Mataredaksi.com, BOGOR – Torino Football Club meraih kemenangan 2-1 atas Udinese Calcio pada pertandingan pekan keenam Serie A Italia 2026/2027, di Stadio Olimpico Grande Torino, Selasa (13/10/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut mengakhiri pertandingan dengan kekecewaan bagi tim tamu yang menelan kekalahan keempat secara beruntun, meskipun David Alaba menjalani debut bersama Udinese Calcio. Torino memanfaatkan kesalahan fatal kiper Maduka Okoye untuk mengamankan kemenangan.
Daniel Bragança membuka keunggulan tuan rumah, Jurgen Peter Ekkelenkamp menyamakan skor sebelum turun minum, lalu Sandro Kulenović memastikan Il Toro (“Banteng”) kembali unggul pada babak kedua.
Daniel Bragança Buka Keunggulan Torino
Torino memecah kebuntuan pada menit ke-37 melalui Daniel Bragança. Berawal dari tendangan bebas dari sisi kiri, bola mengarah kepada Ché Adams yang mencoba menyelesaikan peluang melalui gerakan akrobatik.
Upayanya membentur tiang gawang, tetapi Daniel Bragança bereaksi paling cepat untuk menyambar bola muntah dan mencetak gol pertamanya di Serie A.
Keunggulan tersebut tidak bertahan hingga jeda. Udinese Calcio asuhan Kosta Runjaić meningkatkan tekanan dan menemukan gol penyeimbang melalui Jurgen Peter Ekkelenkamp pada menit ke-43.
Ekkelenkamp Samakan Kedudukan Sebelum Turun Minum
Gol penyama gelandang asal Belanda tersebut berawal dari rangkaian serangan yang dibangun Oumar Solet. Enzo Ebosse kemudian menerima bola dan mengirimkannya kepada Jurgen Ekkelenkamp, mantan pemain AFC Ajax.
Tembakan pertama Jurgen Ekkelenkamp berhasil diblok pertahanan Torino. Namun, ia kembali menyambar bola dengan tendangan kaki kiri mendatar yang gagal dihentikan Lucas Perri. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Kesalahan Fatal Okoye Berujung Gol Kulenović
Torino kembali memimpin pada menit ke-67 setelah kesalahan fatal Maduka Okoye. Nikola Vlašić mengirim umpan silang dari sisi kanan area serangan, tetapi kiper Udinese kelahiran Jerman tersebut keluar dari posisinya dan bertabrakan dengan Nicolò Bertola.
Bola pantul mengarah kepada Sandro Kulenović. Penyerang asal Kroasia itu memanfaatkan situasi tersebut dengan menembakkan bola ke gawang yang sudah kosong, membawa Torino unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tuan rumah sekaligus memperpanjang rentetan kekalahan Zebrette, julukan Udinese Calcio, menjadi empat pertandingan berturut-turut.
Debut David Alaba Belum Berbuah Hasil
David Alaba mendapat kesempatan menjalani debut bersama Udinese setelah masuk pada menit ke-73 untuk menggantikan Mërgim Vojvoda. Namun, kehadirannya belum mampu mengubah hasil pertandingan dan membantu timnya menghindari kekalahan.
Torino juga melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga permainan pada babak kedua. Sandro Kulenović masuk menggantikan Ché Adams pada menit ke-63 sebelum mencetak gol penentu empat menit kemudian. Nikola Vlašić turut masuk untuk menggantikan Gaetano Oristanio pada menit ke-48.
Kemenangan ini memberi Il Toro tambahan tiga poin setelah mengawali enam pertandingan dengan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sebaliknya, Udinese asuhan Kosta Runjaić harus segera berbenah untuk menghentikan tren negatif yang mereka alami.
Susunan Pemain Torino vs Udinese
Torino Turunkan Formasi 3-5-2
Torino memakai formasi 3-5-2 dengan Lucas Perri sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi Pietro Comuzzo, Saúl Coco, dan Ricardo Rodríguez. Pada awal babak kedua, Ardian Ismajli menggantikan Rodríguez.
Rafik Belghali, Daniel Bragança, Rolando Mandragora, Gaetano Oristanio, dan Alessio Cacciamani mengisi lini tengah. Torino kemudian memasukkan Emirhan Ilkhan dan Gvidas Gineitis untuk menggantikan Bragança, sedangkan Nikola Vlašić mengambil tempat Oristanio.
Di lini depan, Ché Adams berduet dengan Giovanni Simeone. Sandro Kulenović masuk menggantikan Adams dan kemudian mencetak gol penentu kemenangan Torino.
Susunan pemain Torino: Lucas Perri; Pietro Comuzzo, Saúl Coco, Ricardo Rodríguez (Ardian Ismajli); Rafik Belghali, Daniel Bragança (Emirhan Ilkhan, Gvidas Gineitis), Rolando Mandragora, Gaetano Oristanio (Nikola Vlašić), Alessio Cacciamani; Ché Adams (Sandro Kulenović), Giovanni Simeone.
Pemain cadangan: Diego Mascardi, Lapo Siviero, Nathan Patterson, Cristiano Biraghi, Eray Cömert, Zakaria Aboukhlal, Pietro Pellegri, Cesare Casadei, Kian Fitz-Jim, Duván Zapata.
Pelatih: Ignazio Abate.
Udinese Andalkan Formasi 3-4-2-1
Udinese menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan Maduka Okoye di bawah mistar. James Abankwah, Oumar Solet, dan Enzo Ebosse membentuk lini pertahanan. Nicolò Bertola masuk menggantikan Abankwah pada babak kedua.
Mërgim Vojvoda, Jesper Karlström, Oier Zarraga Egaña, dan Hassane Kamara mengisi lini tengah. Pelatih Kosta Runjaić kemudian memasukkan David Alaba, Lazar Jovanović, dan Juan David Arizala untuk menyegarkan permainan.
Jurgen Ekkelenkamp dan Giorgi Chakvetadze mendukung Unai Gómez di lini serang. Keinan Davis kemudian menggantikan Gómez pada babak kedua.
Susunan pemain Udinese: Maduka Okoye; James Abankwah (Nicolò Bertola), Oumar Solet, Enzo Ebosse; Mërgim Vojvoda (David Alaba), Jesper Karlström, Oier Zarraga Egaña (Lazar Jovanović), Hassane Kamara (Juan David Arizala); Jurgen Ekkelenkamp, Giorgi Chakvetadze; Unai Gómez (Keinan Davis).
Pemain cadangan: Bartosz Mrozek, Daniele Padelli, Sandi Lovrić, Matteo Palma, Christian Kabasele, Lennon Miller.
Pelatih: Kosta Runjaić.
(MR-01)






