Bayi Panda Rio Siap Menyapa Publik, Tumbuh Cepat di Taman Safari Bogor

Pemeriksaan kesehatan - Tim Life and Science Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang bayi giant panda bernama Satrio Wiratama atau Rio di Istana Panda, TSI Bogor, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026). Bayi panda berusia 170 hari itu menunjukkan perkembangan signifikan dengan berat mencapai 11,5 kilogram dan dijadwalkan mulai diperkenalkan kepada publik pada 30 Mei 2026 mendatang. (Sumber foto: Istimewa)

Mataredaksi.com, BOGOR – Bayi giant panda bernama Satrio Wiratama atau Rio menunjukkan perkembangan pesat di usia 170 hari. Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pun bersiap memperkenalkan Rio secara resmi kepada publik pada akhir Mei 2026.

Anak pasangan panda Cio Tao dan Hu Chun itu kini memiliki bobot mencapai 11,5 kilogram. Tim Life and Science (Kehidupan dan Sains) TSI Bogor menilai pertumbuhan Rio berada di atas rata-rata bayi panda seusianya.

Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia Bogor, drh. Bongot Huaso Mulia mengatakan, perkembangan Rio terus dipantau secara intensif sejak lahir. Hasilnya, kondisi kesehatan dan tumbuh kembang bayi panda tersebut sangat baik.

“Perkembangan Rio sangat baik, bahkan berada di atas rata-rata anak panda. Pada hari ke-160, berat badannya mencapai 10,8 kilogram dan hari ini sudah 11,5 kilogram”, ujar Bongot kepada awak media di TSI Bogor, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026).

Selain mengalami peningkatan berat badan, Rio juga mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan situasi ramai. Menurut Bongot, proses adaptasi itu penting karena mamalia asal Tiongkok tersebut dikenal sebagai hewan pemalu dan sensitif terhadap perubahan suasana.

TSI Bogor secara bertahap melatih Rio agar terbiasa melihat banyak orang sebelum nantinya tampil di area publik. “Panda merupakan hewan pemalu, sehingga proses pengenalannya harus dilakukan perlahan. Kesempatan ini menjadi momen bagi Rio untuk mulai mengenal lingkungan dan orang-orang di sekitarnya”, jelasnya.

Penglihatan Rio Mulai Berkembang

Tim Life Science TSI Bogor terus memantau fungsi pendengaran dan penglihatan Rio untuk memastikan kesiapan bayi panda itu sebelum tampil di area publik.

drh. Bongot Huaso Mulia menjelaskan, panda mengalami perkembangan penglihatan lebih lambat dibandingkan indera lainnya. Pada masa awal pertumbuhan, Rio lebih mengandalkan penciuman serta sentuhan untuk mengenali lingkungan sekitar.

“Fungsi penglihatan panda berkembang cukup lama, bisa sampai usia enam hingga tujuh bulan. Sebelum itu, Rio lebih mengandalkan penciuman dan sentuhan. Pendengaran dan penglihatan menjadi fungsi terakhir yang berkembang”, ujar Bongot.

Saat memasuki usia empat bulan, Rio mulai aktif berjalan dan berpindah tempat. Bayi panda tersebut juga mulai belajar memanjat dengan tubuh induknya, Hu Chun, sebagai media latihan pertama.

Rio Mulai Tumbuh Gigi

Perubahan lain muncul ketika Rio memasuki usia 80 hari. Pada fase itu, gigi pertamanya mulai tumbuh sehingga ia sering menggigit benda di sekitar kandang.

Tim TSI Bogor kemudian mengenalkan rebung bambu sebagai makanan pendamping yang aman untuk bayi panda. Meski begitu, Rio masih rutin menyusu kepada induknya sebanyak dua kali sehari.

Bongot memastikan kondisi Rio dan Hu Chun tetap sehat selama masa perawatan di Istana Panda TSI Bogor. “Hu Chun selalu mendampingi Rio saat beraktivitas, termasuk ketika memanjat”, katanya.

Siap Diperkenalkan ke Publik

TSI Bogor menjadwalkan perkenalan resmi Rio kepada publik pada 30 Mei 2026 di kawasan Istana Panda. Pengunjung nantinya bisa melihat langsung bayi giant panda tersebut dengan pengawasan ketat dari tim perawat. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *