SL Benfica Puncaki Grup Usai Gebuk Bayern München 1-0

FIFA Club World Cup 2025

Penyerang sayap SL Benfica, Andreas Schjelderup (#21) merayakan golnya ke gawang Bayern München pada laga pamungkas fase Grup C, Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion Bank of America, Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, Rabu (25/6/2025) dini hari WIB. "As Águias" menang dengan skor tipis 1-0 atas "Die Roten". X/@FIFACWC

WeMataredaksi.com, Amerika Serikat – Sport Lisboa e Benfica mengalahkan Fußball-Club Bayern München 1-0 pada laga terakhir fase Grup C, Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, di Stadion Bank of America, Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, Rabu (25/6/2025) dini hari WIB.

 

Satu-satunya gol “As Águias” (Si Elang) – julukan SL Benfica – dicetak Andreas Schjelderup ketika laga berjalan 13 menit.

 

Berkat kemenangan ini wakil Primeira Liga Portugal memuncaki klasemen dengan tujuh poin dari tiga laga, unggul satu poin dari “Die Roten” (Sang Merah) – sebutan Bayern München – di peringkat kedua.

 

Selanjutnya pada babak 16 besar, ‘Si Elang’ akan menghadapi peringkat kedua Grup D, Chelsea Football Club, setelah menaklukan Espérance Sportive de Tunis, sedangkan Bayern München dipastikan bertemu juara Grup D Clube de Regatas do Flamengo.

 

Secara statistik sebenarnya ‘Sang Merah’ lebih unggul pada pertandingan ini dengan 73 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tendangan yang empat di antaranya tepat sasaran, namun Benfica dapat tampil lebih klinis.

 

“Die Bayern” mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu pada pertandingan ini, namun Benfica yang dapat unggul terlebih dahulu melalui gol Andreas Schjelderup, setelah memaksimalkan umpan dari Gianluca Prestianni, sehingga skor berubah menjadi 1-0 pada menit 13.

 

Tertinggal terlebih dahulu membuat ‘Sang Bayern’ mendominasi penguasaan bola pada babak pertama, akan tetapi skuad asuhan Vincent Kompany itu kesulitan menciptakan peluang.

 

Momen terbaik Manuel Neuer dan kolega di babak pertama terjadi pada menit ke-44, ketika Serge Gnabry memberikan umpan tarik ke arah Leroy Sané, tetapi tendangan first-time pemain sayap melenceng jauh dari sasaran.

 

Vincent Kompany membuat tiga perubahan saat jeda untuk meningkatkan serangannya, memasukkan Harry Kane, Michael Olise, dan Joshua Kimmich. Dampaknya langsung terasa bagi “Die Bayern”.

 

Pada menit ke-51, mereka memaksa Anatoliy Trubin melakukan penyelamatan beruntun terhadap serangan balik Sané dan tendangan Thomas Müller dari dalam kotak penalti.

 

Melihat situasi itu, pelatih Benfica, Bruno Lage memasukkan gelandang Orkun Kökçü dan Muhammed Kerem Aktürkoğlu, dan pergantian pemain itu hampir langsung membuahkan hasil, namun masih dapat diselamatkan Neuer.

 

“FC Hollywood” memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-61 ketika Kimmich melepaskan tendangan kaki kiri ke dalam tiang kiri Trubin, tetapi Harry Kane berada dalam posisi offside sehingga gol itu dianulir.

 

München terus menekan dan pada menit ke-75, umpan silang Olise membuat Nicolás Otamendi dkk. kesulitan untuk menghalau bola, dan bola jatuh ke Aleksandar Pavlović, yang tendangan kaki kirinya berhasil ditepis oleh kaki Trubin.

 

Pada waktu yang tersisa, “Der FCB” (The FCB) terus berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan SL Benfica tetap bertahan.

 

*Akui Kecolongan

Pelatih Bayern München, Vincent Kompany mengakui, timnya kecolongan ketika takluk dari SL Benfica 0-1 pada pertandingan terakhir fase Grup C.

 

Teknisi asal Belgia mengatakan, jika pada babak pertama anak asuhnya tampil kurang baik, namun ada peningkatan ketika memasuki babak kedua.

 

“Kami menciptakan banyak peluang setelah jeda dan bermain dengan sangat baik. Itulah sepak bola – jika Anda tidak memanfaatkan peluang, Anda akan menanggung akibatnya. Kami tahu kami akan menghadapi Flamengo atau Chelsea, jadi pertandingan ini akan sulit”, ungkap Kompany.

 

Sementara itu, kiper Bayern München, Manuel Neuer menambahkan, timnya tidak bermain dengan intensitas yang sama di babak pertama, seperti yang kami lakukan di babak kedua.

 

“Itu kesalahan kami, kami tidak sepenuhnya fokus. Kami juga kehilangan banyak peluang. Lawan saya bermain dengan sangat baik. Kami kekurangan momentum untuk mencetak gol”, jelas Manuel Neuer dikutip dari laman resmi FIFA.

 

“Posisi offside Kane untuk gol Kimmich jelas menyebalkan. Kami harus kritis terhadap babak pertama kami. Namun, apa yang kami tunjukkan di babak kedua adalah ‘The FCB’, begitulah cara kami ingin bermain”, tutupnya.=Nca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *