Konaté Bidik Kemenangan atas Inggris demi Akhiri Era Didier Deschamps dengan Indah

Terdiam – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps duduk terdiam di bangku cadangan saat pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Para pemain Les Bleus bertekad mempersembahkan kemenangan atas Inggris pada laga perebutan tempat ketiga sebagai kado perpisahan bagi sosok 57 tahun tersebut. (Sumber foto: @_BeFootball/X)

Ambisi Besar Les Bleus

Mataredaksi.com, BOGOR – Bek tengah Timnas Prancis, Ibrahima Konaté, memastikan Les Bleus tetap mengusung ambisi besar saat menghadapi Inggris. Kedua tim akan bertarung sengit dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.

Meskipun gagal mencapai final usai takluk 0-2 melawan Spanyol, skuad asuhan Didier Deschamps bertekad menutup turnamen dengan kemenangan manis. Laga ini sekaligus menjadi penghormatan terakhir bagi sang pelatih.

Bentrok Prancis kontra Inggris akan digelar di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat. Duel pembuktian tersebut akan bergulir , Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB. Pertandingan ini resmi menjadi laga terakhir Deschamps setelah memimpin tim nasional selama 14 tahun lamanya.

Bagi Konaté, duel perebutan peringkat ketiga memang bukan pertandingan impian para pemain. Target utama Prancis sejak awal adalah mengangkat trofi emas Piala Dunia. Oleh karena itu, kegagalan melangkah ke final menyisakan kekecewaan mendalam di dalam skuad.

Hadiah Perpisahan Terbaik untuk Didier Deschamps

“Tidak ada satu pun dari kami yang ingin bermain untuk memperebutkan tempat ketiga, tetapi kami tidak punya pilihan”, ujar Konaté saat media ESPN mengutip pernyataannya.

Meski motivasi bertanding sempat menurun usai tersingkir di semifinal, Konaté menegaskan seluruh pemain kini memiliki alasan kuat untuk menang. Mereka ingin memberikan hadiah perpisahan terbaik kepada Didier Deschamps sebelum sang pelatih resmi mengakhiri masa jabatannya.

Rumor transfer sendiri kerap mengaitkan bek berusia 27 tahun itu dengan klub raksasa Real Madrid. Menurut Konaté, Deschamps telah memberikan kontribusi luar biasa bagi sepak bola Prancis. Karena itu, seluruh pemain merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menutup era kepemimpinannya dengan hasil positif.

Tekad Membawa Pulang Medali Perunggu

“Kami ingin membalas jasa pelatih kami. Dia telah melakukan banyak hal untuk Timnas Prancis. Kami harus berterima kasih kepadanya dan melakukan segala yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan ini”, kata Konaté dengan tegas.

Konaté juga mengakui laga perebutan tempat ketiga tidak pernah menjadi target utama yang mereka bidik. Bahkan, ia sempat menyebut medali perunggu sebagai “medali cokelat”. Istilah tersebut menggambarkan rasa kecewa mendalam karena gagal mencapai partai final.

Meski demikian, bek tangguh itu menegaskan Prancis tidak akan tampil setengah hati saat menghadapi Inggris. Les Bleus ingin mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan performa maksimal.

Kylian Mbappé dkk. membidik kemenangan sekaligus membawa pulang medali perunggu sebagai penutup manis era Didier Deschamps. “Kami ingin memenangkan pertandingan ini dan mendapatkan medali cokelat ini, medali perunggu ini”, pungkas Konaté. (MR-01)

Sumber: ESPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *