Mataredaksi.com, BOGOR – Masa kepengurusan Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Bogor periode 2022–2026 akan berakhir pada Desember 2026. Menjelang pergantian kepengurusan, sejumlah nama mulai masuk dalam bursa calon ketua untuk periode berikutnya.
Daulat Harahap menjadi salah satu figur yang menarik perhatian insan sepak bola Kabupaten Bogor. Saat ini, ia menjabat Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor periode 2023–2027.
Meski Askab PSSI belum mengumumkan jadwal maupun mekanisme pemilihan secara resmi, berbagai kalangan mulai membahas sosok yang layak memimpin organisasi tersebut pada periode mendatang.
Sejumlah pegiat sepak bola berharap pengurus baru mampu memperkuat pembinaan pemain dan meningkatkan prestasi sepak bola Kabupaten Bogor.
Daulat Harahap Masuk Bursa Kandidat
Daulat mengaku tidak memiliki ambisi pribadi untuk mengejar jabatan Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor. Namun, ia menerima banyak masukan dari pelaku sepak bola dan tokoh masyarakat. Masukan tersebut membuatnya mulai mempertimbangkan peluang untuk ikut dalam proses pemilihan ketua.
Menurut Daulat, sepak bola Kabupaten Bogor memiliki sejarah panjang dan potensi besar. Karena itu, seluruh pihak perlu bekerja sama untuk mengembalikan kejayaan sepak bola daerah.
Ingin Kembalikan Prestasi Sepak Bola Bogor
Saat ditemui Mataredaksi dan Pelita di kawasan Gelora Pakansari, Kecamatan Cibinong, Daulat menyampaikan keinginannya untuk ikut memajukan sepak bola Kabupaten Bogor.
“Saya ingin ikut membangkitkan kembali prestasi sepak bola Kabupaten Bogor. Daerah ini pernah memiliki kebanggaan besar melalui Persikabo yang mampu bersaing di level nasional”, ujarnya.
Menurutnya, prestasi tidak akan lahir secara instan. Organisasi harus membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terukur.
Ia juga menilai sepak bola daerah tidak bisa hanya bergantung pada tim senior. Pembinaan harus berjalan sejak usia dini melalui kompetisi yang rutin dan berjenjang.
Fokus pada Pembinaan dan Kompetisi Usia Muda
Daulat menegaskan dirinya ingin mendorong program yang menyentuh kebutuhan sepak bola daerah apabila mendapat kepercayaan memimpin Askab PSSI Kabupaten Bogor.
Ia menempatkan kompetisi kelompok umur sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara rutin akan membuka peluang lahirnya pemain muda berbakat dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Askab PSSI harus menjalankan kompetisi kelompok umur dan turnamen sekolah sepak bola secara berkelanjutan. Dari sana kita bisa menemukan banyak pemain potensial”, katanya. Daulat juga menilai sekolah sepak bola memiliki peran penting dalam mencetak pemain masa depan.
Tingkatkan Kualitas Pelatih dan Wasit
Selain pembinaan pemain, Daulat ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sepak bola Kabupaten Bogor.
Ia mendorong pelaksanaan kursus dan sertifikasi pelatih secara berkala. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan di tingkat akar rumput.
Daulat juga menyoroti kebutuhan wasit yang memiliki lisensi resmi. Menurutnya, kualitas pertandingan akan meningkat jika perangkat pertandingan memiliki kompetensi yang baik.
Ia mencontohkan kursus Lisensi D untuk pelatih dan pelatihan wasit berlisensi C3 yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kompetisi lokal.
Siapkan Tim Tangguh untuk Ajang Regional
Daulat juga menaruh perhatian besar terhadap prestasi tim yang mewakili Kabupaten Bogor pada berbagai ajang regional. Ia meminta Askab PSSI menyusun program seleksi yang terukur dan berkelanjutan.
Program tersebut harus mampu menghasilkan skuad terbaik untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat maupun turnamen regional lainnya.
Kabupaten Bogor memiliki modal yang sangat besar. Jumlah penduduk yang tinggi dan banyaknya sekolah sepak bola menjadi kekuatan utama dalam proses pembinaan pemain.
Perkuat Pembinaan Talenta Lokal
Daulat menilai pembinaan usia dini harus menjadi fondasi utama pengembangan sepak bola daerah. Karena itu, Askab PSSI perlu menggelar kompetisi amatir secara rutin dan memperluas pembinaan pemain muda. Ia juga mendorong peningkatan kualitas pelatih serta wasit agar pembinaan berjalan lebih efektif.
Daulat optimistis langkah tersebut dapat mengembalikan prestasi sepak bola Kabupaten Bogor. Ia berharap daerah ini kembali melahirkan pemain berkualitas dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (MR-02)







