Coventry Hancurkan Newcastle 4-1, Gol Cherif Ikut Bawa The Sky Blues Jauhi Zona Degradasi

Merayakan – Ekspresi striker Coventry City, Sidiki Chérif, saat merayakan gol kedua timnya ke gawang Newcastle United pada pertandingan pekan keenam Liga Premier 2026/2027, di Coventry Building Society Arena, Selasa (13/10/2026) dini hari WIB. The Sky Blues menang telak 4-1 atas The Magpies sekaligus keluar dari zona degradasi. (Sumber foto: @CoventryCityFC/X)

Mataredaksi.com, BOGOR – Coventry City meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Newcastle United pada pekan keenam Liga Premier 2026/2027 di Coventry Building Society Arena, Selasa (13/10/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memperpanjang tren kemenangan The Sky Blues sekaligus mengangkat tim asuhan Frank Lampard keluar dari zona degradasi.

Jack Rudoni membuka keunggulan Coventry melalui tendangan penalti pada menit keenam. Sidiki Chérif kemudian menggandakan skor pada awal babak kedua sebelum Sven Botman memperkecil ketertinggalan Newcastle pada menit ke-70. Namun, Ellis Simms dan Stephen Mfuni memastikan kemenangan tuan rumah melalui dua gol pada menit-menit akhir.

Kemenangan ini menjadi hasil positif kedua secara beruntun bagi Coventry setelah sebelumnya menundukkan Nottingham Forest dengan skor 1-0. Lampard pun kembali mendapatkan kontribusi penting dari para pemain penggantinya yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Sebaliknya, Newcastle United asuhan Matthias Jaissle harus menerima kekalahan setelah gagal memaksimalkan sejumlah peluang. Meski unggul dalam jumlah tembakan, The Magpies tidak mampu mengimbangi efektivitas serangan Coventry.

Penalti Rudoni Buka Keunggulan Coventry

Coventry langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Tuan rumah memperoleh keuntungan pada menit keenam ketika kiper Newcastle, Lukáš Horníček, gagal mengamankan bola yang seharusnya bisa ia kuasai dengan mudah.

Kesalahan tersebut membuka kesempatan bagi Sidiki Chérif untuk masuk ke situasi berbahaya. Horníček kemudian menjatuhkan penyerang Coventry itu sehingga wasit memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah.

Jack Rudoni maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan tenang. Gol tersebut membawa Coventry unggul 1-0 sekaligus memaksa Newcastle mengubah pendekatan permainan lebih awal.

Penyelamatan Krusial Bobby Thomas Amankan Gawang Coventry

Setelah tertinggal, Newcastle mulai meningkatkan intensitas serangan. Jacob Murphy mengembalikan umpan silang Harvey Barnes ke area berbahaya, tetapi Bobby Thomas melakukan penyelamatan penting dengan membuang bola di depan gawang yang sudah tidak terkawal.

Thomas kembali menjadi penghalang bagi tim tamu ketika Matias Fernandez-Pardo berhasil melewati Carl Rushworth. Bek Coventry itu melakukan sapuan krusial untuk menggagalkan peluang yang tampak akan berujung gol.

Meski menghadapi tekanan, Coventry tetap berbahaya ketika melancarkan serangan balik. Chérif sempat memperoleh kesempatan untuk menambah keunggulan, tetapi tembakannya mengarah langsung kepada Horníček. Ia juga memiliki peluang untuk memberikan umpan kepada rekan setimnya, tetapi memilih menyelesaikan sendiri serangan tersebut.

Chérif Gandakan Keunggulan, Botman Bangkitkan Harapan Newcastle

Coventry memulai babak kedua dengan agresivitas tinggi. Tiga menit setelah pertandingan kembali berlangsung, tuan rumah berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Chérif.

Gol tersebut berawal dari lemparan jauh ke area pertahanan Newcastle. Para pemain tim tamu gagal membersihkan bola secara sempurna sehingga Chérif mendapatkan kesempatan di dekat area D.

Penyerang Coventry itu mengontrol bola, berputar untuk mencari ruang tembak, kemudian melepaskan penyelesaian akurat ke sudut kanan bawah gawang. Horníček tidak mampu menjangkau tembakan tersebut.

Chérif hampir mencetak gol keduanya tidak lama kemudian. Kesalahan dalam upaya sapuan Botman memberikan kesempatan tambahan kepada penyerang tuan rumah, tetapi tembakannya justru melebar dari sasaran.

Newcastle berusaha membalas melalui Joe Willock yang melepaskan tembakan ke arah gawang. Botman kemudian mengambil peran penting dalam membangkitkan harapan tim tamu.

Bek asal Belanda tersebut melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 20 yard pada menit ke-70. Bola meluncur ke sudut dekat gawang dan membuat Rushworth tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyelamatan.

Gol Botman mengubah skor menjadi 2-1 dan membuka kembali peluang Newcastle untuk mengejar ketertinggalan. Setelah memperkecil skor, tim tamu kembali mencoba menekan pertahanan Coventry demi mencari gol penyeimbang.

Namun, upaya Newcastle tidak menghasilkan gol tambahan. Coventry justru memanfaatkan kesalahan lawan untuk kembali memperlebar jarak.

Simms dan Mfuni Pastikan Kemenangan Telak Tuan Rumah

Coventry kembali unggul dua gol pada menit ke-81. Joelinton kehilangan penguasaan bola di area berbahaya di tepi kotak penalti sendiri, sehingga memberikan kesempatan bagi tuan rumah untuk membangun serangan.

Ellis Simms memanfaatkan situasi tersebut dengan melepaskan tembakan ke arah gawang. Bola membentur Malick Thiaw sebelum berubah arah dan melewati Horníček, membawa Coventry unggul 3-1.

Gol itu menjadi bukti efektivitas pergantian pemain yang dilakukan Lampard. Simms baru berada di lapangan selama sekitar tiga menit 15 detik ketika ia mencatatkan namanya di papan skor.

Coventry belum berhenti menyerang. Empat menit sebelum waktu normal berakhir, Stephen Mfuni ikut menyumbang gol untuk memperbesar keunggulan menjadi 4-1.

Pemain pinjaman dari Manchester City tersebut melepaskan tembakan impresif yang mengarah ke tiang jauh. Gol itu tercipta sekitar tiga menit 31 detik setelah Mfuni masuk ke lapangan, sekaligus memastikan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah.

Dua gol dari pemain pengganti tersebut mengakhiri peluang Newcastle untuk bangkit. Coventry pun menutup pertandingan dengan kemenangan empat gol setelah tampil efektif dalam memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan.

Chérif Jadi Bintang, Coventry Catat Sejumlah Rekor

Selain kemenangan tim, penampilan Sidiki Chérif menjadi salah satu sorotan utama pertandingan. Penyerang tersebut berperan dalam gol pembuka setelah memenangkan penalti, kemudian mencetak gol kedua Coventry dengan penyelesaian yang mengesankan.

Chérif menjadi pemain Coventry pertama yang memenangkan penalti sekaligus mencetak gol dalam satu pertandingan Liga Premier sejak Lee Carsley melakukannya ketika menghadapi Everton pada Januari 2001.

Gol Chérif juga mencatatkan pencapaian tersendiri bagi The Sky Blues. Gol tersebut menjadi gol pertama Coventry dari luar kotak penalti di Liga Premier sejak David Thompson mencetak gol dari jarak jauh pada Januari 2001, yang juga terjadi ketika menghadapi Newcastle.

Kontribusi Chérif, Simms, dan Mfuni memperlihatkan efektivitas lini serang Coventry. Sementara itu, Lampard dapat mengambil sisi positif dari kemampuan timnya menjaga ancaman melalui serangan balik dan memanfaatkan kesalahan lawan.

Statistik Tembakan Unggulkan Newcastle, tetapi Coventry Lebih Efektif

Newcastle sebenarnya memiliki jumlah tembakan lebih banyak daripada Coventry. Tim tamu melepaskan 19 tembakan, sedangkan tuan rumah mencatatkan sembilan percobaan.

Namun, kedua tim sama-sama menghasilkan enam tembakan tepat sasaran. Perbedaan efektivitas penyelesaian akhir menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil pertandingan.

Newcastle juga unggul tipis dalam statistik gol yang diharapkan atau expected goals (xG), dengan catatan 1,81 berbanding 1,43 milik Coventry. Meski demikian, angka tersebut tidak tercermin dalam hasil akhir karena tuan rumah mampu mengonversi peluang menjadi empat gol.

Sekitar 0,99 dari total xG Coventry berasal dari situasi bola mati. Lemparan jauh yang diarahkan ke area pertahanan Newcastle berulang kali menciptakan persoalan bagi lini belakang The Magpies.

Masalah pertahanan Newcastle pun kembali terlihat. Mereka kini telah kebobolan 13 gol di Liga Premier musim ini, jumlah yang sama dengan Chelsea dan AFC Bournemouth. Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Jaissle menjelang pertandingan berikutnya.

Coventry Naik ke Posisi Ke-14, Newcastle Harus Berbenah

Kemenangan atas Newcastle membawa Coventry naik ke posisi ke-14 dalam klasemen sementara Liga Premier 2026/2027. Mereka mengoleksi poin yang sama dengan Manchester United dan hanya terpaut dua poin dari Newcastle.

Hasil positif secara beruntun ini memberikan dorongan penting bagi Lampard dan anak asuhnya dalam upaya menjauh dari zona degradasi. Setelah mengalahkan Nottingham Forest, Coventry kembali menunjukkan kemampuan untuk meraih poin penuh melalui permainan yang efektif.

Di sisi lain, Newcastle perlu segera memperbaiki konsistensi pertahanan setelah kembali kebobolan empat gol. Mereka memiliki jumlah tembakan lebih banyak, tetapi gagal mengubah keunggulan tersebut menjadi hasil yang menguntungkan.

Newcastle dijadwalkan menjamu Aston Villa pada pertandingan berikutnya. Sementara itu, Coventry akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur yang sedang berupaya memperbaiki performa mereka.

Dengan dua kemenangan beruntun, Coventry memiliki modal berharga untuk melanjutkan perjuangan di Liga Premier. Namun, konsistensi tetap menjadi kunci bagi Lampard agar timnya dapat mempertahankan momentum positif sepanjang musim. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *