Mataredaksi.com, BOGOR – Florentino Pérez kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Real Madrid. Presiden berusia 79 tahun itu memenangkan pemilihan klub yang berlangsung di akademi La Fábrica, Valdebebas, Spanyol, Senin (8/6/2026) dini hari WIB, sekaligus mengamankan masa jabatan baru hingga 2030.
Pérez mengalahkan pengusaha Madrid, Enrique Riquelme, dalam pemungutan suara yang menjadi salah satu kontestasi paling menarik dalam politik internal klub selama beberapa tahun terakhir.
Hasil resmi yang diumumkan setelah tengah malam menunjukkan Pérez meraih sekitar dua pertiga suara anggota klub. Angka tersebut cukup untuk mempertahankan posisinya dan memperpanjang era kepemimpinannya di Santiago Bernabéu.
Meski gagal merebut kursi presiden, Riquelme tetap mencuri perhatian sepanjang proses pemilihan. Kampanyenya menghadirkan alternatif baru bagi para socios dan menjadikannya salah satu figur yang berpotensi kembali bersaing pada pemilihan mendatang.
(Sumber foto: @elchiringuitotv/X)
Dominasi Panjang Florentino Pérez
Kemenangan terbaru ini menambah panjang daftar keberhasilan Pérez dalam sejarah politik Real Madrid. Perjalanannya menuju kursi presiden tidak selalu berjalan mulus. Pada 1995, ia kalah dari Ramón Mendoza dalam upaya pertamanya memimpin klub.
Namun, lima tahun kemudian Pérez berhasil membalikkan keadaan dengan mengalahkan Lorenzo Sanz pada pemilihan tahun 2000. Sejak saat itu, pengaruhnya terus menguat. Pada pemilihan 2004, Pérez meraih kemenangan telak dengan dukungan lebih dari 90 persen pemilih.
Setelah kembali memimpin klub pada 2009 menyusul berakhirnya era Ramón Calderón, Pérez nyaris tidak menghadapi perlawanan berarti. Ia melaju tanpa lawan pada pemilihan 2009, 2013, 2017, 2021, dan 2025 karena tidak ada kandidat yang memenuhi persyaratan pencalonan.
Situasi berubah pada 2026 ketika Enrique Riquelme berhasil mengumpulkan dukungan yang cukup untuk menantangnya secara resmi.
Musim Sulit Picu Pemilihan
Pemilihan tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda. Meski masa jabatannya sebenarnya masih berjalan, Pérez memutuskan mempercepat proses pemilihan setelah Real Madrid menjalani musim yang jauh dari harapan.
Tekanan terhadap manajemen meningkat seiring hasil yang tidak konsisten di lapangan serta berbagai perdebatan mengenai arah proyek olahraga klub.
Pada konferensi pers 12 Mei lalu, Pérez mengumumkan dimulainya proses pemilihan. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung munculnya Riquelme sebagai calon penantang.
Seiring berjalannya waktu, persaingan kedua kubu semakin intens. Masing-masing kandidat berusaha meyakinkan anggota klub dengan menawarkan visi berbeda mengenai masa depan Real Madrid.
Transfer Jadi Senjata Kampanye
Aktivitas transfer menjadi salah satu isu utama sepanjang masa kampanye. Pérez memperkuat posisinya dengan menghadirkan sejumlah nama besar. Beberapa sosok yang masuk dalam proyek Real Madrid antara lain José Mourinho, Ibrahima Konaté, dan Denzel Dumfries.
Namun, presiden Real Madrid itu memberi sinyal bahwa klub masih menyiapkan langkah yang lebih besar pada bursa transfer musim panas.
Menurut Pérez, manajemen sedang menyusun tawaran senilai 150 juta euro untuk merekrut satu pemain bintang. Meski belum mengungkap identitas target tersebut, sejumlah laporan menghubungkan Real Madrid dengan pemain tim nasional Prancis, Michael Olise.
Tantangan Pérez pada Masa Jabatan Baru
Setelah memastikan kemenangan dalam pemilihan, Pérez kembali menghadapi pekerjaan besar. Ia perlu mengembalikan daya saing Real Madrid, melanjutkan regenerasi skuad, dan merealisasikan berbagai janji yang ia sampaikan selama kampanye.
Mandat baru hingga 2030 memberi Pérez kesempatan untuk melanjutkan proyek jangka panjang klub. Ia kini memegang kendali atas arah perkembangan Real Madrid dalam beberapa tahun ke depan.
Para pendukung juga menunggu langkah konkret manajemen, terutama dalam memperkuat skuad dan menjaga tim tetap bersaing di level tertinggi Eropa. (MR-01)








