Pelopor di Indonesia, SOD Kabupaten Bogor Sukses Cetak Atlet Difabel Kelas Dunia

Fokus Latihan – Para atlet menembak NPCI Kabupaten Bogor, Christina Handika Putri Suroto (kanan depan), fokus mendengarkan arahan pelatih saat menyesuaikan posisi senjata laras panjangnya di pusat latihan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD). Jajaran pelatih dan atlet menembak intensif meningkatkan kualitas bidikan demi mengejar target medali emas pada ajang Peparda VII Jawa Barat 2026 mendatang. (Sumber foto: Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)

Mataredaksi.com, BOGOR – Komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas terus berjalan nyata. Pemerintah daerah mewujudkan hal tersebut melalui pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan.

Salah satu program unggulannya ialah menghadirkan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD). Pusat pembinaan atlet difabel ini bahkan sukses menjadi pelopor pertama di Indonesia.

Keberadaan SOD menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga disabilitas di Kabupaten Bogor. Melalui program tersebut, para atlet tidak hanya memperoleh fasilitas latihan yang memadai.

Mereka juga mendapatkan pembinaan terpadu mulai dari pendidikan, pembentukan karakter, hingga peningkatan kemampuan teknik. Program komprehensif ini bertujuan agar mereka mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Sistem Pembinaan Terstruktur Tanpa Dipungut Biaya

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, memberikan penjelasannya. Ia menyebut SOD merupakan wujud nyata perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terhadap masa depan atlet penyandang disabilitas.

Menurut Muhammad Misbah, jajaran pelatih telah merancang seluruh aktivitas atlet secara sistematis agar proses pembinaan berlangsung lebih efektif dan terarah.

“Alhamdulillah Kabupaten Bogor memiliki Sentra Olahraga Disabilitas yang menjadi pelopor pertama di Indonesia. Pengelola mengatur aktivitas atlet secara terstruktur, mulai dari bangun pagi, menjalani latihan, hingga kembali beristirahat”, ujar Misbah dalam keterangannya yang diterima Mataredaksi, Sabtu (11/7/2026).

“Atlet yang masih menempuh pendidikan tetap bersekolah di sekolah umum. Setelah itu, mereka mengikuti program latihan sesuai jadwal susunan pelatih”, lanjut Ketua NPCI Kabupaten Bogor ini.

Misbah mengungkapkan, perhatian Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap pembinaan atlet difabel tidak hanya sebatas kebijakan di atas kertas. Bupati mewujudkan dukungan tersebut melalui alokasi anggaran, penyediaan sarana latihan, hingga pendampingan pembinaan secara melekat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto. Beliau telah memberikan perhatian begitu besar kepada atlet-atlet disabilitas. Dukungan tersebut terlihat dari kebijakan, pembinaan, perhatian, hingga pengalokasian anggaran yang sangat membantu perkembangan olahraga disabilitas”, katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga membuka akses pemanfaatan berbagai fasilitas olahraga di kawasan Gelora Pakansari bagi NPCI Kabupaten Bogor. Menariknya, para atlet bisa menikmati fasilitas tersebut tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Ke depan, pemerintah daerah berencana merealisasikan pembangunan Wisma Istimewa pada tahun mendatang. Keberadaan gedung baru ini diyakini akan semakin memperkuat sistem pembinaan atlet. Fasilitas tersebut nantinya berfungsi sebagai asrama sekaligus pusat latihan atlet penyandang disabilitas.

NPCI Kabupaten Bogor Bidik Juara Umum Peparda Jawa Barat

Saat ini NPCI Kabupaten Bogor tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Ajang bergengsi tersebut akan berlangsung di Kota Bandung pada November mendatang.

Jajaran pengurus memulai persiapan melalui program latihan intensif. Langkah ini selanjutnya akan berlanjut dengan pemusatan latihan atau Training Center (TC) selama kurang lebih tiga bulan.

Misbah sangat optimistis Kabupaten Bogor mampu kembali menjadi salah satu kekuatan utama dalam ajang tersebut.

“Selama ini Kabupaten Bogor selalu menjadi daerah yang diperhitungkan pada Peparda. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap mampu mewujudkan harapan Bupati Bogor. Target kami adalah membawa Kabupaten Bogor menjadi juara umum Peparda VII Jawa Barat”, ujarnya dengan penuh keyakinan.

Panen Medali Emas dari Level Pelajar Hingga Internasional

Pelatih Kepala Cabang Olahraga Tenis Meja SOD Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, dukungan penuh pemerintah menjadi modal paling krusial dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.

“Pembentukan Sentra Olahraga Disabilitas mendapat dukungan penuh dari Bupati Bogor. Insya Allah tahun depan pemerintah juga akan membangun Wisma Istimewa. Fasilitas ini menjadi tempat tinggal sekaligus pusat latihan atlet-atlet disabilitas”, katanya.

Budi menjelaskan, hasil pembinaan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil membanggakan. Pada Peparda Bekasi 2022, cabang olahraga tenis meja sukses mempersembahkan enam medali emas, tujuh medali perak, dan delapan medali perunggu.

Prestasi tersebut berlanjut pada Pekan Para Olimpiade Pelajar Nasional (Peparnas) 2024. Saat itu, atlet Kabupaten Bogor menyumbangkan dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu untuk kontingen Jawa Barat.

Sementara itu, pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) 2025, tim tenis meja keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tiga medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu.

Tak berhenti di situ, atlet Kabupaten Bogor kembali menyumbangkan dua medali emas dan satu medali perak bagi Jawa Barat pada ajang Peparpenas 2025. Atlet Kabupaten Bogor, Hamida, juga berhasil meraih prestasi internasional.

Ia mengharumkan nama Indonesia pada Asian Para Games melalui raihan dua medali emas dari nomor tunggal putri kelas 8 dan mixed doubles kelas 17.

“Alhamdulillah pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Bogor terus berkembang. Kini kami telah melahirkan atlet-atlet berprestasi mulai dari tingkat pelajar, nasional, hingga internasional”, tutur Budi ramah.

Fasilitas Lengkap Dongkrak Motivasi Bertanding Para Atlet

Program pembinaan melalui Sentra Olahraga Disabilitas ini juga mendapat banjir apresiasi dari para atlet. Atlet tenis meja NPCI Kabupaten Bogor, Arkan Fikri, mengaku fasilitas dari pemerintah sangat membantu meningkatkan kualitas latihan. Program ini juga membuka lebar kesempatan untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

“Fasilitas yang tersedia sangat baik. Pemerintah benar-benar memberikan wadah bagi kami untuk berkembang. Hasilnya, saya bisa mengikuti berbagai kejuaraan dan meraih prestasi. Pembinaan ini sangat membantu perkembangan saya sebagai atlet”, ujar Arkan.

Diketahui, pada 2025, Arkan berhasil meraih medali emas Peparpeda, medali perak Peparpenas, dan medali perak Kejuaraan Daerah (Kejurda).

Hal senada juga meluncur dari atlet menembak NPCI Kabupaten Bogor, Christina Handika Putri Suroto. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap atlet penyandang disabilitas terus meningkat pesat dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah fasilitas dan dukungan yang kami terima semakin baik. Perhatian kepada atlet disabilitas jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan prestasi kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan NPCI Kabupaten Bogor atas seluruh dukungan ini”, katanya.

Christina berharap dirinya bersama atlet lainnya mampu mempersembahkan hasil terbaik pada Peparda VII Jawa Barat. Mereka berambisi membawa pulang banyak medali emas bagi Kabupaten Bogor.

Melalui keberadaan Sentra Olahraga Disabilitas, Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmennya dalam membangun olahraga yang inklusif. Program tersebut tidak hanya membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.

Kebijakan ini juga sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga Indonesia di panggung internasional. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *