Mataredaksi.com, BOGOR – Pelatih Tim Nasional Vietnam, Kim Sang-sik, tak mampu menyembunyikan rasa haru setelah membawa timnya mempertahankan gelar ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026.
Di balik keberhasilan tersebut, pelatih asal Korea Selatan berusia 49 tahun itu memilih mempersembahkan kemenangan kepada para penggemar yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.
Kim Sang-sik menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers seusai leg kedua final ASEAN Hyundai Cup 2026, di Mỹ Đình National Stadium, Hanoi, Rabu (26/8/2026) malam WIB. Ia hadir dengan wajah penuh kegembiraan setelah Vietnam melewati pertandingan dramatis melawan Thailand.
Vietnam sempat dua kali tertinggal dalam pertandingan tersebut. Namun, para pemain tetap menunjukkan semangat juang hingga mampu mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Hasil itu membuat Vietnam mengunci kemenangan agregat 4-2. Sebelumnya, Golden Star Warriors menang 2-0 atas Thailand pada leg pertama, di Stadion Rajamangala, Bangkok.
Keberhasilan tersebut sekaligus mencatat sejarah baru bagi Vietnam. Mereka menjadi juara untuk keempat kalinya setelah sebelumnya meraih gelar pada 2008, 2018, dan 2024. Vietnam juga untuk pertama kalinya mampu mempertahankan gelar juara Asia Tenggara.
Kim Sang-sik Apresiasi Perjuangan Pemain
Kim Sang-sik mengaku bangga melihat perjuangan para pemainnya. Menurut dia, seluruh anggota tim mampu melewati tekanan selama persiapan hingga pertandingan final.
“Pertama-tama, saya senang sejarah telah menyebut nama para pemain Vietnam. Selama proses persiapan, ada saat-saat ketika para pemain dimarahi oleh staf pelatih, tetapi mereka mengatasi tekanan dan mencapai tujuan bersama untuk memenangkan kejuaraan”, ujar Kim Sang-sik.
Ia kemudian menyampaikan penghargaan khusus kepada para suporter yang memenuhi tribun Mỹ Đình. Dukungan puluhan ribu penonton menjadi bagian penting dalam suasana emosional yang mengiringi keberhasilan Vietnam.
“Saya berterima kasih kepada para penggemar yang memenuhi Stadion Mỹ Đình untuk menyemangati tim. Kemenangan ini untuk para penggemar”, kata Kim Sang-sik.
Thailand Beri Tekanan Besar
Kim Sang-sik juga mengakui Vietnam menjalani 90 menit yang tidak mudah meski membawa modal kemenangan dua gol dari leg pertama. Thailand tampil agresif dan mampu membuat pertahanan Vietnam bekerja keras.
Vietnam bahkan lebih banyak berkonsentrasi menjaga pertahanan pada beberapa fase pertandingan. Thailand kemudian membuka keunggulan pada babak pertama dan membuat situasi semakin menekan bagi tuan rumah.
Kim Sang-sik langsung melakukan penyesuaian ketika memasuki ruang ganti. Ia meminta pemain memperbaiki permainan dan mengubah pendekatan taktik pada babak kedua.
“Tim telah mempersiapkan diri dengan baik, tetapi tertinggal di babak pertama membuat segalanya menjadi sulit bagi kami”, tuturnya.
“Ketika saya masuk ke ruang ganti, saya memberi instruksi kepada para pemain dan menyesuaikan taktik. Đỗ Hoàng Hên berkontribusi pada gol penyama kedudukan. Saya berterima kasih kepada para pemain karena tidak menyerah”, lanjutnya.
Đỗ Hoàng Hên kemudian mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-52. Tendangannya membentur tiang, memantul mengenai kiper Chatchai Budprom, lalu masuk ke gawang Thailand.
Thailand kembali unggul 2-1 menjelang akhir pertandingan. Namun, gol bunuh diri pada masa tambahan waktu membuat Vietnam menyamakan skor sekaligus memastikan gelar tetap berada di tangan mereka.
Kim Sang-sik Bangga
Kim Sang-sik menyebut keberhasilan tersebut sebagai buah kerja keras seluruh tim. Ia menilai para pemain menjalankan instruksi staf pelatih dengan serius hingga mampu melewati pertandingan final yang penuh tekanan.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga merasa momen tersebut semakin istimewa karena Vietnam sebelumnya berhasil menang di kandang Thailand. Kini, mereka merayakan gelar di hadapan lebih dari 40.000 penggemar di Mỹ Đình.
“Dalam dua tahun terakhir, sepak bola Vietnam telah memenangkan empat kejuaraan. Ini adalah sumber kebanggaan bukan hanya bagi saya tetapi juga bagi sepak bola Vietnam secara keseluruhan. Hari ini, saya hanya ingin merayakan bersama para pemain dan menikmati momen ini”, ujar Sang-sik.
Hoàng Hên Ikut Rayakan
Pemain Vietnam, Đỗ Hoàng Hên, yang dikenal juga sebagai Hêndrio Araújo da Silva, turut hadir dalam konferensi pers. Ia mengaku bahagia karena kembali menciptakan sejarah bersama rekan-rekan setimnya.
“Kami dan staf pelatih bekerja keras. Tim bermain lebih baik di babak kedua dan kami menjadi juara”, kata Hoàng Hên.
Vietnam Pertahankan Gelar
Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026 menjadi trofi keempat Vietnam di Asia Tenggara sekaligus keberhasilan pertama mereka mempertahankan gelar.
Bagi Kim Sang-sik, perayaan di Mỹ Đình terasa semakin istimewa karena ia dapat berbagi momen tersebut secara langsung dengan puluhan ribu penggemar yang setia mendukung Vietnam. (MR-02)






