Cedera dan Sanksi Jadi ‘Kambing Hitam’ Kegagalan Jerman

Piala Eropa Wanita UEFA 2025

MANAJER Christian Wück menghibur Jule Brand penyerang Jerman yang terlihat sedih usai Tim Nasional menderita kekalahan 0-1 saat melawan Spanyol dalam pertandingan semifinal Euro 2025, di Stadion Letzigrund, Kota Zürich, Swiss, Kamis (24/7/2025) dini hari WIB. (Sumber Foto: X/@WEURO2025)

Mataredaksi.com, ZÜRICH – Pelatih nasional, Christian Richard Wück, sepertinya begitu kecewa dengan kegagalan Jerman di Piala Eropa Wanita UEFA 2025. Saking geramnya, ia bahkan menyebut, jika cedera dan sanksi larangan bertanding, menjadi ‘kambing hitam ‘ buruknya performa anak asuhnya.

“Namun yang jelas kami tidak ingin menjadi cetak biru Spanyol, kami menginginkan identitas kami sendiri, jadi para pemain wanita Spanyol tidak cocok dengan itu”. “Itu sebab, kami harus lebih tenang, tetap fokus, itulah intinya. Itu akan memakan waktu, kami butuh lebih banyak wawasan dan bakat”, kata Christian Wück.

Namun, teknisi berumur 52 itu tak mau terlalu larut dalam kegagalan ini. Christian Wück bahkan meminta masyarakat Jerman untuk bersatu membangun sebuah tim yang kuat. “Mungkin Jerman perlu belajar sedikit bahwa kita melakukan segalanya bersama-sama, bahwa kita menginginkan yang terbaik untuk bangsa Jerman”, katanya lagi.

Wück optimis, dengan meningkatkan kualitas di liga, akan terbentuk pemain yang kuat dan tentunya siap berlaga di kejuaraan internasional. “Kita telah memulai perkembangan. Tetapi kita harus meningkatkan diri, terutama di sektor yunior, karena kita mendapatkan pemain-pemain yang terlatih dengan baik di Bundesliga”, imbuhnya.

“Kita patut bangga telah bermain di turnamen yang sedemikian rupa sehingga kita telah memicu euforia yang begitu besar, baik di kandang sendiri maupun di babak penyisihan Piala Eropa”, tambah Wück.

Terlepas dari sikap mantan pelatih Timnas Jerman U-17, sejumlah pakar sepak bola di Jerman justru mengkritik buruknya penampilan skuadnya di Euro 2025, Swiss.

Pakar Asosiasi Perusahaan Penyiaran Publik Republik Federal Jerman (ARD), Almuth Schult misalnya, ia membantah menganalisis Wück.

“Ia membentuk semangat tim, yang tidak terpikirkan dua atau tiga bulan lalu, karena diskusi tentang komunikasi masih berlangsung di luar. Jadi, Anda bisa melihat bahwa mereka selangkah lebih maju, tetapi dari sudut pandang Jerman, tentu saja Anda berharap mereka sedikit lebih maju”.

Tak hanya Schult, para mantan pemain tim nasional menambahkan: “Karena saya baru melihat satu pertandingan yang sangat bagus di bawah asuhan Christian Wück, yaitu pertandingan melawan Belanda di Nations League. Ini harus menjadi klaim untuk tahun depan”, tandas mereka.

Diketahui gol Aitana Bonmatí di babak tambahan waktu mengantarkan Timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas Timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, yang dimainkan, di Stadion Letzigrund, Kota Zürich, Swiss itu, Kamis (24/7/2025) dini hari WIB. (MR-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *