Mataredaksi.com, BOGOR – Fútbol Club Barcelona kembali membuktikan diri sebagai “Raja Comeback” setelah membalikkan ketertinggalan dua gol dan menang dramatis 3-2 atas Levante pada pekan kedua La Liga EA Sport 2025/26, Minggu (24/8/2025) dini hari WIB di Stadion Ciutat de València.
Tertinggal 0-2 di babak pertama, pasukan Hansi Flick bangkit dengan cepat di babak kedua. Gol jarak jauh Pedri, penyelesaian Ferran Torres, dan gol bunuh diri bek tengah Unai Elgezabal di masa injury time memastikan Blaugrana pulang dengan tiga poin penting.
Raja Comeback Kembali Beraksi
Musim lalu, Barcelona tercatat enam kali membalikkan keadaan di La Liga. Jika ditambah ajang lain, jumlahnya mencapai sembilan comeback. Kini, di laga tandang kedua musim ini, Flick kembali memperlihatkan warisan terbesarnya: mentalitas tak menyerah.
Dalam tujuh menit, defisit dua gol lenyap, dan sejarah pun tercipta. Untuk pertama kalinya sejak 1962, Barcelona sukses membalikkan ketertinggalan dua gol di babak pertama pada laga tandang La Liga.
Tim muda yang sering diragukan soal pengalaman justru tampil matang di momen-momen krusial.
Kelas Master Pedri
Jika ada satu pemain yang menjadi roh kemenangan ini, jawabannya jelas: Pedri.
Gelandang 22 tahun itu mencatat 118 umpan sukses dari 126 percobaan, mendikte tempo, hingga jadi penggerak utama comeback. Gol tendangan jauhnya di menit ke-53 membuka jalan kebangkitan Barça.
Tak hanya menyerang, Pedri juga disiplin di lini pertahanan dengan dua intersepsi dan 10 kali merebut bola. Kinerjanya melampaui sekadar angka; ia benar-benar mendominasi permainan.
Absennya Iñigo Martínez Terasa
Meski menang, Flick punya pekerjaan rumah besar di lini belakang. Duet Ronald Araújo dan Pau Cubarsí tampil rapuh, terutama dalam menjaga garis pertahanan tinggi.
Gol pertama Levante tercipta karena kesalahan posisi Araújo, sementara Cubarsí gagal melakukan intervensi pada proses gol kedua. Sejak hengkangnya Iñigo Martínez ke Al Nassr, Cubarsí dipaksa bermain di kiri-posisi yang masih membuatnya terlihat canggung.
Jika masalah komunikasi dan positioning ini tak segera dibenahi, Barcelona bisa kesulitan saat menghadapi lawan yang lebih tajam.
Penutup
Comeback atas Levante memang jadi bukti bahwa Barcelona punya mentalitas juara. Namun, Flick tahu betul kemenangan dramatis tidak bisa jadi kebiasaan. Untuk mempertahankan gelar, Barça perlu stabil, terutama di lini pertahanan. Kemenangan ini indah, tapi juga sebuah peringatan. (MR-03)






