Mataredaksi.com, BOGOR – Anggota dewan olahraga FC Bayern München, Max Eberl, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit João Pinheiro usai hasil imbang 1-1 kontra Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal UEFA Champions League 2025/2026, di Stadion Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari.
Hasil tersebut membuat Bayern tersingkir dengan agregat 5-6. Meski mengakui PSG tampil solid sepanjang pertandingan, Eberl menilai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit ikut memengaruhi jalannya laga penting tersebut.
Eberl Soroti Keputusan Wasit
“Kami mungkin membuat satu atau dua keputusan yang salah, tetapi orang lain di lapangan mungkin juga membuat satu atau dua keputusan yang salah. Detail-detail kecil seperti itu akhirnya menentukan semifinal seperti ini”, ujar Eberl kepada wartawan di mixed zone seusai pertandingan.
Sorotan utama datang dari insiden pada babak pertama saat bek PSG, Nuno Mendes, tidak menerima kartu kuning kedua usai dugaan handball. Wasit menilai lebih dulu terjadi handball oleh pemain Bayern, Konrad Laimer.
Eberl mengaku heran dengan keputusan tersebut dan merasa Pinheiro lebih banyak berkomunikasi dengan para pemain asal Portugal di kubu PSG ketimbang memberikan penjelasan kepada pihak Bayern München.
“Dia berbicara dengan para pemain Portugal, bahkan saat situasi tendangan sudut. Mungkin dia menjelaskan sesuatu kepada mereka, tetapi dia tidak menjelaskan apa pun kepada saya”, kata Max Eberl.
Bayern Pertanyakan Penalti
Menurutnya, keputusan itu menjadi titik balik yang merugikan Bayern München. Ia menilai Mendes layak menerima kartu kuning kedua sehingga PSG seharusnya bermain dengan 10 orang.
Kontroversi lain muncul saat gelandang PSG, Vítor Ferreira alias Vitinha, menendang bola yang kemudian mengenai lengan rekan setimnya, João Neves, di area penalti.
Bayern sempat meminta hadiah penalti, namun wasit tetap melanjutkan permainan. Eberl menyebut insiden itu membingungkan karena menurutnya banyak wasit lain kemungkinan akan menunjuk titik putih.
“Sebagian orang mengatakan itu penalti yang jelas, sebagian lainnya bilang keputusan wasit sudah benar. Jadi sebenarnya apa aturannya sekarang? Sampai saat ini tidak ada yang bisa menjelaskan kepada saya. Dari sudut pandang saya, itu handball di area penalti”, ujarnya. (MR-01)






