Mataredaksi.com, BOGOR – Borussia Dortmund menutup laga kandang terakhir musim 2025/2026 ini dengan kemenangan 3-2 atas Eintracht Frankfurt, di Stadion Signal Iduna Park, Sabtu (9/5/2026) dini hari WIB. Namun, sorotan utama justru tertuju pada momen perpisahan empat sosok penting klub.
Sebastian Kehl, Julian Brandt, Niklas Süle, dan Salih Özcan mendapat penghormatan khusus sebelum laga berakhir. Klub menyiapkan seremoni perpisahan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka sepanjang musim dan karier di Dortmund.
Momen Perpisahan di Depan Tembok Kuning
Laga ini menjadi penampilan kandang terakhir bagi Julian Brandt, Niklas Süle, dan Salih Özcan. Brandt dan Özcan masuk sebagai pemain pengganti di babak akhir, sementara Süle menjalani momen perpisahan emosional sebelum laga terakhir musim di markas Werder Bremen.
Süle bahkan telah mengumumkan keputusan pensiun dari sepak bola sehari sebelum pertandingan berlangsung di Signal Iduna Park.
Penghormatan untuk Sebastian Kehl
(Sumber foto: @DawidBundesliga/X)
Sorotan lain tertuju pada Sebastian Kehl yang mendapat penghormatan besar dari stadion. Penyiar legendaris Nobby Dickel menyebut Kehl sebagai sosok yang “hidup dan bernapas kuning-hitam” berkat dedikasinya selama lebih dari dua dekade di klub.
Dortmund juga menyiapkan kompensasi pemutusan kontrak untuk Kehl dengan nilai antara €1,5 hingga €2 juta sebagai bagian dari akhir masa pengabdiannya di struktur manajemen klub.
Brandt dan Kontribusi Teknisnya
Penyiar stadion Nobby Dickel memberi pujian besar kepada Julian Brandt. Ia menyebut Brandt sebagai salah satu gelandang paling teknis yang pernah bermain untuk Borussia Dortmund dalam beberapa musim terakhir. Brandt juga mencatat lebih dari 300 penampilan bersama klub.
Süle dan Perjalanan Penuh Tantangan
Niklas Süle mendapat sorotan emosional dari Dickel. Ia menilai Süle menunjukkan karakter kuat selama kariernya di Dortmund. Bek tersebut juga bangkit dari beberapa cedera berat dan tetap kembali ke level kompetitif.
Özcan dan Mentalitas Pekerja Keras
Dickel juga menyoroti Salih Özcan sebagai gelandang dengan etos kerja tinggi. Ia menyebut Özcan sebagai pemain dengan mentalitas petarung. Beberapa klub kini menunjukkan minat untuk merekrutnya.
(Sumber foto: @SleeperFootNews/X)
Apresiasi Terakhir di Depan Tembok Kuning
Keempat pemain berdiri bersama di depan “Tembok Kuning” setelah laga berakhir. Ribuan suporter memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk penghormatan.
Suasana Stadion Berubah Haru
Atmosfer stadion langsung berubah emosional saat para pemain membalas dukungan fans. Momen itu menutup perjalanan mereka bersama Borussia Dortmund dengan suasana penuh apresiasi. (MR-02)






