7/2025) dan berpotensi meluas jika cuaca kering berlanjut.

“Warga masih sangat membutuhkan bantuan tambahan, termasuk pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang”, kata Adam seraya menambah: “Kami terus memantau perkembangan dan siap mengirim bantuan lanjutan bila situasi memburuk”.

Krisis air bersih yang melanda Jonggol menjadi pengingat pentingnya antisipasi kekeringan di tengah perubahan cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan seperti Kabupaten Bogor bagian timur. (MR-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *