‘Kontribusi Sangat Besar’: Wiegman Memuji Hannah Hampton Jadi Pahlawan Wanita Inggris

Piala Eropa Wanita 2025

SARINA Wiegman (tengah) bertepuk tangan untuk para penggemar Inggris, di Stadion Letzigrund di Zürich, Swiss, pada Jumat (18/7/2025) WIB. (Sumber Foto: Press Association)

“Kami tidak pernah menyerah dan kami telah mengatakannya sebelumnya, kami tidak pernah selesai, kami tidak pernah percaya bahwa kami pernah selesai dan perlawanan balik, kualitas untuk membalikkan keadaan dan kemudian mempertahankan mentalitas itu, sungguh luar biasa”

Mataredaksi.com, SWISS – Tim manajer Sarina Wiegman mengatakan, Inggris tidak pernah meragukan kemampuan Hannah Hampton, setelah penjaga gawang ‘Three Lionesses’ itu melakukan dua penyelamatan adu penalti yang krusial untuk membantu ‘Tiga Singa Betina’ melaju ke semifinal Euro 2025 di tengah drama yang luar biasa.

Tim nasional (Timnas) Wanita Inggris berhasil melaju ke semifinal Piala Eropa Wanita UEFA 2025, menaklukkan Swedia lewat drama adu penalti 3-2 (2-2). Setelah melalui laga dramatis perempat final yang berlangsung, di Stadion Letzigrund di Zürich, Swiss, pada Jumat (18/7/2025) WIB.

Penjaga gawang Chelsea, yang ditunjuk sebagai kiper utama Inggris oleh Wiegman pada bulan Mei ketika Mary Earps pensiun dari tugas internasional, juga melakukan dua penyelamatan penting dalam waktu normal untuk membantu Inggris bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk menyingkirkan ‘Blågult’ (Biru-kuning) sebutan Swedia.

“Dia tidak diragukan lagi di zona aman kami. Saya pikir dia tampil sangat impresif”, ujar Sarina Wiegman saat konferensi pers usai pertandingan dilansir Mataredaksi.com dari BBC Sport.

“Dia melakukan beberapa penyelamatan yang sangat bagus di babak kedua. Dia juga melakukan satu penalti di sisi kanan yang merupakan penyelamatan yang luar biasa. Kontribusi yang cukup besar hari ini”.

Wiegman kemudian menambahkan: “(Dia memberikan) kontribusi besar bagi kinerja tim yang sangat baik. Hasilnya sangat bagus dan bagaimana tim tetap kompak, tetapi dia memiliki kontribusi besar untuk itu”.

Pelatih kepala Inggris juga memuji Lucy Bronze, yang sundulannya membantu memicu kebangkitan di babak kedua. Wiegman menambahkan: “Lucy Bronze sungguh luar biasa, saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya”.

“Saya sangat beruntung bisa bekerja dengan tim yang pemain luar biasa. Apa yang ia lakukan, mentalitasnya, dan bagaimana ia mengeksekusi penalti dan gol dari tiang jauh, ia berhasil memasukkannya ke gawang”.

“Namun, bukan itu yang mendefinisikan dirinya. Yang mendefinisikan dirinya adalah ketangguhannya, semangat juangnya. Saya pikir satu-satunya cara untuk membawanya keluar lapangan adalah dengan kursi roda”.

Wiegman mengakui, ia sempat mengira Inggris akan tersingkir dari kompetisi ini. Ini untuk yang ketiga kali kejadian serupa selama perempat final Euro yang menurutnya sungguh menegangkan. Tetapi jelas Wiegman sangat bangga dengan kebangkitan Leah Williamson dkk. “Tim ini sungguh luar biasa. Mereka saling melengkapi”.

Leah Williamson, yang ditarik keluar di babak perpanjangan waktu, mengakui bahwa adu penalti itu “mengerikan” untuk ditonton. Tetapi, kapten Inggris itu memuji “mentalitas luar biasa” rekan-rekan setimnya untuk bangkit dan mencapai semifinal.

‘The Lionesses’ (Singa Betina) puas dengan penalti yang berhasil ditepis hingga berakhir dengan kemenangan 3-2 yang sebagian besar berkat aksi heroik Hampton, setelah sebelumnya bangkit dari ketertinggalan 2-0 di 90 menit waktu normal untuk membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu.

“Kami tidak pernah menyerah dan kami telah mengatakannya sebelumnya, kami tidak pernah selesai, kami tidak pernah percaya bahwa kami pernah selesai dan perlawanan balik, kualitas untuk membalikkan keadaan dan kemudian mempertahankan mentalitas itu, sungguh luar biasa”, kata Williamson.

“Saya merasa sangat, sangat bangga. Sungguh menyedihkan menyaksikannya di akhir. (Penalti) adalah hal termudah dan tersulit di dunia”, lanjut bek Arsenal W.F.C berumur 28 tahun ini.

Hampton melakukan dua penyelamatan krusial dalam adu penalti, pertama dari Filippa Angeldal, pengambil tendangan penalti pertama Swedia, dan kemudian dari Sofia Jakobsson dalam situasi penentuan. Dimana Jakobsson memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan.

Swedia juga melepaskan dua tendangan penalti yang melambung di atas mistar gawang dan Magdalena Eriksson membentur tiang gawang saat mereka gagal mengeksekusi lima dari tujuh tendangan penalti mereka secara keseluruhan.

Hampton, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik UEFA, berkata: “Saya pikir ini menunjukkan bahwa Inggris yang sesungguhnya telah kembali. Kita menuju ke arah yang benar”.

“Kami tahu didukung penuh oleh penonton dan para pemain telah melakukan tekel sesuai kebutuhan. Pelatih, dalam hal ini, bertanggung jawab untuk memastikan tim tetap solid dan melakukan pergantian pemain jika diperlukan, terutama ketika hasil pertandingan sangat tipis”.

Tim ‘Singa Betina’ akan menghadapi Italia di Jenewa, pada hari Rabu (23/7/2025) dini hari WIB, untuk memperebutkan tempat di final. Italia mencapai semifinal pertama mereka sejak 1997, sementara Tim ‘Singa Betina’ akan mencapai semifinal turnamen besar keenam mereka secara berturut-turut. (MR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *