Dominasinya Terbukti, Tapi Salah Takluk dari Dembélé di Ballon d’Or 2025

MOHAMED Salah menutup musim lalu dengan catatan impresif, menjadi mesin gol dan penyumbang assist bagi Liverpool, sekaligus menunjukkan bahwa meski kalah Ballon d’Or dari Ousmane Dembélé, dominasinya di lapangan tetap tak terbantahkan, Selasa (23/9/2025). (Sumber foto: Carl Recine/Getty Images)

Mataredaksi.com, BOGOR – Mohamed Salah harus puas menempati posisi keempat dalam Ballon d’Or 2025, meskipun tampil gemilang bersama Liverpool pada musim 2024–2025.

Hanya Vitinha, Lamine Yamal, dan sang pemenang, Ousmane Dembélé, yang menempati posisi di atas bintang Mesir itu.

Salah menaklukkan semua yang ada di Liga Primer. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sekaligus penyumbang assist terbanyak, sementara Liverpool meraih gelar juara. Secara individu, ia mencatatkan 47 kontribusi gol, lebih banyak dibanding gabungan enam klub, termasuk Manchester United (44).

Namun, dominasi Salah di liga domestik tidak sejalan dengan performanya di Liga Champions. PSG menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar, sehingga Salah gagal memberikan dampak signifikan. Hal ini kemungkinan memengaruhi penilaian individu.

Meski begitu, musim 2024–2025 tetap pantas dirayakan bagi Salah.

Sebagai pencetak gol terbanyak Liverpool sepanjang masa, Salah mengalami penurunan performa relatif signifikan saat musim perpisahan Jürgen Klopp. Ia hanya mencetak 18 gol dan 10 assist di Liga Primer. Kedua pihak sempat terlibat pertengkaran sengit di pinggir lapangan pada pekan-pekan terakhir musim 2023–24. Salah juga tidak menyebut Klopp saat diminta menyebut manajer favoritnya.

Pada 2024, Arne Slot mengambil alih Liverpool dan memaksimalkan kualitas pemain bintangnya. Ia menghindari membebani energi Salah. “Anda bisa lihat statistiknya”, kata Salah setelah Liverpool menjuarai Liga Primer kedua bagi klub.

“Sekarang saya tidak perlu terlalu banyak bertahan. Taktiknya berbeda. Saya bilang, ‘Selama Anda menjaga saya di lini pertahanan, saya akan fokus menyerang,’ dan itu berhasil. Dia banyak mendengar, dan statistiknya berbicara sendiri”.

Fokus Salah pada angka semakin terlihat. Dalam pertandingan Liverpool yang pasang surut, ia lebih sering bergerak santai di pinggir lapangan. Namun, ia menutup 90 menit dengan gol dan assist krusial.

Mengutip penilaian B.J. Armstrong tentang Michael Jordan di era akhir, Salah tampaknya telah menemukan cara untuk menang tanpa harus tampil sempurna di setiap menit pertandingan. (MR-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *