PHRI Sambut Positif Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Puncak Bogor

Kemacetan menuju kawasan puncak, mulai Gadong Megamendung hingga Cisarua dinilai tak tersentuh dan kerap terjadi kemacetan

PEMANDANGAN kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang menjadi lokasi rencana pembangunan kereta gantung (SSLRT). Proyek ini digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menghadirkan moda transportasi modern sekaligus menarik lebih banyak wisatawan. Kawasan sejuk ini selalu padat pengunjung, terutama saat akhir pekan ketika warga berlibur atau bertamasya. (Foto: Annisa Fitriani/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menyambut baik rencana Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menggagas pembangunan Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) atau kereta gantung di kawasan Puncak. PHRI meyakini moda transportasi ini bisa menarik lebih banyak wisatawan datang ke wilayah sejuk tersebut.

Sekretaris Jenderal PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, menyebut rencana kereta gantung sangat menarik dan perlu segera berjalan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

Namun, Boboy menilai proyek SSLRT tidak serta-merta menyelesaikan persoalan macet di kawasan Puncak. Jalur yang dirancang hanya terbentang dari Rest Area Gunung Mas hingga Puncak Pas.

“Kalau bicara macet, itu terjadi mulai dari simpang Gadog hingga Taman Safari. Jadi, kalau untuk meningkatkan kunjungan wisatawan kami setuju, tapi untuk mengurangi kemacetan tentu tidak akan berdampak”, kata Boboy.

Ia menyarankan pembangunan kereta gantung dimulai dari Ciawi hingga Puncak agar benar-benar efektif. Dengan jalur panjang, wisatawan maupun masyarakat lokal bisa sama-sama menggunakan moda ini.

Meski begitu, PHRI tetap menaruh harapan besar pada proyek tersebut. “Kereta gantung akan menjadi magnet baru bagi wisatawan. Jika kunjungan meningkat, para pelaku usaha di kawasan Puncak juga akan merasakan dampak positif secara ekonomi”, ujar Boboy.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto memaparkan rencana pembangunan SSLRT dalam rapat ekspose di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa (9/9/2025). Ia menegaskan proyek ini menjadi langkah awal menghadirkan sarana transportasi modern, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat serta wisatawan di Kabupaten Bogor. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *