Mataredaksi.com, BOGOR – Borussia Dortmund membuka perjalanan di DFB-Pokal 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan. Die Schwarzgelben menundukkan Hamburg-Eimsbütteler Ballspiel-Club (HEBC) 5-0 pada putaran pertama kompetisi, di Volksparkstadion, Rabu (2/9/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan The Black and Yellow melangkah ke babak kedua DFB-Pokal. HEBC Hamburg yang bermain sebagai wakil Oberliga, tim kasta kelima sepak bola Jerman tidak mampu mempertahankan perlawanan setelah Borussia Dortmund menemukan celah di lini belakang.
Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovač, melakukan tujuh perubahan dalam susunan pemain dibandingkan ketika Der BVB mengalahkan Hamburger SV 2-0, pada Sabtu sebelumnya. Alexander Meyer, Marcel Sabitzer, Fábio Silva, Joey Veerman, Filippo Mané, Samuele Inácio, dan Mathis Albert mendapat kesempatan tampil sejak menit awal.
Kovač tetap mengandalkan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda. Komposisi tersebut membuat Dortmund mampu menjaga kendali pertandingan sekaligus mempertahankan intensitas serangan. Rotasi itu juga memberi kesempatan kepada sejumlah pemain untuk menunjukkan kemampuan dalam pertandingan kompetitif.
HEBC Berani Keluar dari Tekanan
Borussia Dortmund langsung mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai. Der BVB menciptakan sejumlah peluang pada menit-menit awal melalui Marcel Sabitzer, Samuele Inácio, dan Felix Nmecha.
Meski begitu, HEBC Hamburg tidak hanya menunggu di area pertahanan sendiri. Tim asal Kota Hamburg tersebut beberapa kali mencoba keluar dari tekanan dan memanfaatkan ruang ketika Dortmund kehilangan bola.
Robert Schick bahkan sempat memberikan ancaman pada menit keenam. Tembakannya dari sisi kanan mengarah ke sudut bawah gawang, tetapi Alexander Meyer mampu mengamankannya.
Ancaman tersebut memperlihatkan bahwa HEBC Hamburd tidak sepenuhnya kehilangan keberanian meski menghadapi lawan dari level kompetisi yang jauh lebih tinggi. Lila-Weiß (Purple and White) berusaha memainkan pertandingan dengan agresif dan sesekali mengarahkan bola ke area pertahanan Dortmund.
Setelah itu, Dortmund kembali meningkatkan tekanan. Samuele Inácio beberapa kali bergerak agresif dari sisi kanan. Mathis Albert juga aktif membantu serangan dari sektor kiri, sementara Sabitzer mencoba mengatur distribusi bola dari lini tengah.
Die Borussen terus mencari celah melalui pergerakan tanpa bola dan umpan silang dari sisi lapangan. Namun, HEBC Hamburg mampu mempertahankan konsentrasi hingga pertandingan melewati setengah jam pertama.
Situasi berubah pada menit ke-33. Tekanan Borussia Dortmund akhirnya menghasilkan gol pembuka, meski pemain Der BVB tidak mencetaknya secara langsung.
Julian Ryerson mengirimkan umpan silang ke area berbahaya. Janek Wrede salah mengantisipasi arah bola sehingga si kulit bundar berubah jalur dan masuk ke gawang HEBC Hamburg sendiri.
Gol bunuh diri tersebut membuat Borussia Dortmund unggul 1-0 sekaligus memecah kebuntuan. Momen itu menjadi titik penting karena The Black and Yellow kemudian tampil semakin leluasa dalam mengembangkan serangan.
Gol Pembuka Mengubah Momentum
Dortmund tidak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan keunggulan. Daniel Svensson mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-36.
Svensson menerima umpan Julian Ryerson sebelum melepaskan tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti. Bola meluncur ke tengah gawang dan membuat Dortmund unggul 2-0.
Gol kedua membuat tekanan Der BVB semakin sulit dihentikan. Purple and White harus lebih banyak bertahan karena Dortmund mulai menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan.
Tiga menit setelah gol Svensson, Fábio Silva sebenarnya mempunyai peluang untuk menambah keunggulan. Penyerang Dortmund tersebut mendapat ruang di tengah kotak penalti, tetapi penyelesaiannya masih melambung di atas gawang.
Kegagalan itu tidak menghentikan Borussia Dortmund. Waldemar Anton dan kolega terus mengalirkan bola ke area pertahanan tuan rumah dan kembali mendapatkan hasil pada menit ke-41.
Samuele Inácio mencetak gol ketiga melalui tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti. Marcel Sabitzer menjadi penyedia umpan dalam proses gol tersebut.
Inácio kemudian kembali menunjukkan ketajamannya pada masa tambahan waktu babak pertama. Julian Ryerson mengirimkan umpan ke sisi kanan kotak penalti dan Inácio menyelesaikannya dengan tembakan kaki kanan. Gol pada menit 45+2 itu sekaligus mengubah skor menjadi 4-0.
Dua gol Inácio dalam waktu singkat membuat Dortmund menutup babak pertama dengan keunggulan besar. Pasukan “Si Hitam dan Kuning” berhasil mengubah pertandingan yang sempat berjalan ketat menjadi dominasi yang jauh lebih jelas hanya dalam rentang waktu kurang dari 15 menit.
Bagi HEBC Hamburg, situasi tersebut menjadi pelajaran penting. Janek Wrede dan kawan-kawan mampu menahan gempuran Dortmund tanpa gol selama lebih dari setengah jam, tetapi kesulitan menjaga kestabilan permainan setelah kebobolan.
Rotasi Kovač Tetap Berjalan
Memasuki babak kedua, Niko Kovač kembali melakukan perubahan. Maximilian Beier masuk menggantikan Julian Ryerson, sedangkan Carney Chukwuemeka mengambil tempat Felix Nmecha.
Pergantian tersebut tidak mengubah pendekatan Dortmund. Der BVB tetap memegang kendali permainan dan terus mencari peluang untuk menambah keunggulan.
Samuele Inácio bahkan langsung memperoleh peluang setelah babak kedua berjalan. Namun, tembakannya dari tengah kotak penalti masih mampu diblok pemain HEBC Hamburg.
Waldemar Anton kemudian mendapat kesempatan melalui sundulan jarak dekat pada menit ke-52. Umpan silang Inácio mengarah tepat ke area berbahaya, tetapi penyelesaian Anton hanya melebar tipis dari sisi kiri gawang.
Dortmund terus menekan dari berbagai sektor. Joey Veerman dan Carney Chukwuemeka juga mencoba peruntungan melalui tembakan dari luar kotak penalti. Kovač kemudian kembali mengubah komposisi tim pada menit ke-58. Kauã Prates masuk menggantikan Daniel Svensson.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Kovač tidak sekadar mengejar kemenangan. Ia juga memanfaatkan pertandingan untuk memberikan menit bermain kepada pemain yang membutuhkan pengalaman sekaligus menjaga kebugaran sejumlah pemain utama.
Rotasi berjalan tanpa mengurangi tekanan Dortmund. Der BVB tetap mampu menjaga aliran serangan dan memaksa HEBC Hamburg bertahan lebih dalam.
Fábio Silva Tutup Rangkaian Gol
Satu menit setelah pergantian tersebut, Dortmund mencetak gol kelima. Joey Veerman mengirimkan umpan kepada Fábio Silva yang berada di area penalti. Penyerang asal Portugal itu kemudian melepaskan tembakan kaki kanan dari tengah kotak penalti.
Bola mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan membuat Dortmund unggul 5-0 pada menit ke-59. Gol tersebut semakin menegaskan perbedaan kualitas kedua tim. Dortmund tidak hanya mampu menciptakan peluang secara konsisten, tetapi juga tetap menjaga tekanan meski sudah memiliki keunggulan empat gol.
Setelah gol kelima, BVB masih berusaha mencari tambahan. Mathis Albert, Maximilian Beier, Konstantinos Karetsas, Carney Chukwuemeka, dan Fábio Silva terus mengancam pertahanan HEBC Hambrg.
Namun, kiper Nils Ahmann tampil cukup sigap di bawah mistar. Ia beberapa kali menggagalkan percobaan Dortmund sehingga skor tidak kembali berubah.
HEBC Hamburg juga tidak berhenti mencoba. Meski Christopher Grünewald sempat melepaskan tembakan dari sudut sempit pada menit ke-74, tetapi bola melambung terlalu tinggi.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa HEBC Hamburg masih berusaha mencari gol hiburan, meski peluang untuk membalikkan keadaan sudah tertutup. Skuat asuhan Philipp Obloch tetap mencoba memanfaatkan kesempatan ketika mendapatkan ruang di lini pertahanan Dortmund.
Inácio Jadi Sorotan Utama
Pada menit ke-77, Kovač memberikan kesempatan kepada Konstantinos Karetsas. Pemain tersebut menggantikan Samuele Inácio yang tampil menonjol setelah mencetak dua gol pada babak pertama.
Inácio menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam kemenangan Dortmund. Dua golnya hadir ketika Der BVB mulai menguasai momentum setelah gol bunuh diri Wrede.
Kontribusi tersebut sekaligus menunjukkan manfaat keputusan Kovač menurunkannya sejak menit awal. Inácio mendapatkan ruang untuk berkembang dalam pertandingan kompetitif dan langsung membayar kepercayaan tersebut dengan kontribusi nyata.
Selain Inácio, Daniel Svensson dan Fábio Silva juga memberikan kontribusi penting melalui masing-masing satu gol. Julian Ryerson pun memainkan peran besar dalam rangkaian gol Dortmund karena memberikan dua assist, sementara umpan silangnya juga memicu gol bunuh diri HEBC Hamburg.
Dari sisi permainan, Dortmund memperlihatkan kedalaman skuat yang cukup baik. Niko Kovač dapat melakukan sejumlah pergantian tanpa membuat intensitas permainan tim Bundesliga tersebut menurun drastis.
Situasi itu menjadi salah satu hal positif yang bisa dibawa Dortmund dari pertandingan ini. Selain mengamankan tiket ke babak berikutnya, para pemain yang mendapat kesempatan tampil juga memperoleh pengalaman penting.
Dortmund Lolos dengan Modal Meyakinkan
Setelah unggul lima gol, Dortmund tetap menguasai permainan hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir. BVB masih menghasilkan beberapa peluang, tetapi tidak lagi menambah gol.
Karetsas, Fábio Silva, Chukwuemeka, dan Marcel Sabitzer masih mencoba menembus pertahanan HEBC Hamburg. Namun, Nils Ahmann beberapa kali tampil sigap mengamankan bola.
Kiper HEBC Hamburg menjadi salah satu alasan Dortmund tidak menambah keunggulan pada fase akhir pertandingan. Ia terus berusaha menjaga gawangnya dari ancaman meski pertahanan timnya berada dalam tekanan.
HEBC Hamburg juga harus menghadapi gangguan cedera menjelang pertandingan berakhir. Moses Magens mengalami cedera pada menit ke-90 sehingga laga sempat terhenti.
Wasit akhirnya meniup peluit panjang setelah tambahan waktu satu menit. Papan skor menunjukkan HEBC Hamburg 0-5 Borussia Dortmund.
Kemenangan tersebut membuat Dortmund melangkah ke babak kedua DFB-Pokal 2026/2027 dengan modal meyakinkan. Der BVB juga memperlihatkan kedalaman skuad melalui rotasi pemain yang dilakukan Kovač sejak awal hingga akhir pertandingan.
Samuele Inácio menjadi sorotan utama setelah mencetak dua gol pada babak pertama. Daniel Svensson dan Fábio Silva turut menyumbangkan gol, sedangkan Janek Wrede mengalami nasib kurang beruntung setelah gol bunuh dirinya membuka jalan Dortmund menuju kemenangan.
Bagi HEBC Hamburg, perjalanan di DFB-Pokal berhenti setelah menghadapi Dortmund. Meski gagal menciptakan kejutan, skuat “Ungu dan Putih” sempat menjaga skor tetap 0-0 selama lebih dari 30 menit sebelum tekanan Der BVB akhirnya membuahkan hasil.
Pertandingan ini sekaligus memperlihatkan perbedaan pengalaman dan kedalaman skuad kedua tim. HEBC Hambur mampu memberikan perlawanan pada fase awal, tetapi Dortmund kemudian memanfaatkan momentum dengan sangat efektif.
Borussia Dortmund pun meninggalkan Volksparkstadion dengan kemenangan 5-0 dan tiket menuju babak kedua DFB-Pokal 2026/2027. (MR-02)






