Mataredaksi.com, BOGOR – Paris Saint-Germain kembali menambah koleksi trofi internasional mereka setelah menaklukkan Aston Villa 2-1 dalam duel sengit Piala Super Eropa 2026. Laga tersebut berlangsung, di Stadion Red Bull Arena di Wals-Siezenheim, Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut terasa sangat istimewa bagi Les Parisiens. Skuad asuhan Luis Enrique ini sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa untuk dua tahun beruntun. Sebelumnya, mereka juga telah merebut trofi serupa pada edisi 2025.
Désiré Doué menjadi sosok paling penting di balik keberhasilan Paris Saint-Germain. Pemain muda berbakat tersebut menyumbangkan satu assist untuk gol Khvicha Kvaratskhelia. Selain itu, ia juga mencetak gol penentu kemenangan PSG pada menit ke-61.
Di sisi lain, Aston Villa sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sangat sengit. Penyerang muda Brian Madjo bahkan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan PSG. Ia akhirnya mencetak gol penyama kedudukan untuk Villa menjelang babak pertama usai.
The Lions memboyong Madjo dari FC Metz pada Januari lalu. Namun, klub baru bisa mendaftarkannya setelah memenangkan banding resmi di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
PSG Buka Keunggulan Lewat Serangan Cepat
Pertandingan langsung berlangsung ketat sejak awal laga. Kedua tim baru bisa menciptakan ancaman berarti ketika pertandingan memasuki menit ke-20.
Kiper Aston Villa, Marco Bizot tampil menggantikan Emiliano Martínez yang absen. Bizot sempat menggagalkan tembakan keras dari Doué. Namun, hanya beberapa detik berselang, gawang The Villans justru kebobolan.
PSG memanfaatkan kesalahan Madjo dalam menguasai bola untuk membangun serangan balik cepat. Doué kemudian memberikan umpan matang kepada Kvaratskhelia yang bergerak bebas menuju area pertahanan Aston Villa.
Kvaratskhelia menuntaskan peluang emas tersebut melalui tembakan keras ke arah tiang dekat. Bizot gagal menghentikan bola dengan baik sehingga PSG berhasil membuka keunggulan 1-0.
Tertinggal satu gol, The Villans langsung meningkatkan intensitas tekanan. Madjo memperoleh sejumlah peluang bagus untuk menyamakan kedudukan. Namun, penyelesaian akhirnya pada awal laga belum membuahkan hasil.
Sundulannya setelah menerima umpan silang John McGinn masih melebar tipis dari sasaran. Selanjutnya, ia kembali gagal memaksimalkan peluang dari sisi kiri kotak penalti.
Ia juga sempat kehilangan kesempatan emas akibat sundulannya dari jarak dekat tidak meluncur tepat ke gawang Matvéi Safónov.
Perjuangan gigih pemain berusia 17 tahun itu akhirnya membuahkan hasil manis menjelang turun minum. Madjo berhasil mengeksekusi umpan terukur McGinn meski ia jatuh akibat tekanan ketat Willian Pacho.
Madjo tetap mampu mengarahkan bola dengan akurat ke bagian atas gawang Safónov. Oleh karena itu, skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda babak pertama.
Doué Jadi Pembeda di Babak Kedua
Aston Villa mengawali babak kedua dengan menggempur pertahanan lawan secara masif. Safónov harus bekerja ekstra keras mengamankan tembakan melengkung McGinn yang mengarah tepat ke gawang PSG.
Setelah mampu meredam gelombang tekanan tersebut, PSG kembali menemukan celah di lini pertahanan The Villans. Pada menit ke-61, Doué melepaskan penyelesaian dingin dengan kaki kiri yang membawa timnya kembali unggul 2-1.
Wasit sempat membatalkan gol tersebut karena dugaan offside. Namun, pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) memastikan posisi Doué masih sah. Sebab, Matthew Stuart Cash membuat Doué berada dalam posisi onside.
Keunggulan tersebut membuat para pemain PSG semakin tampil percaya diri. Sementara itu, The Villa terus berusaha mencari gol penyeimbang kedua. Akan tetapi, lini pertahanan kokoh PSG berhasil mempertahankan keunggulan mereka.
George Hemmings sempat mendapatkan peluang bagus setelah melakukan aksi individu yang menawan. Namun, Safónov masih mampu mengamankan tembakannya.
Di sisi lain, Nuno Mendes hampir memperbesar keunggulan PSG melalui tembakan jarak jauh yang dimentalkan Bizot. Kiper The Villa tersebut bahkan langsung jatuh akibat mengalami kram usai melakukan penyelamatan heroik.
Ousmane Dembélé yang masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua turut memperoleh peluang emas. Sayangnya, tendangan voli kerasnya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
The Claret & Blue Army, masih julukan Aston Villa, terus melancarkan serangan hingga menit-menit akhir pertandingan. Emiliano Buendía mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan skor, tetapi peluang tersebut gagal menjadi gol.
Dengan demikian, PSG akhirnya mampu mempertahankan skor 2-1 hingga peluit panjang berbunyi. Trofi bergengsi Piala Super Eropa pun kembali menjadi milik klub raksasa asal Paris tersebut.
Ukir Rekor PSG dan Catatan Sejarah Madjo
Keberhasilan ini resmi membuat PSG masuk dalam kelompok elit klub yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Eropa secara beruntun. Sebelumnya, pencapaian luar biasa serupa hanya tercatat atas nama Ajax pada 1973 dan 1974, AC Milan pada 1989 dan 1990, serta Real Madrid pada 2016 dan 2017.
Bagi juru taktik Luis Enrique, trofi ini turut memperpanjang catatan manis keberhasilannya. Pelatih asal Spanyol tersebut kini telah tiga kali menjuarai Piala Super Eropa. Ia meraihnya bersama Barcelona pada 2015 serta PSG pada edisi 2025 dan 2026.
Sementara itu, Madjo tetap mencatatkan sejarah manis meski Aston Villa gagal menjadi juara. Pada usia 17 tahun 212 hari, ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah panjang Piala Super Eropa.
Madjo juga menjadi pemain Aston Villa yang paling aktif menciptakan ancaman berbahaya. Ia melepaskan enam tembakan, menghasilkan empat peluang emas, serta mencatat expected goals sebesar 0,98.
Di kubu PSG, Doué tampil sebagai pemain paling menentukan. Ia bukan hanya mencetak gol kemenangan, melainkan juga memberikan assist untuk gol pembuka Kvaratskhelia.
Catatan manis tersebut membuat Doué menjadi pemain pertama sejak 2015 yang mampu mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu laga Piala Super Eropa. Sebelumnya, Luis Suárez mencatatkan rekor serupa bersama Barcelona saat menghadapi Sevilla.
Kemenangan 2-1 atas Aston Villa ini memastikan PSG sukses membuka musim dengan raihan trofi bergengsi sekaligus mempertahankan takhta Piala Super Eropa. (MR-02)






