Drama Ulang Lagi: Benfica vs Fenerbahçe Masih Cari Pintu Liga Champions

Belum Tamat, Benfica dan Fenerbahçe Harus Ujian Kedua di Play-off

NÉLSON Semedo, bek sayap Fenerbahçe (kanan), berhasil menguasai bola dari hadangan bek kiri Benfica, Samuel Dahl (kiri), pada leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 di Stadion Şükrü Saracoğlu, Kamis (21/8/2025) dini hari WIB. (Foto: haberkorfez.com)

Mataredaksi.com, ISTANBUL – Fenerbahçe harus puas bermain imbang tanpa gol saat menjamu Benfica pada leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 di Stadion Şükrü Saracoğlu, Kamis (21/8/2025) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung intens, dengan Fenerbahçe tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, rapatnya pertahanan Benfica membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Sebaliknya, tim tamu lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat.

Skor 0-0 bertahan hingga peluit akhir. Hasil ini membuat leg kedua di Estádio da Luz pekan depan menjadi penentu nasib kedua tim.

Mourinho Fokus Liga Domestik

Usai laga, José Mourinho menegaskan dirinya belum menyiapkan rencana khusus menghadapi Benfica di leg kedua.

“Mulai sekarang, saya akan memikirkan pertandingan melawan Kocaelispor. Pertandingan melawan Benfica setelah itu. Jadi, saya belum tahu apa rencana permainan kami di leg kedua”, kata Mourinho dikutip dari laman resmi klub.

Mourinho menyebut jadwal padat membuatnya harus menaruh fokus lebih dulu pada kompetisi domestik. Menurutnya, waktu persiapan menuju leg kedua masih cukup panjang sehingga strategi akan disusun bertahap.

Sindiran Khas Mourinho

Selain bicara soal strategi, Mourinho juga menyelipkan sindiran pedas kepada Benfica. Ia menilai lawan hanya bermain aman tanpa niat menyerang.

“Pertandingan hari ini sulit bagi kedua tim. Satu tim menginginkan hasil imbang dan berhasil. Tim lain menginginkan lebih tetapi tidak berhasil”, ujarnya.

Mourinho menambahkan, dengan keunggulan jumlah pemain di menit akhir, Fenerbahçe seharusnya bisa lebih agresif. Namun ia mengakui dinamika permainan tidak banyak berubah.

“Mungkin pertandingan ini tidak terlalu enak ditonton, tapi tetap saja ini laga kelas atas”, tegasnya.

(MR-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *