Mataredaksi.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Filipina U-23, Garrath McPherson, menyayangkan kekalahan timnya dari Thailand dalam laga perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-23 2025. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/7/2025) malam, Filipina takluk dengan skor 1-3.
Tiga gol kemenangan Thailand dicetak oleh Phanthamit Praphanth (29′), Siraphop Wandee (74′), dan Seksan Ratree (86′). Sementara satu-satunya gol balasan Filipina disumbangkan Otu Bisong Banatao pada menit ke-79.
Salah satu momen yang disorot McPherson terjadi menjelang akhir pertandingan, saat Thailand mencetak gol ketiga melalui Seksan Ratree. Gol itu bermula dari situasi serangan balik, yang menurut McPherson seharusnya tak terjadi jika wasit bertindak lebih sigap.
“Sebelum gol itu, terjadi benturan keras dan salah satu pemain kami mengalami cedera kepala. Dalam kasus seperti itu, pertandingan semestinya dihentikan”, ujar McPherson dalam sesi konferensi pers usai laga.
Pelatih asal Skotlandia itu menambahkan bahwa di menit-menit akhir, Filipina memang mengambil risiko dengan bermain terbuka demi mengejar gol penyama. Namun ia menilai, gol balasan Thailand bisa diantisipasi andai wasit menghentikan permainan untuk menangani cedera pemain.
“Kami tahu risikonya saat menyerang habis-habisan. Tapi kami berharap ada keputusan yang lebih bijak dari wasit. Gol itu bisa dihindari”, tegasnya.
Bangga Meski Gagal
Terlepas dari hasil akhir, McPherson tetap memberikan apresiasi tinggi kepada skuad muda Filipina. Menurutnya, para pemain tampil berani dan menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang turnamen.
“Dua dari tiga gol Thailand lahir dari serangan balik, tapi secara keseluruhan saya puas dengan sikap dan mental pemain kami. Mereka bermain tanpa rasa takut, menghadapi tim-tim besar di Asia Tenggara”, katanya.
“Kami punya gaya bermain sendiri, identitas yang jelas, dan kami tampil kompetitif sepanjang turnamen. Ini adalah fondasi penting bagi masa depan sepak bola Filipina”, tambahnya.
McPherson bahkan menilai timnya layak mendapatkan hasil lebih baik. “Saya rasa kami punya cukup peluang untuk memenangkan pertandingan. Tapi sepak bola tidak selalu adil, dan hari ini bukan hari kami”, ujarnya menyudahi.
Catatan Historis
Kendati gagal membawa pulang medali, pencapaian Filipina finis di peringkat keempat tetap mencatatkan sejarah tersendiri.
Ini adalah posisi terbaik mereka sepanjang keikutsertaan di Piala AFF U-23. Dalam edisi-edisi sebelumnya, ‘The Azkals’ Muda selalu tersingkir di fase grup. (MR-1)
Sumber: @Football5star






