Borussia Dortmund Lolos Mulus, HEBC Hamburg Jadi Korban 5-0 di DFB-Pokal

Lengkapi Kemenangan – Penyerang Borussia Dortmund, Fábio Silva, merayakan golnya saat menghadapi Hamburg-Eimsbütteler Ballspiel-Club (HEBC) pada putaran pertama DFB-Pokal 2026/2027, di Volksparkstadion, Hamburg, Jerman, Rabu (2/9/2026) dini hari WIB. Pemain asal Portugal mencetak gol kelima sekaligus melengkapi kemenangan 5-0 Die Schwarzgelben atas wakil Oberliga tersebut. (Sumber foto: @BlackYellow/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Borussia Dortmund mengawali kiprahnya di DFB-Pokal 2026/2027 dengan hasil meyakinkan. Menghadapi Hamburg-Eimsbütteler Ballspiel-Club (HEBC) yang berkompetisi di Oberliga, Die Schwarzgelben menang telak 5-0 di Volksparkstadion, Hamburg, Rabu (2/9/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut sekaligus mengantar Die Borussen ke putaran kedua. Meski berstatus tim kasta kelima, HEBC Hamburg mampu membuat pertandingan berjalan cukup ketat pada fase awal. Dortmund baru menemukan jalan menuju gawang tuan rumah setelah pertandingan melewati setengah jam.

Pertandingan di Volksparkstadion juga menghadirkan suasana berbeda. Sebanyak 45.917 penonton datang menyaksikan duel tersebut. Jumlah itu menjadi rekor penonton untuk laga DFB-Pokal yang mempertemukan klub dari kasta kelima atau wakil Oberliga.

Dortmund Butuh Waktu Menemukan Ritme

Niko Kovač melakukan tujuh perubahan dalam susunan utama Dortmund setelah kemenangan 2-0 atas Hamburger SV, di Bundesliga. Alexander Meyer mendapat kesempatan menjaga gawang menggantikan Gregor Kobel.

Rotasi juga membuka ruang bagi sejumlah pemain lain untuk tampil sejak awal. Kovač menggabungkan pemain berpengalaman dengan talenta muda untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan kesempatan.

Strategi tersebut sempat membuat Dortmund membutuhkan waktu untuk menemukan ritme. Der BVB tetap menguasai jalannya permainan, tetapi pertahanan Lila-Weiß, julukan HEBC Hamburg, mampu menutup ruang di area berbahaya.

Marcel Sabitzer mengakui kondisi tersebut setelah pertandingan. Ia menyebut banyaknya perubahan pemain membuat Dortmund perlu beradaptasi lebih dulu sebelum permainan berjalan sesuai harapan.

“Kami melakukan banyak pergantian pemain dan butuh waktu untuk menemukan ritme. Seharusnya bisa lebih banyak gol, tapi kami menyelesaikan tugas dengan baik”, ujar Sabitzer kepada RTL dan Sky Sports.

Gol Bunuh Diri Buka Jalan Dortmund

HEBC Hamburg asuhan Philipp Obloch tidak sekadar bertahan sepanjang pertandingan. Tim amatir itu justru berani memberikan ancaman sejak awal laga. Mereka tercatat dua kali melepaskan tembakan ke arah gawang Borussia Dortmund pada menit-menit pembuka.

Perlawanan tersebut membuat Dortmund tidak langsung menciptakan keunggulan besar. Perbedaan kualitas skuad memang terlihat, tetapi HEBC Hamburg mampu menjaga organisasi pertahanan dengan cukup rapat.

Dortmund terus menguasai jalannya permainan. Para pemain Der BVB mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain sambil mencari ruang di antara barisan pertahanan tuan rumah.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33. Kapten HEBC Hamburg, Janek Wrede, justru membuka jalan bagi Dortmund setelah salah mengantisipasi serangan lawan di area pertahanan sendiri.

Bola hasil serangan Dortmund berubah arah setelah mengenai Wrede dan kemudian masuk ke gawang HEBC Hamburg. Gol tersebut langsung mengubah momentum pertandingan.

Setelah unggul, Dortmund semakin leluasa meningkatkan tekanan. Daniel Svensson kemudian menggandakan keunggulan hanya tiga menit berselang.

Samuele Inácio lalu mengambil alih perhatian. Penyerang muda asal Italia tersebut mencetak gol pada menit ke-41 untuk membawa timnya unggul 3-0.

Inácio kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit ke-45+2. Dortmund pun menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Empat gol dalam waktu singkat membuat HEBC Hamburg semakin kesulitan menjaga intensitas permainan. Tim tuan rumah sebelumnya mampu bertahan cukup solid, tetapi tekanan Dortmund akhirnya membuat pertahanan mereka mulai terbuka.

Fábio Silva Lengkapi Pesta Gol Dortmund

Dortmund tidak mengendurkan tekanan setelah turun minum. Pelatih Niko Kovač kembali melakukan pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain lain.

Perubahan tersebut tidak mengurangi dominasi tim tamu. Der BVB tetap menguasai bola dan terus mencari peluang untuk menambah keunggulan. Tekanan itu kembali membuahkan hasil pada menit ke-59. Joey Veerman mengirimkan umpan kepada Fábio Silva di area penalti.

Penyerang asal Portugal tersebut kemudian menyelesaikan peluang dengan tembakan kaki kanan. Bola bersarang di gawang HEBC Hamburg dan mengubah skor menjadi 5-0. Gol Fábio Silva sekaligus menjadi gol terakhir Dortmund dalam pertandingan tersebut.

Meski demikian, BVB masih menciptakan sejumlah peluang hingga menit-menit akhir. HEBC Hamburg tidak menyerah meski tertinggal lima gol. Pasukan Purple and White, atau “Ungu dan Putih” tetap berusaha memberikan perlawanan.

Dukungan penonton di Volksparkstadion juga memberikan energi tambahan bagi tim tuan rumah. Para suporter HEBC Hamburg hadir dengan mengenakan warna ungu dan putih, sehingga menciptakan atmosfer yang berbeda sepanjang pertandingan.

HEBC Hamburg memang menggunakan Volksparkstadion sebagai venue pertandingan karena stadion kandang mereka hanya memiliki kapasitas sekitar 2.500 penonton. Kesempatan tampil di stadion besar tersebut menjadi salah satu pengalaman istimewa bagi klub dalam perjalanan mereka di DFB-Pokal musim ini.

Marcel Sabitzer turut mengapresiasi pengalaman yang dirasakan HEBC Hamburg. Ia menilai pertandingan tersebut tetap menjadi momen spesial bagi klub amatir asal Hamburg itu. “Bagi HEBC Hamburg ini adalah momen spesial. Kami senang menjadi bagian dari pertandingan ini dan semua menikmati laga”, kata Sabitzer.

Wolter Berharap HEBC Terhindar dari Kekalahan Besar

Pertandingan Dortmund kontra HEBC Hamburg juga menarik perhatian Thomas Wolter. Legenda SV Werder Bremen tersebut pernah memperkuat HEBC Hamburg dan hadir langsung, di Volksparkstadion.

Wolter memahami perbedaan level kedua tim cukup besar. Dortmund datang dengan skuad yang memiliki pengalaman di kompetisi papan atas, sedangkan HEBC Hamburg berstatus klub amatir.

Karena itu, Wolter berharap mantan klubnya mampu menghindari kekalahan dengan selisih yang terlalu besar. “Saya mendoakan skor tidak sampai dua digit”, ujar Wolter.

Harapan tersebut akhirnya terwujud. Dortmund memang tampil dominan, tetapi mereka berhenti pada lima gol hingga pertandingan berakhir.

Wolter memiliki ikatan khusus dengan HEBC Hamburg. Ia pernah menjadi bagian dari klub tersebut dan bahkan membantu HEBC mencapai final Piala Hamburg pada 1983.

Sementara itu, para pemain HEBC Hamburg tetap berusaha memberikan perlawanan sampai pertandingan memasuki fase akhir. Beberapa peluang Dortmund setelah gol kelima juga mampu mereka gagalkan, termasuk melalui penyelamatan penjaga gawang.

Dortmund Jaga Tradisi di DFB-Pokal

Kemenangan 5-0 atas HEBC Hamburg memastikan Dortmund melaju ke putaran kedua DFB-Pokal 2026/2027. Hasil tersebut sekaligus menjaga catatan positif Der BVB dalam kompetisi piala domestik Jerman.

Dortmund tercatat selalu melewati putaran pertama DFB-Pokal tanpa menjalani perpanjangan waktu dalam 20 musim terakhir. Kemenangan atas HEBC Hamburg kembali memperpanjang tradisi tersebut.

Samuele Inácio menjadi pemain yang paling mencuri perhatian melalui dua golnya. Daniel Svensson dan Fábio Silva masing-masing menyumbangkan satu gol, sedangkan gol bunuh diri Janek Wrede menjadi pembuka keunggulan Dortmund.

Bagi HEBC Hamburg, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di DFB-Pokal 2026/2027. Meski gagal menciptakan kejutan, pengalaman menghadapi Dortmund di hadapan puluhan ribu penonton menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.

Borussia Dortmund kini dapat mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya setelah memastikan tiket putaran kedua. Kemenangan 5-0 juga memberi Dortmund modal positif untuk melanjutkan kiprah di DFB-Pokal.

Sementara itu, HEBC Hamburg tetap bisa meninggalkan Volksparkstadion dengan pengalaman berharga. Mereka memang gagal menahan Dortmund, tetapi kesempatan tampil di hadapan publik dalam jumlah besar membuat laga ini menjadi salah satu momen penting bagi klub dari Hamburg tersebut. (MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *