Mataredaksi.com, GLASGOW – Nicky Hayen, manajer Club Brugge, mengaku timnya sudah mengetahui titik lemah Rangers sebelum pertandingan leg pertama play-off Liga Champions di Ibrox.
Klub Belgia memimpin 3-0 hanya dalam 20 menit. Mereka memanfaatkan kesalahan pertahanan tuan rumah dengan cepat. Kesalahan lini belakang Rangers membuat Jack Butland harus bekerja keras untuk mencegah skor lebih besar.
Hayen, yang membawa timnya sampai babak sistem gugur kompetisi klub utama Eropa musim lalu, menekankan staf pelatihnya sudah mengidentifikasi kelemahan Rangers. Mereka memanfaatkan kelemahan itu untuk unggul cepat di Govan.
Meski demikian, gol Danilo di babak kedua menunjukkan pertandingan masih terbuka. Hayen menekankan James Tavernier dan rekan-rekannya masih berpeluang bangkit dan lolos ke fase grup.
“Kami tahu di mana ruang itu berada”, kata Hayen. “Kami bermain di sini dalam pertandingan persahabatan pra-musim. Pemain kami tampil maksimal di babak pertama dan mampu melukai banyak tim”.
Hayen juga menekankan pentingnya membaca atmosfer stadion:
“Sebelum pertandingan, kami bilang, ‘Atmosfer luar biasa, tapi Anda harus merangkulnya, bukan melawannya’. Dalam tujuh menit pertama, pemain kami melakukannya dengan sempurna. Ini cara membuat stadion terdiam”.
Meski unggul cepat, Hayen menegaskan bahwa pertandingan belum selesai:
“Masih ada 90 menit tersisa. Semua bisa terjadi. Rangers masih bisa kembali dan maju ke fase grup. Kami harus pintar, cerdas, dan bermain sebaik mungkin seperti di babak pertama”. (MR-01)







