Mataredaksi.com, BOGOR – Tim nasional Haiti menikmati malam yang penuh emosi saat mengalahkan Selandia Baru 4-0 dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia FIFA 2026, di Stadion Chase, Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, Rabu (3/6/2026) dini hari WIB.
Namun, kemenangan telak itu bukan satu-satunya alasan untuk merayakan. Ribuan suporter Haiti yang memadati stadion menciptakan atmosfer bak laga kandang dan menjadikan pertandingan tersebut sebagai simbol kebangkitan sepak bola Haiti setelah lebih dari setengah abad menanti kesempatan tampil kembali di panggung dunia.
Lebih dari 16.000 pendukung mengenakan atribut merah-biru dan mengibarkan bendera nasional sepanjang pertandingan. Mereka mengubah stadion di Florida menjadi lautan warna Haiti yang mengingatkan pada suasana di Port-au-Prince.
Bagi banyak suporter, momen itu terasa istimewa karena tim nasional Haiti akhirnya kembali tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974.
Kemenangan yang Lebih Besar dari Sekadar Sepak Bola
Perjalanan timnas berjuluk Les Grenadiers menuju Piala Dunia 2026 tidak berlangsung mudah. Krisis keamanan yang dipicu kekerasan geng dalam beberapa tahun terakhir membuat negara Karibia tersebut tidak dapat menggelar pertandingan kualifikasi di kandang sendiri.
Karena itu, kehadiran ribuan diaspora Haiti, di Amerika Serikat memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar dukungan dari tribun.
Meski cuaca sempat menyebabkan penundaan pertandingan dan antrean kendaraan mengular menuju stadion, para pendukung tetap bertahan demi menyaksikan tim kebanggaan mereka tampil.
Atmosfer semakin terasa emosional ketika lagu kebangsaan Haiti dinyanyikan bersama oleh para penonton. Musik tradisional Haiti yang diputar sebelum pertandingan turut menambah nuansa perayaan di stadion. “Bagi kami, ini seperti bermain di rumah sendiri”, menjadi kesan yang banyak dirasakan para pendukung yang hadir.
Haiti Dominan Sejak Awal Laga
Di atas lapangan, Haiti membalas dukungan tersebut dengan penampilan yang meyakinkan. Ruben Providence membuka keunggulan pada menit ke-12 dan langsung memicu sorak-sorai ribuan suporter di tribun. Keunggulan itu bertahan hingga jeda sebelum Haiti meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua.
Lenny Joseph menggandakan keunggulan pada menit ke-51. Tim Karibia tersebut kemudian semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan Selandia Baru.
Frantzdy Pierrot menambah penderitaan lawan lewat gol ketiga pada menit ke-62. Menjelang laga berakhir, Duke Lacroix melengkapi pesta kemenangan Haiti melalui gol keempat yang memastikan skor akhir 4-0.
Setelah peluit panjang berbunyi, para pemain merayakan kemenangan dengan menari di lapangan dan saling menyiram air menggunakan botol minuman. Selebrasi itu menggambarkan kegembiraan sebuah tim yang sedang menikmati momen bersejarah dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia.
Kebanggaan Diaspora Haiti
Pertandingan tersebut juga menarik perhatian sejumlah figur publik Haiti yang tinggal di Amerika Serikat. Penyanyi Rutshelle Guillaume dan aktris sekaligus influencer Blondedy Ferdinand hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada tim nasional.
Blondedy Ferdinand mengaku bangga melihat Haiti kembali tampil di Piala Dunia setelah puluhan tahun menunggu. “Ini berarti segalanya bagi kami. Dengan semua yang sedang terjadi di negara kami, bisa berada di sini hari ini seperti sebuah kemenangan besar”, katanya.
Hal senada disampaikan Rutshelle Guillaume yang menyebut generasinya beruntung dapat menyaksikan momen bersejarah tersebut secara langsung. “Setelah 52 tahun, kami kembali mencetak sejarah. Kami hadir untuk menyaksikan sejarah dan memberikan dukungan kepada tim apa pun yang terjadi”, ujarnya.
Selain tokoh masyarakat dan figur publik, pertandingan itu juga dihadiri enam pemain muda keturunan Haiti yang berkembang di Florida Selatan dan pernah mengikuti program tim nasional kelompok umur Haiti.
Kehadiran mereka menjadi gambaran kuat tentang bagaimana keberhasilan Haiti lolos ke Piala Dunia 2026 telah membangkitkan rasa bangga dan persatuan di kalangan diaspora Haiti di berbagai negara.
Bagi Haiti, kemenangan atas Selandia Baru mungkin hanya bagian dari persiapan menuju turnamen terbesar dunia. Namun bagi para pemain dan suporternya, malam di Fort Lauderdale itu menjadi pengingat bahwa sepak bola masih mampu menyatukan sebuah bangsa yang tengah menghadapi banyak tantangan. (MR-02)






