Berita  

Warga Kampung Cibuntu Bogor Menjerit, Jalan 9 Kilometer Rusak Belum Tersentuh Beton

Ada 400 warga menunggu keajaiban karena 15 tahun menikmati jalan tanah dan bebatuan

Melintasi - Salah seorang warga Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, sedang berjalan kaki melintasi jalan desa yang kondisinya belum di aspal dan hotmix, Senin (9/3/2026). (Foto: Kornelius/Mataredaksi)

Mataredaksi.com, BOGOR – Sebanyak 400 warga Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, masih kesulitan melintasi jalan desa sepanjang 9 kilometer yang belum tersentuh perbaikan dan betonisasi.

Kondisi Jalan Menyulitkan Aktivitas Warga

Kondisi jalan berupa tanah bercampur bebatuan menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat hujan deras. Jalan ini menjadi akses vital untuk kegiatan ekonomi warga, transportasi harian, dan jalur anak-anak pergi sekolah.

Warga Terisolir Saat Hujan

Acim, warga RT 01 RW 05, menuturkan tantangan yang mereka hadapi. “Saat hujan deras, jalan ini tak bisa dilalui. Anak-anak otomatis tidak sekolah karena harus menyeberangi sungai dengan arus deras. Kondisi ini membuat warga merasa terisolir dari pusat kota”, ujarnya, Senin (9/3/2026).

Warga mengandalkan jalan ini untuk membawa hasil pertanian ke pasar, mengantar anak sekolah, dan aktivitas sehari-hari lainnya. Namun kondisi rusak membuat mereka harus berhati-hati, sering menyeberangi aliran sungai atau menggunakan jalur sempit yang berbahaya. Beberapa warga bahkan memilih untuk menunda aktivitas sehari-hari ketika cuaca buruk, demi keselamatan diri dan keluarga.

Harapan Warga kepada Pemerintah

Acim berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi jalan tersebut dan segera membangun akses yang layak. “Kami mohon pemerintah segera membangun jalan desa kami, agar kegiatan ekonomi dan pendidikan tidak terhambat”, tambahnya.

Ketua RW 05, Ade Saefudin, menegaskan bahwa keluhan warga sudah menumpuk bertahun-tahun. Meskipun telah mengajukan permohonan melalui aparat desa hingga kecamatan, hingga kini belum ada realisasi nyata. Warga merasa aspirasi mereka seolah membentur dinding kosong, sementara kondisi jalan yang rusak menghambat distribusi barang, transportasi, dan mobilitas sehari-hari.

“Kami sudah bosan mengadu hanya untuk janji-janji. Harapan kami, pemerintah pusat bisa memperhatikan jalan sepanjang 9 kilometer ini agar segera dibangun. Ini penting untuk kelancaran ekonomi, mobilitas, dan masa depan pendidikan anak-anak kami”, tegas Acim.

Risiko Keselamatan dan Dampak Ekonomi

Selain itu, warga menyoroti risiko keselamatan saat melintasi jalan berbatu dan sungai yang meluap. Mereka khawatir kecelakaan bisa terjadi setiap saat, terutama bagi anak-anak yang harus pergi sekolah dan warga yang mengangkut hasil pertanian.

Perhatian pemerintah setempat sangat dinantikan agar akses vital ini segera dibangun, mempermudah kehidupan sehari-hari, dan mendukung perkembangan pendidikan serta ekonomi kampung.

Sampai berita ini ditayangkan, Pelaksana Harian (Plh) Kades Leuwikaret, Hendi, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Warga Kampung Cibuntu kini hanya bisa berharap ada perhatian nyata dari pemerintah agar akses jalan mereka segera diperbaiki dan aktivitas sehari-hari kembali lancar. (MR-06)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *