Mataredaksi.com, JAKARTA – Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar, menyatakan tahun 2025 penting bagi industri jasa keuangan. Mulai tahun ini, OJK ambil alih pengaturan dan pengawasan keuangan derivatif. Langkah ini bagian dari integrasi pengawasan yang lebih terkoordinasi dan cepat tanggap.
Mahendra bilang, pengalihan ini bukan sekadar perubahan lembaga. Ini strategi nasional untuk dorong inovasi produk derivatif, lindungi investor, dan tingkatkan tata kelola industri.
Dalam acara pembukaan perdagangan, Senin (11/8/2025), Mahendra jelaskan pasar modal bakal jadi tulang punggung agenda pembangunan Asta Cita 2025-2029.
Agenda ini fokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas, transformasi ekonomi inklusif, dan penguatan sistem keuangan yang kuat dan kompetitif.
OJK dan pemangku kepentingan fokus pada tiga pilar utama:
- Peningkatan Penawaran: Percepat pencatatan perusahaan potensial, UMKM, dan startup digital. Kembangkan pembiayaan inovatif seperti green bonds dan sukuk wakaf.
- Penguatan Permintaan: Perluas basis investor ritel, tingkatkan literasi keuangan, dan dorong investor institusi.
- Penguatan Infrastruktur: Transformasi digital, pengawasan terintegrasi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
Mahendra juga tekankan keberlanjutan sebagai prioritas. OJK terus kawal prinsip ESG di semua lini jasa keuangan. “OJK pastikan pasar modal tumbuh sehat, inklusif, dan berkelanjutan”, tutupnya. (MR-02)






