Mataredaksi.com, BOGOR – Bologna Football Club 1909 dipastikan kehilangan bek Jhon Lucumí selama sekitar sebulan karena cedera baru. Cedera itu terjadi saat tim bermain imbang 1-1 melawan Como 1907, Sabtu (10/1/2026) malam, di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Lucumí segera memberi tanda kepada pelatih bahwa ia harus diganti.
BEREBUT BOLA – Bek Bologna FC 1909, Jhon Lucumí (kanan) berusaha berebut bola dengan penyerang sayap Napoli David Neres (kiri) pada final Supercoppa Italiana 2025, Selasa (23/12/2025) dini hari WIB, di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi. (Sumber foto: X/@footballitalia)
Dokter memprediksi proses pemulihan Lucumí berlangsung 3-4 minggu. Selama periode ini, ia absen di beberapa laga Serie A dan kemungkinan juga di kompetisi lain. Kehilangan Lucumí menambah tekanan bagi pelatih karena jadwal I Rossoblu (Si Merah-Biru) – julukan Bologna FC 1909 – padat di Serie A, Liga Eropa UEFA, Coppa Italia, dan Supercoppa Italia.
Beberapa pemain sebelumnya mengalami cedera, sehingga absennya Jhon Lucumí memaksa pelatih menyesuaikan strategi lini belakang. Tim juga harus memantau kondisi fisik pemain lain agar tidak muncul cedera baru di tengah padatnya jadwal.
BERLATIH PENUH– Kabar baik datang dari kiper Łukasz Skorupski (kiri) yang mulai terlihat kembali berlatih di markas latihan Bologna FC 1909, Senin (12/1/2025) sore waktu setempat. Pemain tersebut beraktivitas di Bologna FC Technical Centre, yang terletak di Casteldebole, Bologna, Italia, menandakan proses pemulihannya berjalan positif. (Sumber foto: X/@BolognaFC1909en)
Kabar baik datang dari kiper Łukasz Skorupski. Ia kembali berlatih penuh dengan tim setelah beberapa bulan menepi karena cedera. Satu-satunya pemain yang masih menepi adalah Federico Bernardeschi, yang mengalami patah klavikula saat semifinal Supercoppa Italia melawan Inter Milan bulan lalu.
Łukasz Skorupski yang kembali memberi pelatih opsi tambahan di lini belakang. Tim berharap bek 27 tahun asal Kolombia tersebut segera pulih. Jika ia bergabung sebelum akhir Januari, pertahanan ‘Si Merah-Biru’ akan lebih kuat menghadapi rangkaian pertandingan penting dan jadwal kompetisi padat. (MR-03)







