Mataredaksi.com, BOGOR – Real Madrid U-19 sukses meraih gelar juara UEFA Youth League 2025/2026, setelah menaklukkan Club Brugge U-19 lewat drama adu penalti pada partai final yang berlangsung, di Stade de la Tuilière, Lausanne, Swiss, Senin (20/4/2026) malam WIB. Setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal, wakil Spanyol itu menunjukkan ketenangan lebih baik dalam adu penalti untuk memastikan trofi bergengsi level junior Eropa.
Pertandingan berlangsung menarik sejak menit awal. Tim yang dikenal sebagai Real Madrid Juvenil A tampil agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Tim muda “La Fábrica” menekan pertahanan Club Brugge melalui permainan cepat dari sisi sayap dan kombinasi umpan pendek yang merepotkan lawan.
Dominasi Real Madrid akhirnya membuahkan hasil pada pertengahan babak pertama. Serangan diawali oleh Daniel Yáñez yang mengalirkan bola kepada Jesús Fortea di sisi kanan. Fortea kemudian mengirim umpan silang yang sempat berubah arah sebelum disambut Jacobo Ortega dengan sontekan tumit cerdik yang mengecoh kiper Argus Vanden Driessche. Gol tersebut membawa Real Madrid unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Setelah gol tersebut, Madrid terus menekan demi menambah keunggulan. Beberapa peluang tercipta melalui serangan terorganisasi, namun lini pertahanan Club Brugge masih mampu bertahan dengan disiplin. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan wakil Spanyol.
Club Brugge Bangkit dan Memaksa Adu Penalti
Memasuki babak kedua, Club Brugge menunjukkan respons positif. Wakil Belgia itu bermain lebih berani dan mulai keluar dari tekanan. Blauw-Zwart meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan ruang yang mulai terbuka di lini pertahanan Madrid.
Perubahan strategi tersebut membuahkan hasil saat Tobias Lund Jensen mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1. Gol itu mengubah momentum pertandingan dan membuat duel berjalan semakin ketat. Real Madrid yang sebelumnya dominan mulai mendapat tekanan dari Club Brugge yang tampil lebih percaya diri.
Setelah skor kembali imbang, kedua tim saling berusaha mencetak gol kemenangan. Real Madrid berupaya mengembalikan dominasi, sementara Club Brugge mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.
Meski kedua tim menciptakan peluang berbahaya, tidak ada gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Final pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Mental Juara Real Madrid Menjadi Pembeda
Dalam babak adu penalti, Real Madrid tampil lebih tenang. Para algojo “La Fábrica” asuhan Álvaro López mampu menjalankan tugas dengan sempurna di bawah tekanan tinggi.
Sebaliknya, Club Brugge gagal memaksimalkan dua kesempatan emas setelah Naïm Amengai dan Tian Nai Koren gagal mencetak gol. Kegagalan itu menjadi momen krusial yang menguntungkan Real Madrid.
Diego Aguado, yang maju sebagai penendang keempat, sukses menjalankan tugasnya dengan baik untuk memastikan kemenangan Real Madrid. Gol tersebut sekaligus mengunci gelar juara UEFA Youth League musim ini bagi tim muda Madrid.
Keberhasilan ini menjadi bukti kuat kualitas pembinaan pemain muda Real Madrid. Akademi Valdebebas kembali menunjukkan kapasitasnya dalam melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi kompetisi usia muda Eropa.
Tegaskan Dominasi Klub Spanyol di Eropa
Penyerang Real Madrid, Jacobo Ortega, mengaku bangga atas perjuangan timnya hingga akhirnya mampu meraih gelar juara.
“Kegembiraan yang luar biasa bagi tim. Generasi ini sudah lama pantas mendapatkan momen seperti ini. Kami tahu laga ini tidak mudah, dan lawan memberi perlawanan hebat”, ujar Ortega.
Di sisi lain, pemain sayap Club Brugge, Tobias Lund Jensen, tetap memberikan apresiasi kepada timnya meski gagal membawa pulang trofi.
“Saya bangga dengan tim dan semua yang telah kami lalui sepanjang kompetisi ini. Tentu kami kecewa, tetapi perjalanan ini tetap luar biasa”, kata Jensen.
Gelar ini menjadi trofi kedua UEFA Youth League bagi Real Madrid, sekaligus menempatkan mereka di jajaran klub elite kompetisi ini bersama Barcelona dan Chelsea.
Keberhasilan tersebut juga mempertegas dominasi klub-klub Spanyol di UEFA Youth League. Hingga musim ini, wakil Spanyol telah mengoleksi lima gelar dari 12 edisi, jumlah terbanyak dibanding negara lain. Capaian itu memperlihatkan kekuatan sistem pembinaan pemain muda di Spanyol yang terus menghasilkan talenta berkualitas untuk masa depan sepak bola Eropa. (MR-02)






