Mataredaksi.com, BOGOR – Manchester City sebenarnya sudah menentukan arah baru setelah era Pep Guardiola. The Citizens disebut telah mencapai kesepakatan dengan Enzo Maresca untuk menjadi pelatih kepala mulai musim panas 2026. Namun hingga kini, pengumuman resmi yang dinanti publik belum juga terwujud.
Maresca, yang pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola di Etihad Stadium, sejak lama masuk dalam daftar kandidat utama penerus pelatih asal Spanyol tersebut. Bahkan laporan dari Inggris menyebutkan kesepakatan prinsip antara kedua belah pihak sudah tercapai sejak Mei lalu.
Meski begitu, proses finalisasi berjalan jauh lebih rumit dari perkiraan. Akar persoalannya ternyata masih berkaitan dengan hubungan Maresca dan mantan klubnya, Chelsea.
Perpisahan yang Menyisakan Konflik
Chelsea mengumumkan kepergian Maresca pada 1 Januari 2026 setelah periode yang penuh gejolak di Stamford Bridge. Di atas lapangan, performa The Blues memang belum memenuhi ekspektasi.
Namun ketegangan terbesar justru terjadi di balik layar. Situasi memanas ketika Maresca secara terbuka mengkritik kurangnya dukungan yang ia rasakan selama menangani klub London tersebut.
Dalam salah satu konferensi persnya, pelatih asal Italia itu mengaku mengalami masa paling sulit selama bertugas di Chelsea. Pernyataan tersebut memicu spekulasi mengenai hubungan yang memburuk antara dirinya dan jajaran pemilik klub.
Sejumlah laporan kemudian menyebutkan bahwa Maresca terlibat perbedaan pandangan dengan manajemen terkait kebijakan transfer hingga urusan pemilihan pemain. Ketegangan itu akhirnya membuat kerja sama kedua pihak tidak dapat dipertahankan.
Kontak dengan Manchester City Jadi Pemicu
Masalah semakin rumit ketika muncul kabar bahwa Manchester City mulai menjajaki kemungkinan merekrut Enzo Maresca sebagai suksesor Pep Guardiola. Padahal, saat itu sang pelatih masih terikat kontrak resmi dengan Chelsea.
Menurut berbagai laporan media Inggris, Maresca sempat menjalin komunikasi dengan City ketika masih bekerja di Stamford Bridge. Sesuai ketentuan di dalam kontraknya, ia kemudian melaporkan adanya pendekatan tersebut kepada petinggi Chelsea.
Kabar itu langsung memicu reaksi keras dari internal klub. Tak lama kemudian, situasi yang sudah memanas berkembang menjadi krisis besar yang berujung pada keputusan perpisahan antara Maresca dan Chelsea.
Kepergian sang pelatih juga memberikan dampak besar terhadap perjalanan musim Chelsea. Klub harus mengeluarkan biaya tambahan untuk merekrut Liam Rosenior sebagai pengganti, sebelum akhirnya mereka kembali melakukan perombakan di kursi pelatih.
Ancaman Hukum Bayangi Kesepakatan
Walaupun Maresca kini tidak lagi berstatus karyawan Chelsea, proses kepindahannya ke Manchester City tetap belum sepenuhnya bebas hambatan. Pihak Chelsea menilai Manchester City melakukan pendekatan kepada pelatih yang masih terikat kontrak tanpa mengantongi izin resmi terlebih dahulu.
Karena alasan itu, manajemen The Blues mempertimbangkan langkah hukum dengan melaporkan Manchester City ke Premier League. Mereka menuduh City melakukan pelanggaran aturan terkait pendekatan terhadap staf klub lain.
Selain itu, manajemen Chelsea juga sempat menelaah kemungkinan melayangkan gugatan kepada Enzo Maresca terkait dugaan pelanggaran kontrak.
Menyadari potensi masalah tersebut, Manchester City dilaporkan memilih jalur damai. Manajemen The Citizens berusaha mencapai kesepakatan kompensasi dengan Chelsea agar seluruh persoalan dapat selesai tanpa proses hukum yang panjang.
Negosiasi Kompensasi demi Jalur Damai
Beberapa laporan menyebut nilai penyelesaian yang sedang bergulir dalam proses negosiasi mencapai lebih dari 13 juta dolar AS, atau sekitar 10 juta poundsterling.
Jika kedua klub berhasil mencapai kata sepakat, Chelsea tampaknya akan menghentikan seluruh ancaman tindakan hukum terhadap Manchester City maupun Maresca. Langkah itu otomatis membuka jalan bagi pengumuman resmi yang selama ini tertunda.
Dengan kata lain, masa depan Enzo Maresca di Etihad Stadium tampaknya sudah hampir pasti. Namun, sebelum kedua belah pihak menandatangani kontrak secara resmi, Manchester City masih harus menyelesaikan satu urusan finansial penting dengan Chelsea. (MR-01)








