Mataredaksi.com, BOGOR – Massimiliano Allegri memuji Luka Modrić setelah sang gelandang veteran mencetak gol penentu kemenangan AC Milan atas Pisa Sporting Club dengan skor 2-1 dalam laga giornata 24 Serie A Italia 2025/2026, di Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB.
Menurut Allegri, seluruh skuad Rossoneri harus belajar dari karakter dan kerendahan hati pemain Kroasia berusia 40 tahun tersebut. “Kita semua harus belajar darinya”, ujar Allegri kepada DAZN usai pertandingan.
Milan Sempat Kesulitan Hadapi Pisa
AC Milan kembali menghadapi perlawanan sengit dari tim papan bawah. Musim ini, Rossoneri beberapa kali kehilangan poin saat menghadapi tim yang berjuang keluar dari zona degradasi. Situasi itu sempat terulang ketika Ruben Loftus-Cheek mencetak gol pembuka dan Niclas Füllkrug gagal memaksimalkan penalti.
(Sumber foto: X/@acmilan)
Felipe Loyola kemudian menyamakan kedudukan, membuat laga berjalan dalam tensi tinggi. Pisa SC bermain disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Allegri mengakui timnya sempat kehilangan fokus dalam beberapa momen penting.
“Pisa adalah tim yang tidak nyaman untuk dilawan. Mereka bertahan dengan sabar, lalu menyerang dengan cepat. Kami memang mengambil tiga poin, tetapi kami harus meningkatkan performa”, tegasnya.
Modrić Jadi Pembeda
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Modrić tampil sebagai pembeda. Ia masuk ke kotak penalti pada menit akhir dan mencetak gol kemenangan. Gol tersebut memastikan Milan memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 23 pertandingan Serie A, yang kini menjadi catatan terbaik di lima liga top Eropa.
Modrić juga dinobatkan sebagai Man of the Match. Di usia 40 tahun dan 157 hari, ia menjadi pemain tertua ketiga yang mencetak gol dalam sejarah Serie A. Allegri menilai kontribusi Modrić bukan hanya soal teknik, tetapi juga mentalitas. “Dia benar-benar ingin memenangkan pertandingan ini. Para pemain muda harus memanfaatkan kesempatan bermain bersamanya”, kata Allegri.
Pergantian Pemain dan Dampaknya
Setelah Pisa SC menyamakan skor, Allegri memasukkan Christian Pulisic dan Rafael Leão untuk menambah daya serang. Pergantian ini langsung meningkatkan intensitas permainan AC Milan.
Kemudian, Allegri menarik Niclas Füllkrug dan memasukkan Koni De Winter. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan tim menjelang akhir laga, sehingga Milan tetap kuat menahan serangan balik Pisa.
Rabiot Absen di Pertandingan Berikutnya
Adrien Rabiot memperumit situasi setelah menerima kartu merah akibat protes berlebihan. Rabiot kini akan absen di laga Serie A berikutnya, termasuk Derby della Madonnina melawan Inter, sehingga Milan harus menyesuaikan strategi lini tengah.
Fokus pada Target Musim

Meskipun persaingan papan atas semakin ketat, Allegri tetap fokus pada tujuan utama tim. “Yang terpenting adalah tiga poin. Kami kini mengoleksi 53 poin dan semakin dekat dengan target musim ini”, ujarnya.
Kemenangan ini menegaskan bahwa pengalaman, karakter, dan mental juara tetap menjadi kekuatan utama AC Milan dalam perburuan gelar Serie A musim 2025/2026. Pergantian pemain yang tepat dan disiplin tim menjadi kunci menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan. (MR-03)






