Mataredaksi.com, BOGOR – Zinédine Zidane gagal meraih kemenangan dalam pertandingan kandang pertamanya sebagai pelatih Timnas Prancis. Les Bleus ditahan Italia 1-1 pada pertandingan ketiga Phase League A Grup A1 UEFA Nations League 2026/2027, di Stade de France, Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB.
Prancis sempat berada di jalur kemenangan setelah Michael Olise mencetak gol indah pada awal babak kedua. Gol tersebut membuat Les Bleus berpeluang meraih kemenangan 1-0 untuk ketiga kalinya secara beruntun di UEFA Nations League edisi kelima musim 2026/2027 ini.
Namun, Italia mampu mengubah jalannya pertandingan. Alessandro Bastoni memanfaatkan kesalahan Adrien Rabiot untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Situasi Prancis semakin sulit setelah Dayot Upamecano menerima kartu merah menjelang pertandingan berakhir.
Italia Buang Peluang di Babak Pertama
Prancis mengawali pertandingan dengan penguasaan bola lebih dominan. Namun, Italia asuhan Roberto Mancini justru menciptakan beberapa peluang berbahaya untuk membuka keunggulan.
Moise Kean hampir membawa Gli Azzurri unggul setelah menerima umpan silang rendah Michael Kayode. Penyerang untuk klub Serie A, ACF Fiorentina itu melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi Mike Maignan mampu menghalau bola.
Tuan rumah kemudian mendapat peluang melalui Désiré Doué. Gelandang serang atau pemain sayap untuk klub Ligue 1 Paris Saint-Germain itu melepaskan tembakan yang arahnya berubah setelah membentur pemain Italia. Bola kemudian melambung dan mengenai mistar gawang Gianluigi Donnarumma.
Italia kembali mengancam sebelum turun minum. Davide Frattesi mendapat ruang setelah menerima bola dari lemparan panjang Kayode. Namun, tembakannya membentur pemain Prancis dan melebar dari sisi kiri gawang Mike Maignan.
Prancis pun memasuki ruang ganti tanpa gol. Sebaliknya, Italia meninggalkan babak pertama dengan penyesalan karena gagal memanfaatkan sejumlah peluang.
Olise Bawa Prancis Unggul
Prancis akhirnya memecah kebuntuan 10 menit setelah babak kedua dimulai. Mathis Rayan Cherki memenangkan tendangan bebas di tepi kotak penalti Italia.
Rayan Cherki kemudian mengirim bola ke arah Michael Olise. Pemain sayap untuk klub Bundesliga, Bayern München tersebut melepaskan tembakan keras yang membuat bola bersarang di gawang Donnarumma.
Gol Olise menghidupkan harapan Prancis untuk mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Les Bleus sebelumnya juga meraih kemenangan atas Belgia dengan skor 1-0.
Michael Olise kembali menjadi salah satu pemain penting dalam skema Zinédine Zidane. Namun, kontribusinya kali ini belum cukup untuk membawa Prancis mengamankan tiga poin.
Kesalahan Rabiot Dimanfaatkan Bastoni
Italia tidak membutuhkan banyak waktu untuk memberikan respons. Pada menit ke-68, kesalahan Rabiot membuka ruang bagi Alessandro Bastoni untuk mengambil alih bola.
Alessandro Bastoni memanfaatkan situasi tersebut dengan baik. Bek tengah Italia yang bermain untuk klub Serie A Inter Milan itu kemudian melewati Mike Maignan dan mengirim bola ke dalam gawang Prancis untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat Italia kembali percaya diri. Prancis berusaha meningkatkan tekanan untuk mencari gol kedua, tetapi pertahanan Gli Azzurri mampu meredam sejumlah serangan tuan rumah.
Upamecano Diganjar Kartu Merah
Situasi Prancis semakin sulit lima menit sebelum waktu normal berakhir. Dayot Upamecano menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Moise Kean.
Kartu merah tersebut membuat Prancis harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Italia memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menjaga skor hingga peluit akhir berbunyi.
Donnarumma Jadi Penghalang Prancis
Prancis sebenarnya menciptakan lebih banyak tembakan sepanjang pertandingan. Michael Olise, Désiré Doué, dan Ousmane Dembélé secara keseluruhan melepaskan 12 percobaan.
Dembélé menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak dari ketiganya, yakni enam percobaan. Namun, hanya Michael Olise yang berhasil menemukan celah untuk menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Kiper Italia yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester City tersebut tampil penting dengan mencatat tujuh penyelamatan. Performa Donnarumma membantu Gli Azzurri membawa pulang satu poin dari Stade de France.
Italia Unggul dalam Catatan xG
Italia bahkan unggul dalam catatan expected goals (xG). Gli Azzurri membukukan xG 1,46 berbanding 1,21 milik Prancis, meski melepaskan lebih sedikit tembakan, yakni 14 berbanding 18. Italia juga mencatat 18 sentuhan di kotak penalti lawan. Jumlah tersebut jauh di bawah Prancis yang mencapai 49 sentuhan.
Zidane Masih Pimpin Grup A1
Prancis juga menghadapi tekanan dari serangan Italia sejak babak pertama. Le Coq Gaulois (“Si Ayam Jago Galia”), yang masih menjadi julukan timnas Prancis, kebobolan delapan tembakan sebelum jeda.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi bagi “Si Ayam Jago Galia” dalam babak pertama pertandingan kandang sejak semifinal Kejuaraan Eropa melawan Jerman pada Juli 2016. Saat itu, Prancis menghadapi 11 tembakan.
Meski begitu, hasil imbang 1-1 ini membuat Prancis tetap berada di puncak Grup A1 UEFA Nations League 2026/2027. Namun, Zinédine Zidane masih memiliki pekerjaan untuk meningkatkan efektivitas lini serang timnya.
Prancis telah mencetak satu gol dalam masing-masing dari tiga pertandingan mereka di Phase League. Catatan tersebut menjadi perhatian karena Les Bleus membutuhkan produktivitas lebih baik untuk membantu lini pertahanan mereka bekerja dengan lebih tenang.
Di sisi lain, Italia berhasil membawa pulang satu poin setelah tertinggal lebih dahulu. Bastoni menjadi penyelamat Gli Azzurri, sementara Gianluigi Donnarumma turut memainkan peran penting dalam mempertahankan hasil 1-1 hingga pertandingan berakhir. (MR-02)






