Mataredaksi.com, BOGOR – Aston Villa akhirnya mencetak gol Premier League pertama musim ini, namun pencarian Unai Emery untuk menemukan kembali performa optimal timnya masih jauh dari selesai.
Hasil imbang 1-1 melawan Sunderland pada pekan kelima Liga Primer Inggris 2025/26, di Stadium of Light, Minggu (21/9/2025) malam WIB, menunjukkan Villa masih berjuang meski menghadapi lawan yang hanya bermain 10 orang.
Sunderland Tangguh Meski Kekurangan Pemain
Sunderland, di bawah manajer Régis Le Bris, menunjukkan ketahanan dan organisasi yang mengesankan. Meski Reinildo Mandava menerima kartu merah, tim tamu tetap solid di lini belakang. Kesalahan langka Robin Roefs membuat Matthew Stuart Cash mencetak gol dari jarak 25 yard, namun pertahanan Sunderland tetap kokoh.
“Ini bukan hasil yang kami inginkan, tetapi kami harus menerima satu poin. Kami perlu mendapatkan kembali identitas tim dan kepercayaan diri”, kata Emery seusai pertandingan.
Isidor Curi Perhatian, Penalti Tidak Diberikan
Wilson Isidor mencetak gol liga ketiga musim ini dengan setengah voli yang mengimbangi gol Cash. Sementara itu, Nick Woltemade dari Newcastle menjadi sorotan di laga lain, meski peluang penalti tidak diberikan oleh wasit.
Strategi Emery dan Tekanan di Touchline
Emery sempat terlihat frustrasi di pinggir lapangan, menggerakkan tangan dan menyalakan gestur untuk memotivasi tim. Rotasi skuad tetap dijalankan, dengan penyesuaian formasi dan pergantian pemain yang memasukkan Dan Ballard menggantikan Chris Rigg.
Watkins Terus Bekerja Keras
Ollie Watkins tetap menjadi pusat serangan Villa. Alderrete sempat nyaris mencetak gol, namun sundulannya membentur mistar. Sunderland mampu memanfaatkan sudut dan lemparan panjang, namun koordinasi lini tengah Villa membuat mereka tetap menekan.
“Tim harus lebih agresif dan menunjukkan identitas yang kami tunjukkan selama tiga tahun terakhir”, tegas Emery.
Menutup Laga, Emery Masih Frustrasi
Gol Isidor membuat Martínez tidak berdaya, menambah frustrasi bagi Emery. Watkins gagal menyambut umpan Jadon Sancho di detik-detik akhir, menandakan Villa masih harus bekerja keras untuk menemukan ritme dan konsistensi di liga. (MR-03)






